Showing posts with label Haul Buntet. Show all posts
Showing posts with label Haul Buntet. Show all posts

Rangkaian Acara Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2015

Rangkaian Acara Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2015

Posted by Unknown  |  at  9:56 PM

Haul Al Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon akan dilaksanakan pada Sabtu, 04 April 2015 M/15 Jumadil Akhir 1436 H, dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut :
1.      Donor Darah bekerjasama dengan PMI Cirebon,yang akan diselenggarakan pada:
hari / tanggal : Senin, 30 Maret 2015
waktu            : Pukul 08.00 WIB s/d selesai
tempat           : Akademi Keperawatan (AKPER) Buntet Pesantren Cirebon

2.      Halaqoh/Seminar, bekerjasama dengan IPNU-IPPNU yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal : Rabu, 1 April 2015
waktu            : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
tempat           : Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buntet Pesantren Cirebon

3.              Khitanan  Massal  dan  Pagelaran  Kesenian  Rakyat,  yang  akan  diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Kamis, 02 April 2015
haktu                           : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
tempat khitan              : Gedung YLPI Buntet Pesantren Cirebon
tempat pagelaran         : Halaman Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon

4.              Seminar Kelestarian Sumber Daya Alam bekerjasama dengan FNKSDA (Forum Nahdliyin untuk Kelestarian Sumber Daya Alam)
hari / tanggal               : Kamis, 02 April 2015
waktu                          : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Aula MANU Putra Buntet Pesantren Cirebon

5.              Bahtsul Masail Diniyah bekerja sama dengan Lembaga Bahtsul Masa’il Diniyah Nahdlatul Ulama Cabang Cirebon, yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Kamis, 02 April 2015
waktu                          : Pukul 20.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon

6.      Pelatihan Jurnalistik bekerjasama dengan IKLAB (Ikatan Keluarga Alumni Pondok Buntet Pesantren) LKBN ANTARA
hari / tanggal               : Jum'at, 03 April 2015 - Sabtu, 04 April 2015
waktu                         : Jum'at Pukul 13.00 WIB s/dSelesai, Sabtu Pukul 08.00 WIB s/d selesai
tempat                         : Aula MAN Buntet Pesantren Cirebon

7.      Sema’an  Al-Qur’an di Makbaroh Pondok Buntet Pesantren Cirebon bersama para Kyai, Santri dan Warga Buntet Pesantren, yang akan diselenggarakan pada dan diisi oleh :
hari / tanggal               : Sabtu, 04 April 2015
waktu                          : Pukul 05.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Maqbaroh Pondok Buntet Pesantren Cirebon
qori                             : Jam’iyah Qurro Wal-Huffadz
do’a  Al Qur’an           : KH. Hasanuddin Kriyani.

8.      Ziarah Qubur, Tahlil Umum dan Pembacaan Tarikh Ta’sis Al Ma’had Buntet Pesantren Cirebon bersama para Masyayikh, Haba’ib dan segenap Ulama /Kyai Buntet Pesantren Cirebon yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Sabtu, 04 April 2015
haktu                           : Pukul 15.00 WIB s/d Selesai
pemimpin Tahlil          : KH. Amiruddin Abkari
pembaca Tarikh           : KH. Ade Nasihul Umam
do’a                             : KH. Hasanuddin Kriyani

9.      Pengajian Umum yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Sabtu, 04 April 2015
waktu                          : Pukul 20.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Halaman Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon
qori                             : Abdullah Sengkang, Qori Internasional dari Papua
penceramah                 : - KH. M.Ridwan Sururi (Purwokerto Jawa Tengah)
                                      - Prof.Dr.KH. Said Aqiel Sirodj (Ketua Umum PBNU)

Inilah Pidato Sambutan Ketua Yayasan pada Haul Buntet Pesantren 2014

Inilah Pidato Sambutan Ketua Yayasan pada Haul Buntet Pesantren 2014

Posted by Unknown  |  at  9:28 PM




Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren pada malam puncak peringatan Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2014 memberikan sambutannya atas nama Ketua YLPI juga mewakili Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH Nahduddin Royandi Abbas yang pada kesempatan tersebut berhalangan hadir.


Berikut ini cuplikan pidato sambutan Ketua YLPI, KH Adib Rofiuddin yang telah dibuatkan transkripnya oleh admin Web BuntetPesantren.org. Silakan klik DI SINI untuk melihat rekaman video pidato sambutan Ketua YLPI pada haul Buntet Pesantren 2014.

Salam, tahmid dan sholawat, amma ba'du

Yang terhormat hadorotil muhtaromin para kyai para sepuh, sesepuh Pondok Buntet KH. Nahdudin Abbas, KH Hasanudin Kriyani, 

Yang terhormat yang mulia, Bapak Menko Ekuin bapak Ir Hatta Rajasa, yang alhamdulillah dalam kesibukan yang luar biasa, beliau berkenan hadir di Pondok Buntet. 

Yang terhormat bapak Bupati Kabupaten Cirebon 'sing masih anyaran'. Titelnya kalau nggak salah SH ya pak Sunjaya. Tapi, beliau itu tentara. Mudah-mudahan dengan jiwa tentaranya turun ke desa-desa.

Bapak-bapak ibu-ibu  yang saya hormati, kami di sini, menyampaikan  amanah dari Almukarrom KH. Nahduddin Abbas yang pada hari ini beliau tidak bisa hadir, yaitu karena beliau ada operasi mata di London, Inggris. Jadi operasniya tidak di puskesmas tapi di luar negeri.

Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang melimpahkan hidayah, taufiq, dan inayahNya kepada kita. Sholawat dan salam mudah-mudahan Allah limpahkan kepada nabi Muhammad saw para sahabatnya, keluarganya dan mudah-mudahan juga kepada kita selaku umatnya. amin ya robbal alamin.

Para hadirin, para tamu, para undangan, yg kami hormati. malam ini kita bersama-sama hadir di sini, dalam rangka peringatan haul almarhumin sesepuh dan warga pondok buntet pesantren salah satunya tentu merupakan upaya dari kita bersama untuk menghormati jasa perjuangan para kiai Pondok Buntet Pesantren agar dengan itu kehadiran kita mendapat rido maghfiroh dan barokah dari Allah SWT, 

Mbah Muqoyyim dan para kiai Buntet setidaknya telah mencontohkan kepada  kita, bahwa semangat dan niat ikhlas mereka untuk melawan penjajah Belanda dan berbagai bentuk penindasan dan kezaliman lainnya telah meninggalkan manfaat yang luar biasa sehingga dapat kita rasakan sekarang dan insya allah sampai masa yg akan datang. 

Sebagai orang tua, pada kesempatan ini perkenankan saya mengucapkan ahlan wasahlan, selamat datang di Pondok Pesantren Buntet. Terima kasih atas kedatangan bapak ibu sekalian, doa, dan bantuan semuanya, jazakumullah ahsanal jazaa..

Itu adalah sambutan dari sesepuh pondok Buntet Pesantren.

Para bapak para hadirin yg saya hormati,
perlu diketahui bahwa Hatta Rajasa ini adalah ketua Partai Amanat Nasional (PAN), jangan punya pikiran dikira tidak senang tahlil, sebab beliau pada bulan Juli nanti juga akan mengadakan haul. dan beliau ini adalah putra dari Syarifah Aiysah al Idrus, yaitu minal hababib.

Insya Allah Pak Hatta, kalau beliau di belah dan dibuka dadanya, di dalamnya ada 'afdoludzikri fa'lam annahu' (hadirin tepuk tangan)... Itu Insya Allah semacam itu. 

Jadi beliau juga PAN,  itu kendaraannya, beliau juga tadi cerita, adalah salah satu bagian dari Nahdlatul Ulama. Bahkan beliau sering dikunjungi oleh almukarrom sohibul Fadilah KH Mbah Maimun Zubeir, Habib Lutfi dan Habib Syekh semuanya berkunjung ke sana dan yg terakhir insya Allah saya.

Dan wasilah kami dari sini, kami sampaikan kepada KH. Anas Arsyad yg telah membawa dengan baik pak Hatta Rajasa.  Saya yakin seyakin-yakinnya jika beliau itu tidak suka atau tidak senang dengan manakib,  enggak bakal datang ke pondok pesantren Buntet.  Dan tadi datang ba'da maghrib langsung juga ziarah kubur jadi ziarah kubur menurut beliau tidak musyrik, suatu keharusan.

Jadi jangan lihat PAN nya lihat beliau pak Hatta Rajasa dari al Idrus keturunannya. Terimakasih pak Hatta mudah-mudahan membawa berkah bagi kita semua, jazakumullah ahsanal jazaa.

Dan insya Allah bapak-bapak ibu-ibu sekalian juga pada malam hari ini, akan ada suatu pelantikan yaitu organisasi para alumni Ponpes Buntet yg dikatakan IKLAB, ikatan keluarga alumni pondok Buntet Pesantren,  yang sudah pada hadir beliau-hadir  di tengah kita dan yang akan meneruskan para kyai para sepuh pondok pesantren Buntet. Bahkan ketua bidangnya, KH Manarul Hidayah ada di tengah kita.

Terima kasih, demikian yang bisa kami sampaikan, wallahul muwafiq ilaa aqwamittariq wasalamu'alalikum warahmatullahi wabarokatuh.

Pengobatan Gratis dan Halaqoh Perpajakan Awali Rangkaian Acara Haul Buntet Pesantren 2014

Pengobatan Gratis dan Halaqoh Perpajakan Awali Rangkaian Acara Haul Buntet Pesantren 2014

Posted by Unknown  |  at  8:17 PM

Para Pemateri dan Moderator
Di hari selasa, hari pertama di bulan April 2014, Panitia Haul Almarhamin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon telah memulai rangkaian acara dalam rangka Haul Buntet Pesantren tahun 2014. Acara yang pertama digelar adalah Pengobatan Gratis dan Donor Darah yang diadakan Akademi Keperawatan (AKPER) Buntet Pesantren pada pagi hari, kemudian siang harinya diadakan Halaqoh perpajakan di Gedung YLPI Buntet Pesantren.

Acara pengobatan gratis dan donor darah selain bekerjasama dengan AKPER Buntet Pesantren juga turut menggandeng Palang Merah Indonesia, acara ini ditujukan untuk warga pondok Buntet Pesantren termasuk para santri dan juga warga sekitar pondok Buntet Pesantren.

Pada acara Halaqoh, Panitia menghadirkan Bapak Arif Setyadi Widihartom SE. Ak yang tak lain merupakan pejabat perpajakan sebagai pembicara, beliau mensosialisasikan tentang pajak yang berlaku di Indonesia, baik ketentuan-ketentuan, peruntukan, dan banyak hal yang terkait dengan perpajakan.

Para Peserta Halaqoh
Pajak memang hal yang vital dan menyangkut kepentingan hajat orang banyak, karena itu pajak menjadi fokus para ulama saat Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama tahun 2013 bahkan menurut HM. Sulton Fathoni, Wakil Sekjen PBNU : optimalisasi pendapatan negara melalui pajak akan menjadi fokus pembahasan pada Munas Alim Ulama dan Konbes NU tahun 2014 sehingga pada acara halaqoh yang diikuti oleh para santri dan para guru ini, panitia juga menghadirkan KH. Tubagus Rifqi Chowas yang memaparkan pajak dalam perspektif fiqih/syari’at islam. Beliau menyampaikan bahwa pada dasarnya tidak ada ketentuan secara eksplisit dalam syari’at islam yang membolehkan atau mengharamkan pajak, namun menyikapi pemerintah Indonesia yang memberlakukan pajak di Indonesia, beliau menyebutkan beberapa ulama yang membolehkan negara memungut pajak serta mengulas alasan-alasan (hujjah-hujjah) utama tersebut membolehkan pajak.
Pemateri, Moderator, dan Panitia Harian Haul


Acara yang menjadi pembuka dari  rangkaian acara lainnya yang diadakan dalam rangka Haul Almarhumin sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren ini akan diikuti acara-acara lain, yaitu : Itsbat Nikah Massal dan Bahtsul Masail Diniyah yang insya Allah diadakan pada Kamis pagi dan Kamis Malam (Malam Jum’at), Khitanan Massal dan Pagelaran Kesenian Rakyat  yang akan diadakan pada Jum’at pagi, dan pada hari sabtu akan diadakan Sema’an Al Qur’an selepas subuh, kemudian Bedah Buku “Perlawanan dari Tanah Pengasingan” dan “Laskar Ulama Santri dan Revolusi Jihad” yang akan diadakan pada jam 09.00 WIB, lalu selepas ashar akan diadakan Ziarah Qubur dan Tahlil Umum, dan puncaknya akan diadakan Pengajian Umum yang dimulai pukul 20.00 WIB dengan mendatangkan penceramah KH. Yahya Cholil Stauquf (Rembang, Jawa Tengah).

Sejarah Haul Buntet Pesantren

Sejarah Haul Buntet Pesantren

Posted by Unknown  |  at  7:26 PM

Haul Buntet, atau yang “nama lengkap”nya adalah Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren ternyata merupakan sebuah tradisi yang merentang dalam waktu yang sangat panjang, Haul Buntet sudah diadakan pada masa kepemimpinan Pondok berada di tangan Kiai Abdul Jamil. Kita sudah sama-sama mafhum kalau Pondok Buntet Pesantren didirikan oleh Kiai Muqoyyim yang kemudian kepemimpinannya dilanjutkan oleh Cucu Menantu Beliau yaitu Kiai Raden Muta’ad, sedangkan Kiai Abdul Jamil adalah putra dari Kiai Muta’ad. Dengan kata lain, Haul Buntet sudah ada sejak generasi ke 3 Buntet.
Mengenal Haul suatu Pesantren berarti juga mengenal para Ulama Perintis yang memiliki dedikasi dan semangat juang tinggi untuk Pesantren tersebut. Mengenal Haul Buntet tentu tidak terlepas dengan mengenang para pendiri, para perintis Buntet Pesantren, merekalah Guru-guru Kita, Kakek-kakek Kita yang telah mengorbankan banyak hal demi dakwah islam lewat Pondok Buntet Pesantren.
Seperti yang telah diketahui, anak dari Kiai Muqoyyim tidak ada yang laki-laki karena itu bisa dibilang sepeninggal Mbah Muqoyyim, kegiatan Pesantren sempat berhenti walaupun saat itu, Kiai Muqoyyim memiliki seorang menantu yang tak lain adalah Muridnya yang paling “cemerlang” yaitu Raden Muhammad. Dari pernikahan Raden Muhammad dan putri Kiai Muqoyyim didapat keturunan yaitu Nyai Ratu Aisyah yang kemudian dipersunting oleh Kiai Raden Muta’ad bin Kiai Raden Muridin.
Kiai Muta’ad yang tak lain cucu menantu dari Mbah Muqoyyim lah yang kemudian kembali menghidupkan kegiatan pesantren. Beliau mempunyai beberapa Putra, Putra tertuanya adalah Kiai Barwi yang menikah dan tinggal di Jawa Timur, Adik dari Kiai Barwi adalah Kiai Soleh Zamzami yang mendirikan Pesantren Benda Kerep, Kota Cirebon. Kiai Sulaiman, putra Mbah Muta’ad selanjutnya setelah Kiai Soleh Zamzami, wafat mendahului Abahnya. Singkatnya, pasca wafatnya Mbah Muta’ad, Putra tertua yang “ada” di Buntet adalah Kiai Abdul Jamil, Beliau lah yang kemudian mendapat amanah untuk memimpin Pondok Buntet Pesantren.
Dalam mengembangkan Pesantren, Kiai Abdul Jamil bahu membahu bersama para adiknya, yaitu Kiai Abdul Mun’im, Kiai Abdul Mu’thi, Kiai Tarmidzi, dan juga bersama sepupunya yaitu Kiai Muktamil dan Kiai Abdullah serta bersama Kakak Iparnya, yaitu Kiai Kriyan. Pada periode ini banyak hal yang menjadi prioritas dari mulai pengadaan Kitab, pengiriman santri-santri terbaik ke beberapa pesantren, diberlakukannya Ngaji Pasaran setiap Bulan Ramadhan, penyelenggaraan Haul untuk mengenang jasa dan mendoakan Kiai Muqoyyim dan Kiai Muta’ad, dan lain-lain. Satu hal, yang akan kita soroti adalah inisiatif dari Kiai Abdul Jamil untuk mengadakan Haul yang ditujukan bagi dua ulama perintis Buntet Pesantren yaitu Mbah Muqoyyim dan Mbah Muta’ad. Kita jangan membayangkan Haul saat itu seramai dan semegah seperti Haul Buntet masa kini, Haul saat itu masih sangat sederhana yang mungkin masih terbatas untuk kalangan sendiri, tidak ada pejabat yang diundang karena memang kondisi saat itu yang merupakan masa penjajahan dan pejabat pemerintahan tentunya adalah orang-orang yang ditunjuk oleh penjajah sedangkan sikap Buntet tetap konsisten untuk tidak kooperatif dengan Penjajah.
Putra tertua dari Kiai Abdul Jamil adalah Kiai Abbas, Beliaulah yang kemudian memimpin Buntet Pesantren selanjutnya. Di masa kepemimpinan Kiai Abbas, pecah perang dunia II. Termasuk bagian dari perang tersebut  adalah perang Asia-Pasifik, karena itu Indonesia menjadi salah satu medan perang yang diperebutkan oleh ke dua pihak yang tengah berperang, yaitu Jepang dan Sekutu.  Kiai Abbas kemudian tampil menjadi salah satu “motor” dari gerakan perjuangan tanah air untuk merebut kemerdekaan. Bersama dengan jejaring pesantren Tanah Air, Beliau mengobarkan semangat juang dengan berbagai cara, dari mulai pendidikan, Resolusi Jihad, dan upaya-upaya lainnya. Salah satu upaya yang beliau tempuh untuk mengobarkan semangat juang adalah lewat Haul. Bersama adik-adiknya yaitu Kiai Anas, Kiai Ilyas, Kiai Akyas, dan Kiai Ahmad Zahid, mereka mengadakan Haul dengan tujuan tidak hanya meng’Haul’i Mbah Muqoyyim dan Mbah Muta’ad (seperti Haul di masa Kiai Abdul Jamil) tapi juga seluruh Kiai dan warga Buntet Pesantren yang telah wafat tentunya termasuk abah mereka yaitu KH. Abdul Jamil. Menurut KH. Hasanudin Kriyani,  putra-putra dari KH. Abdul Jamil pertama kali menyelenggarakan Haul pada tahun 1921, hampir satu abad yang lalu. Pada waktu itu, haul juga digunakan sebagai wahana untuk terus menjaga idealisme bahwa Mbah Muqoyyim mendirikan Buntet Pesantren karena tidak ingin kooperatif dengan penjajah dan idealisme itu akan terus dijaga oleh para penerusnya yaitu Mbah Muta’ad dan Kiai Abdul Jamil sehingga itu sangat relevan untuk membangkitkan semangat juang pada masa itu demi mengusir penjajah.
Suasana Pengukuhan Panita Haul Buntet 2014
Sejak Haul di masa kepemimpinan Kiai Abbas tersebut dan sampai sekarang, Haul Buntet bertajuk “Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren”. Sejarah singkat tentang Haul di atas disampaikan oleh Kiai Adib Rofiuddin, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren pada acara pengukuhan Panitia Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren yang berlangsung pada Sabtu Malam, 21 September 2013 di Gedung Guest House. Kiai Adib bercerita bahwa kisah tentang Haul Buntet ini Beliau dapatkan langsung dari salah seorang putra dari Kiai Abdul Jamil, yaitu Kiai Ahmad Zahid yang tak lain adalah Kakek Beliau. Di akhir cerita, sambil berkelakar, Beliau mengatakan bahwa kita tidak akan menemukan Haul yang seperti Haul Buntet di pesantren manapun, baik di Indonesia bahkan seluruh Dunia, Ga percaya? Ayo kita buktikan!
Kiai Adib berujar “Haul di Buntet tidak hanya mendoakan para Sesepuh, tidak hanya mendoakan para Kiai, tetapi juga mendoakan seluruh Warga Buntet Pesantren, karena itu Haul adalah hajat seluruh Warga Pondok Buntet Pesantren, dan tugas kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya.”
Pada acara pengukuhan tersebut, Kang Agus Nasrullah selaku Ketua Panitia Haul Buntet 2014, memohon doa dan dukungan dari semuanya agar Haul Buntet 2014 ini berjalan lancar dan sesuai harapan serta para Panitia mampu menjalankan amanah ini dengan Ikhlas sesuai pesan Sesepuh, Kiai Nahdudin Royandi Abbas. Beliau juga menyampaikan bahwa berdasarkan kesepakatan Para Kiai dan Pengurus Yayasan, Haul Buntet tahun 2014 insya Allah diadakan tanggal 5 April 2014, hanya beberapa hari sebelum penyelenggaraan Pemilu Legislatif.
Menanggapi pernyataan dari Kang Agus, Kiai Adib dalam sambutannya selain bercerita tentang sejarah Haul Buntet, beliau juga mewanti-wanti kepada semua yang hadir bahwasanya Buntet tidak pernah menentukan sikap untuk mensukseskan salah satu pihak dalam Pemilihan Umum termasuk dalam Pemilihan Bupati Cirebon yang sebentar lagi akan diselenggarakan.
Haul Buntet telah melakukan perjalanan yang panjang dari zaman Kiai Abdul Jamil hingga sampai di masa kita, kita lah yang akan membuat perjalanannya akan terus berlangsung sejauh mungkin, sampai tiba di anak-cucu kita.

Tasyakur dan Pembubaran Panitia Haul 2013

Tasyakur dan Pembubaran Panitia Haul 2013

Posted by Unknown  |  at  7:20 AM


Sabtu, 13 April 2013 Panitia Haul Almarhumiin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren tahun 2013 mengadakan pembubaran dan Tasyakur atas rampungnya semua tugas. Acara yang diadakan di Gedung Guest House Buntet Pesantren ini tidak hanya dihadiri oleh seluruh Panitia Haul tetapi juga Sesepuh dan Para Kiai Pondok Buntet Pesantren, serta Pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI), para Kepala Madrasah serta Unit-unit/Lembaga-lembaga yang berada di naungan YLPI.
Dalam acara tersebut juga disampaikan laporan Panitia Haul oleh Ketua Panitia, Kang Ahmad Syauqi Khowas, S.Pdi (Kang Ugi). Kang Ugi mengucapkankan puji syukur bahwa Haul tahun ini berjalan lancar tanpa kendala yang begitu berarti. Beberapa agenda rutin tetap dipertahankan dari mulai Bahsul Masail Diniyah, Pengobatan Gratis, Khitanan Massal, Semaan Al qur’an, dan tentunya Tahlil serta Pengajian Umum. Selain itu, ada Itsbat atau Nikah Massal yang menjadi bagian dari acara Haul tahun 2013. Mengawali dan menutup laporannya, Kang Ugi menyampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Haul tahun ini.
KH. Nahdudin Royandi Abbas
Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH. Nahdudin Royandi Abbas yang rawuh, dalam sambutannya menyampaikan,  “Kami tidak membubarkan Panitia Haul tetapi mengembalikan mereka kepada Masyarakat Buntet Pesantren”. Beliau juga menyampaikan penghargaan serta terimakasih kepada para Panitia yang telah bekerja luar biasa dalam menyelenggarakan Haul tahun 2013, Beliau juga meminta kepada semua Panitia Haul tahun 2013 untuk terus terlibat aktif dalam Haul tahun berikutnya. Lalu Beliau berpesan kepada semua hadirin untuk bersama-sama berperan dalam membangun Buntet secara ikhlas, jujur, sabar, dan tawadlu serta kembali “merangkul” desa-desa/kampung-kampung sekitar Buntet. Selain itu, Beliau meminta kepada semua elemen Buntet Pesantren untuk terus meningkatkan pelayanan dan kemandirian.
Di akhir sambutannya, KH. Nahdudin Royandi Abbas menyampaikan hasil “fit and proper test” yang telah dilaksanakan untuk menentukan Ketua Panitia Haul selanjutnya. Beliau memberi amanah Ketua Haul Almarhumiin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren tahun 2014 kepada Kang Agus  Nasrullah, SH.
Acara yang dimulai dari pukul 20.00 ini diakhiri dengan pembacaan Doa oleh Kiai Abdullah Syifa Akyas dan “daharan” bersama.
Selamat kepada Panitia Haul Almarhumiin Sesepuh dan Waraga Pondok Buntet Pesantren tahun 2013 yang telah berusaha sebaik dan semaksimal mungkin dan selamat kepada Kang Agus atas amanah yang diterimanya, kami semua akan bersama-sama  untuk terus Khidmat kepada Buntet Pesantren dan Para Masyayikhnya.

Foto Dokumentasi Haul 2013

Foto Dokumentasi Haul 2013

Posted by Unknown  |  at  11:20 AM

Copyright © 2013 Blog Backup Buntet Pesantren. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top