Showing posts with label feature. Show all posts
Showing posts with label feature. Show all posts

KH. Lutfi El-Hakim bin KH. Fuad Hasyim Wafat

KH. Lutfi El-Hakim bin KH. Fuad Hasyim Wafat

Posted by Unknown  |  at  7:19 PM





Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun,
Telah Wafat KH. Lutfi El-Hakim bin KH. Fuad Hasyim, Buntet Pesantren Cirebon. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah Buntet Pesantren.
Semoga Allah menerima segala amal ibadah beliau dan menghapuskan segala kesalahan beliau. Kepada segenap alumni untuk bisa menyelenggarakan sholat ghaib di wilayahnya masing-masing.

Beliau wafat pada sekitar pukul 00.00 dinihari tadi di Rumah Sakit Harapan Kita, Jenazah KH.Lutfhi Elhakim Insya Allah akan di sholatkan ba'da dzuhur di Masjid Jami Buntet Pesantren. Untuk para santri,alumni Dan masyarakat semuanya, dimohon untuk bersama memberikan doa dan mengantarkan beliau ke peristirahatan terakhirnya.

Dimohon kepada segenap alumni untuk bisa menyelenggarakan sholat ghaib di wilayahnya masing-masing. Semoga Allah menerima segala amal ibdah beliau dan menghapuskan segala kesalahan beliau. dan dimohon ziyadah do'a untuk beliau dan semoga keluarga beliau diberikan kesabaran. Allahummaghfirlahu, Warkhamhu, Waafihi, Wa'fuanhu. Amin Ya Robbal Alamin. Al-Fatihah.

~ Mohon disebarkan, Terima Kasih



Masih Bocah sudah Mempunyai Karomah

Masih Bocah sudah Mempunyai Karomah

Posted by Unknown  |  at  7:29 PM


Sewaktu masih kecil, seumuran anak-anak yang suka telanjang dan bermain layang-layang, Kyai Abbas justu sudah dibiasakan untuk selalu mengaji (belajar) termasuk setiap meminta uang jajan kepada ayahandanya, Kyai Abdul Jamil harus memenuhi syarat yang diberikan. Waktu itu Kyai Abbas kecil harus membacakan nadzam Maqshud (riwayat lain Alfiyah) dengan hafalan di hadapan ayahnya. Dengan segera Kyai Abbas kecil pun membacakannya dengan hafalan di luar kepala, semuanya tanpa tersisa dan tanpa terlewat satu bait pun. Bercampur heran dan takjub, akhirnya uang jajan pun selalu diberikan oleh Kyai Abdul Jamil jika Kyai Abbas kecil meminta.

Waktu demi waktu berlalu, Kyai Abbas yang masih relatif kecil mengutarakan keinginannya kepada sang ayah untuk mondok. Meski ayahnya sendiri adalah seorang Kyai yang alim dan mengajar ke para santri, namun anggapan bahwa belum dikatakan mondok karena belajar kepada orangtuanya sendiri membuat Kyai Abbas yang masih kecil mantap untuk pergi mondok, beliau merasa ingin mencari ilmu dan bertabarruk kepada para Kyai dari pondok-pondok yang lain.

Karena desakan yang besar dari anaknya, akhirnya KH. Abdul Jamil mengabulkan: “Yawis lamon arep mondok, pamita Sira maring dulur ira ning Masjid Agung Cirebon,” Ya sudah kalau kamu ingin mondok, mintalah restu kepada kerabatmu yang ada di Masjid Agung Keraton Cirebon.

Dengan langkah tegap, tatapan tajam ke depan, Abbas kecil berjalan kaki menyusuri rel kereta api berangkat pagi dari rumahnya menuju Masjid Agung Cirebon. Hari itu adalah hari Jum’at. Tepat pukul 12 siang kurang 10 menit, bedug Masjid Agung Cirebon pun berbunyi bersamaan dengan datangnya Kyai Abbas kecil.

Salah seorang habib yang merupakan imam dan khathib Masjid Agung tersebut pun berteriak: “Heh... sapa kuh sing wani-wani nabuh bedug, kurang 10 menit!” Siapa yang berani-beraninya menabuh bedug, (padahal waktu masuk shalat) kurang 10 menit!

Tak ada satu pun jamaah yang hadir yang menjawab, karena memang tidak ada yang merasa menabuh bedug, habib itu pun bertanya di hadapan jamaah: “Siapa saja orangnya yang masuk masjid bersamaan dengan bunyi bedug tadi, suruh dia menghadap saya.”

Para jamaah pun saling menoleh, tidak ada yang merasa masuk masjid berbarengan dengan bedug berbunyi. Tapi salah seorang dari mereka memberanikan diri untuk menjawab: “Maaf, Habib. Ada satu orang yang dimaksud, tapi dia cuma anak kecil, kulitnya hitam, nampak lusuh dan pakaiannya tidak rapi.” 

“Bocah cilik gan bagen,” Biarin, meskipun anak kecil! Jawab sang habib.

Akhirnya Kyai Abbas kecil pun diminta menghadap sang habib, dan ia ditanya: “Sira kuh sapa, sing endi?” Kamu itu siapa dan berasal dari mana?

Dijawab dengan tegas ala anak kecil: “Kula Abbas, putrane Abdul Jamil Buntet.” Saya Abbas, putranya Abdul Jamil Buntet.

Langsung saja sang habib merangkulnya sembari menangis, dan berkata: “Masya Allah, sira kuh arane Abbas, putrae Kyai Abdul Jamil Buntet? Sedulur isun?!” Masya Allah, kamu Abbas putranya Kyai Abdul Jamil Buntet? Keluarga saya?!

Akhirnya Kyai Abbas kecil pun disuruh sang habib untuk naik mimbar, dan berkhutbah. Meski kecil, ia sudah sangat fasih berbicara di hadapan orang banyak. Berkhutbah dengan lancarnya bak khathib yang sudah sangat berpengalaman.

Ada kemungkinan bedug masjid yang berbunyi sendiri itu, sebagai pertanda dan penyambutan ada tamu orang yang besar, KH. Abbas bin KH. Abdul Jamil Buntet. “Mungkin yang menabuh bedug dan menyambut itu adalah para malaikat,” tutup pamandaku, Bapak Ridhwan salah satu santri Buntet Pesantren, mengakhiri kisahnya.

KH. Abbas Abdul Jamil adalah putra sulung dari pasangan KH. Abdul Jamil dan Nyai Qari’ah. Kyai Abdul Jamil memiliki putra-putra dari istri Nyai Qari'ah yang berakhiran “AS”; Kyai Abbas, Kyai Anas, Kyai Ilyas dan Kyai Akyas. KH. Abbas Abdul Jamil, atau orang lebih akrab menyebutnya Kyai Abbas, dilahirkan pada hari Jum’at 24 Dzulhijah 1300 H/1879 atau 1883 M di Desa Pekalangan, Cirebon dan wafat pada hari Ahad waktu Shubuh tanggal 1 Rabi’ul Awwal 1365 H/1946 M.

Dari Fanpage Facebook Kumpulan Foto Ulama dan Habib karangan Sya’roni As-Samfuriy, Tegal 12 Agustus 2014 Dengan beberapa penyesuaian. 
Mohon koreksinya jika ada kekeliruan dan/atau kekurangan


Halal Bihalal Bani Muta'ad

Halal Bihalal Bani Muta'ad

Posted by Unknown  |  at  6:29 AM

Buntet Pesantren, Jum’at, 8 Agustus 2014 – Sekumpulan pemuda dan pemudi Buntet yang merupakan keturunan (Bani) Kiai Mutaad bin Kiai Raden Muridin mengadakan Halal Bihalal. Seperti yang sudah kita sama-sama ketahui bahwa selepas Mbah Muqooyim, Pondok Buntet Pesantren diasuh oleh Mbah Mutaad yang tak lain merupakan cucu menantu dari Mbah Muqooyim. Mbah Mutaad adalah keturunan ke 17 dari Syekh Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati, namun Mbah Mutaad begitu menekankan kepada anak cucunya untuk rendah hati dan menanggalkan gelar kebangsawanan (Raden).

Image preview

Acara yang diinisiasi oleh Moh. Akmal Abbas S. dan kawan-kawan ini sukses mengumpulkan sekitar 80 orang yang notabene masih satu keluarga dan kelak akan meneruskan perjuangan para sesepuh pondok Buntet Pesantren khususnya Mbah Mutaad. Tujuan diadakannya acara tersebut adalah agar sesama zurriyah bisa saling mengenal dan terus menjaga hubungan silaturrahim.

Acara yang dimulai Ba’da Isya ini dihadiri oleh KH. Ade Nasihul Umam yang secara gamblang, detil dan runtut memaparkan dinamika Buntet dari masa ke masa serta peran Buntet Pesantren dalam mengembangkan Pondok-pondok lain, tercatat Pondok-pondok seperti Gedongan, Benda Kerep, Balerante Tebu Ireng, Lirboyo, dan lain-lain tidak terlepas dari ikhtiar beberapa Kiai dari Buntet Pesantren. Selain itu, KH. Ade juga menekankan bahwa Pondok Buntet yang sudah berdiri sejak zaman Pangeran Diponegoro lahir atau tepatnya pada tahun 1758 M bisa tetap bertahan sampai sekarang karena adanya harmoni atau kerjasama antara para Kiai sepuh dan generasi muda. Beliau mencontohkan semasa LPI (sekarang YLPI) dipimpin oleh KH. Junaedi Anas, KH. Junaedi Anas dan para Kiai sepuh saat itu dibantu dan disokong betul oleh para Kiai muda seperti KH. Maufur, KH. Zuhdi, KH. Hisyam Mansyur, dan lain-lain. Oleh karena itu, peran generasi muda Buntet Pesantren khususnya yang hadir pada acara tersebut begitu diharapkan demi kebaikan ma’haduna, Ma’had Buntet Pesantren, tambah KH. Ade.

Meski malam sudah semakin larut, selepas pemaparan sejarah Buntet oleh KH. Ade, sejumlah orang yang tengah berkumpul di ruang pertemuan YLPI Buntet Pesantren masih antusias mendengarkan motivasi dari KH. Salman. KH. Salman menyampaikan sebuah cerita yang mengandung pesan moral bahwa tidak akan menyelesaikan masalah kalau kita hanya bisa berbicara atau menggerutu kesana kemari, yang dibutuhkan adalah action bersama agar masalah tersebut bisa selesai dengan cepat. KH. Salman juga mendorong agar semua yang hadir kelak akan melanjutkan dan menghidupkan kembali Ikatan Keluarga Asrama Pondok Buntet Pesantren yang akan mengadakan Musyawarah Besar pada pekan depan.



Sebelum acara diakhiri dengan foto bersama dan salam-salaman, KH. Nahdudin Royandi Abbas yang sudah rawuh di tengah-tengah peserta sejak awal acara berpesan agar para keturunan Kiai Mutaad agar Tawadlu. Menurut KH. Nahdudin, tawadlu kepada siapapun jaminannya adalah siapapun juga akan tawadlu atau hormat kepada kita. Selain berpesan agar tawadhu, KH. Nahdudin juga menantang semua yang hadir agar bisa lebih baik dari beliau. Beliau telah membuktikan bahwa beliau mampu “menaklukkan” dunia, berkelana dari mulai Timur Tengah sampai di London, Inggris dengan tujuan untuk belajar, belajar, dan terus belajar. Beliau juga berharap bahwa acara tersebut akan diadakan kembali di masa mendatang dan kelak Beliau akan menceritakan pengalaman-pengalamannya selama Beliau melanglangbuana ke berbagai tempat di belahan dunia.

Seusai foto bersama dan salam-salaman, diadakan diskusi yang intinya untuk menguatkan komitmen bersama bahwa IKAPB adalah tanggung jawab kita bersama, begitupun dengan Pondok yang sudah hidup ratusan tahun ini adalah menjadi ladang tempat kita berjuang bersama. Bismillah . . .

Hukum Pajak dalam Perspektif Islam oleh KH. Tb. Ahmad Rifqi Chowas

Hukum Pajak dalam Perspektif Islam oleh KH. Tb. Ahmad Rifqi Chowas

Posted by Unknown  |  at  9:30 PM

Pada Halaqoh Perpajakan kemarin, KH. Tubagus Ahmad Rifqi Chowas memaparkan tulisannya yang berjudul “Hukum Pajak dalam Perspektif Fikih”. Menurut beliau, secara etimologi, pajak dalam islam dikenal dengan istilah Al-Dharibah atau biasa disebut Al-Maks yang artinya adalah pungutan yang ditarik dari rakyat oleh para penarik pajak, sedangkan secara istilah, menurut para ahli keuangan, pajak ialah kewajiban yang ditetapkan terhadap wajib pajak, yang harus disetorkan kepada Negara. Pajak berbeda dengan Jizyah (upeti yang harus dibayarkan ahli kitab kepada pemerintahan islam), Kharaj(pajak bumi yang dimiliki oleh Negara Islam), dan ‘Usyur (Bea cukai bagi para pedagang non muslim yang masuk ke Negara Islam) walaupun semuanya tampak memiliki kemiripan.

Menurut jumhur ulama, menyatakan bahwa pajak boleh diambil dari kaum muslimin, jika memang negara sangat membutuhkan dana. Untuk menerapkan kebijaksanaan inipun, negara tetap harus memenuhi terlebih dahulu beberapa syarat. Diantara para ulama yang membolehkan pemerintahan islam mengambil pajak dari kaum muslimin adalah Imam Al-Juwaini dalam kitab Ghiyats Al-Umam fi Al-tiatsi Al-Zhulami, Imam Al-Ghazali di dalam kitab Al-Mustshfa, Imam Asy-Syatibi di dalam Al-I’tishom, dan beberapa ulama lainnya.
Diperbolehkannya memungut pajak menurut para ulama tersebut di atas adaah alasan utamanya untuk mewujudkan kemaslahatan umat karena dana pemerintah tidak mencukupi untuk membiayai berbagai “pengeluaran” yang jika pengeluaran tersebut tidak dibiayai maka akan timbul kemudharatan sedangkan mencegah kemudharatan adalah suatu kewajiban sebagaimana kaidah ushul fiqih : Ma layatimmu al-wajibu illa bihi fahuwa wajibun (suatu kewajiban jika tidak sempurna kecuali dengan sesuatu maka sesuatu itu hukumnya wajib).

Dalil-dalin syar’i lainnya yang menjadi argumentasi para ulama yang memperbolehkan memungut pajak adalah sebagai berikut :

1.         Firma Allah Ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat 177
2.        Adanya kaidah-kaidah umum hukum syara’ yang membolehkan, seperti : Mashalih Mursalah (atsa dasar kepentingan), kaidah mencegah mafsadat itu lebih diutamakan daripada mendatangkan maslahat, kaidah lebih memilih mudharat yang menimpa individu atau kelompok tertentu daripada mudharat yang menimpa manusia secara umum.
3.       Pada dsarnya, tidak ada kewajiban atas harta kekayaan yang dimiliki seorang muslim selain zakat namun jika datang kondisi yang menuntut adanya keperluan tambahan (darurat), maka akan ada kewajiban tambahan lain berupa pajak (dharibah). Pendapat ini sebagaimana yang dikemukana oleh Al-Qadhi Abu Bakar Ibnu Al-Arabi, Imam Malik, Imam Qurtubi, Imam Asy-Syatibi, Mahmud Syaltut, dan lain-lain

Adapun hakikat pajak, terutama yang membedakannya dengan zakat diungkapkan oleh M. Yusuf Qardhawi, yaitu sebagai berikut :

1.         Istilah pajak (Dharibah) diambil dari kata dharaba, yang artinya utang, upeti, dan sebagainya yang tak lain merupakan sesuatu ang mesti dibayar, sesuatu yang menjadi beban.
2.     Pajak merupakan kewajiban dari Negara untuk kemaslahatan umum dan tidak ada hubungan dengan makna ibadah dan pendekatan diri terhadap Allah.
3.  Batas nisab dan ketentuan pajak tergantung pada kebijaksanaan dan kemampuan penguasa baik mengenai objek, persentase, harga, dan ketentuan.
4.      Pajak tidak memiliki sifat yang tetap dan terus menerus baik mengenai jenis, persentase, dan kadarnya semuanya ditetapkan pemerintah melalui pertimbangan para ahli (cendekia).
5.  Pajak dikeluarkan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum negara dan pengaturannya ditetapkan oleh penguasa (pemerintah).
6.         Pajak dipungut oleh Negara dari wajib pajak.
7.      Tujuan pajak ialah untuk menghasilkan pembiayaan (uang) untuk mengisi kas negara demi mencapai tujuan ekonomi dan sosial tertentu.

Para ulama yang membolehkan pemerintahan islam memungut pajak dari kaum muslimin meletakkan beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, syarat-syarat tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

1.         Negara komitmen dalam penerapan syariat islam.
2.         Negara sangat membutuhkan dana untuk keperluan maslahat umum.
3.         Tidak ada sumber lain yang bisa diandalkan oleh negara baik dari zakat, jizyah, al-usyur, dan lain-lain.
4.         Harus ada persetujuan dari para ulama dan tokoh masyarakat.
5.         Pemungutan dan distribusinya harus adil dan merata.
6.         Sifatnya sementara dan tidak terus menrus.
7.         Harus dihilangkan terlebih dahulu pendanaan yang berlebihan dan hanya mengahamburkan uang negara saja.

8.         Besarnya pajak harus sesuai dengan kebutuhan yang mendesak pada waktu itu saja.

Kiat Menanggulangi Kecanduan Narkoba Secara Spiritual

Kiat Menanggulangi Kecanduan Narkoba Secara Spiritual

Posted by Unknown  |  at  2:13 PM

Oleh H. Tb. Ahmad Rifqi Chowas

Dalam pandangan hukum Islam, pada awalnya, jenis narkoba seperti ecstasy, putaw, shabu-shabu, morphin, dan semacamnya belum dikenal, kecuali hanya istilah hasyisy. Oleh karena itu, yang banyak diperbincangkan seputar hukumnya adalah mengenai hasyisy, kalau hasyisy dihukumkan haram, maka ecstasy, shabu-shabu, putaw, morphin, dan yang semacamnya juga haram, karena benda-benda tersebut merupakan bagian atau sama dengan narkotika.

Namun, lebih lanjut dalam istilah fiqih kontemporer dikenal dengan istilah “al mukhaddirat” yang berarti narkotika, (Inggris:narcotics). Menurut Syekh Wahbah al-Zuhaili Narkoba adalah segala sesuatu yang membahayakan tubuh dan akal (kullu maa yadhurru al-jism wa al-‘aql).

Syekh Nashr bin Muhammad bin Ibrahim as-Samarqandy dalam kitab “Tanbiihul Ghafilin” menjelaskan, paling tidak ada 10 keburukan Narkoba antara lain: seperti orang gila dan menjadi bahan ketawaan anak-anak; menghabiskan harta dan meng­hancurkan akal; memicu per­musuhan antara saudara dan te­man sendiri; dan menghalangi seseorang mengingat Allah dan mendirikan shalat.

Bahaya narkoba bagi kesehatan memang banyak sekali, berbagai penyakit dan kecanduan serta disfungsi berbagai organ tubuh yang mematikan siap mengintai. Antara lain narkoba merusak fungsi otak; merusak fungsi hati; berbahaya bagi paru-paru, jantung dan alat reproduksi; serta dapat merusak fungsi syaraf. 

Cara Menghindari Narkoba
Beberapa tips yang bisa digunakan untuk menghindari narkoba seperti dikutip dari Humas Polda Metro Jaya :
  1. Jangan pernah mencobanya, walaupun untuk iseng atau untuk alasan lain, kecuali perintah dokter/alasan medis.
  2. Kuatkan iman, mantapkan pribadi, pakailah rasio (pemikiran, pertimbangan) lebih banyak dari pada emosi.
  3. Jangan menghindar dari problem, tetapi hadapi dan atasi persoalan sampai tuntas, bila tak mampu konsultasi pada ahli.
  4. Pilihlah pergaulan yang aman jangan yang berbahaya.
  5. Pilih kegiatan yang sehat, tak merugikan diri sendiri ataupun orang lain, ikutilah klub olah raga, organisasi sosial. Lakukan hobi bersama teman dan keluarga.
  6. Gunakan waktu dan tempat yang aman, jangan keluyuran malam-malam. Bersantailah dengan keluarga, berkaraoke, piknik, makan bersama, masak bersama, beres-beres bersama nonton bersama keluarga.
  7. Selalu berusaha menjadi pribadi yang baik, bertindak positif, bertanggungjawab, jadilah figure/sosok yang diteladani.
  8. Berusahalah “saling mendengar”, saling mengingatkan dan saling memaafkan agar semakin mendewasakan pribadi masing-masing.
  9. Buatlah keluarga, rumah tangga, menjadi tempat yang paling menyenangkan, paling menenangkan sehingga membuat “betah” tinggal bersama “sahabat”.
  10. Selalu ingatkan, bahwa ancaman hukuman untuk penyalah guna Narkoba, apalagi bagi pengedar Narkoba adalah Lembaga Pemasyarakatan.
  11. Ingatkan bahwa Narkoba akan merusak kerja otak, susunan syaraf pusat, merusak ginjal, lever dan sebagainya.
Lebih baik mencegah daripada harus mengobatinya. Karena untuk proses pengobatan dan penyembuhan tidaklah mudah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Penanggulangan Kecanduan Narkoba Secara Spiritual 
1. Muraqabah
    Muraqabah berarti kewaspadaan konteplatif dan perenungan kontenplatif. Jadi muraqabah adalah konsetrasi penuh, waspada, dengan segenap kekuatan jiwa, pikiran dan imajinasi serta pemerikasaan yang denganya sang hamba dapat mengawasi dirinya sendiri dengan cermat. Dalam muraqabah manusia akan selalu merasa dimanapun dia berada maka dia akan selalu merasakan kehadiran Allah.
    Dengan begitu melalui jalan muraqabah maka pecandu dapat disembuhka, karena dalam muraqabah pecandu dapat dibimbing untuk melakukan kontemplasi, sehingga dia dapat brkonsentrasi penuh untuk melakukan pemeriksaan terhadap dirinya dan apa yang dilakukannya. Dengan dibimbing mengunakan cara muraqabah ini maka pecandu akan dapat dipastikan secara beragsur-angsur akan dapat disembuhkan, karena dia dapat mengawasi dirinya. Karena pecandu selalu merasakan kehadiran Allah, maka ia akan selalu merasa bersalah atas dosa yang telah ia lakukan, sehingga ada keinginan untuk meninggalkan. Dari perasaannya ini dia akan semakin kuat keinginanya untuk sembuh.

    2. Muhasabah
    Muhasabah merupakan kata Arab yang berasal dari suatu akar yang mencakup konsep-konsep, sperti menata, perhitungan, mengundang untuk melakukan perhitungan, mengenapkan dan menetapkan seseorang untuk bertangung jawab. Jadi Muhasabah dapat juga diartikan sbagai menghitung, tata buku, dan dalam teologi dan tasawuf disebut sebagai pemeriksaan kesadaran. Implementasi muhasabah adalah tobat kepada Allah, tobat didahului oleh muhasabah.

    Dengan jalan muhasabah maka pecandu akan dapat disembuhkan, karena dalam muhasabah ini pecandu akan dibimbing bagaimana cara memunculkan kesadarnya dalam dirinya bahwa apa yang dia lakukan yaitu menggunakan narkoba adalah suatu kesalahan besar. Dengan munculnya kesadaranya maka dia akan tahu bahwa betapa besarnya nikmat Allah yang dia dapatkan, sehingga dia secara bertahap dapat disembuhkan.

    Kesadaran akan nikmat Allah yang maha luas akam membuat pecandu tersebut makin menyadari kesalahanya, sehingga ada usaha untuk tidak melakukannya lagi. Di dalam muhasabah ini pecandu harus juga dibantu denga doa dan dzikir untuk memberikan aura positif dengan asma Allah, dan merasakan diri kita rendah di hadapan Allah.

    3. Tafakur
      Tafakur berarti teringat, terkenang, refleksi atau perenungan tentang sesuatu. Tafakur berkaitan dengan nama-nama Allah, bukan zatnya karena akar seluruh wujud adalah nam-nama Allah yang maha indah.Tafakur juga dapat dikatakan merenugkan ciptaan Allah, kekuasaan-Nya yang nyata dan tersembunyi serta kebesarn-Nya diseluruh langit dan bumi. Tafakur mengenai nikmat Allah akan mendorong kita untuk selalu mensyukuri dan menyibukkan diri dengan ibadah dan amal soleh sebagai wujud cinta kita kepada Allah, sehingga tidak ada lagi pikiran untuk menggunakan narkoba.
      Kita juga dianjurkan untuk tafakur supaya kita tidak lalai akan mendorong kita untuk selalu beribadah takut meninggalkan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semakin menigkatnya ibadah kita kepada Allah maka semakin menyebuhkan kecanduan terhadap narkoba. Tafakur juga dapat meningkatkan sifat zuhud kepada dunia dan kecintaan kepada akhirat. Dengan zuhudnya kita kepada dunia makan kita akan semakin dekat dengan Allah, dan memulai dengan kehidupan spiritual yang baru. Tafakur juga dapat di gabung dengan doa, wirid, muhasabah, zikir, uzlah dan lain-lain.

      4. Dzikir
        Dzikir berarti mengingat, menyebut, mengucapkan, mengagungkan dan menyucikan Allah dengan mengulang salah satu naman-Nya atau kalimat keagunganya. Dzikir adalah menyebut Allah dengan membaca tasbih (Subhanallaah), membaca tahlil (Laa ilaaha illallaah), membaca tahmid (Alhamdulillaah), membaca taqdis (Qudduusun), membaca takbir (Allaahu Akbar), membaca haugalah (Laa haula wala quwwata illaa billah), membaca hasabalah (Hasbiyallaah), membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim), membaca Al Qur'anul Karim dan membaca doa-doa yang mat'sur (yang diterima atau yang bersumber) dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

        Dinamakan dzikir, mengerjakan segala tugas agama yang diwajibkan Allah dan menjauhi segala larangan yang sudah diperintahkan-Nya hamba untuk meninggalkannya. Karena itu membaca Al-Qur'an, mempelajari Al-Hadits, mempelajari ilmu-ilmu agama, melaksanakan shalat tathawwu' dinamakan juga dzikir. Yang dikehendaki dengan sebutan lidah (berdzikir dengan lidah) ialah, menyebut kata-kata yang menunjuk kepada tasbih (mensucikan Allah), kepada tahmid (memuji Allah), kepada tamjid (memuliakan/membesarkan Allah). Adapun yang dimaksud dengan ingatan hati ialah, memikirkan dalil-dalil tentang adanya Allah, dalil-dalil sifat-Nya, dalil-dalil perintah dan larangan-Nya, untuk diketahui hukum-hukum dan rahasia-rahasia ang tersembunyi dalam penciptaan alam ini.

        Yang dikehendaki dengan dzikir anggota, ialah mempergunakan segala anggota untuk melaksanakan ketaatan (dengan segala bentuk/manifestasinya). Itulah sebabnya maka shalat Juma'at di dalam Al-Qur'an dinamakan dzikrullah. Dzikir kepada Allah itu bukan hanya lafazh yang dilafazhkan dengan lidah saja, tetapi kesadaran yang terdapat di dalam hati dilafazhkan atau tidak dilafazkan dan merasa dengan Allah dan wujudNya. Kesadaran dan perasaan yang demikian menimbulkan kesan atau pengaruh yang membawa kepada ketaan pada batasnya yang paling dekat. Maka dengan dzikir itulah kita akan dapat mengembalikan kesadaran, maka sangatlah cocok untuk terapi pecandu narkoba karena dengan dzikir pecandu akan bias kembak kesadaranya. Dalam dzikir yang disebut-sebut adalah nama Allah dan kalimat yang baik akan membantu kesadaranya serta Allah-pun ikut membantu karena namanya selalu di sebut.

        5. Doa
          Doa berarti permintaan atau permohonan, yaitu manusia kepada Allah untuk mendapatkan kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat. Doa merupakan kesempatan manusia untuk mencurahkan hatinya kepada Allah, menyatakan kerinduan, ketakutan dan kebutuhan manusia kepada Allah.

          Doa berperan dalam kesembuhan, karena Doa yang banyak diartikan sebagai dialog, penyerahan, dan permohonan tulus kepada Allah, penting dilakukan supaya terjadi sinergi yang melibatkan Allah, pecandu, penyembuh, dan ilmu pengetahuan demi kesembuhan total. Keadaan psikologis yang tidak normal akibat kecanduan narkoba merupakan faktor sangat penting untuk diatasi dalam proses penyembuhan.

          6. Uzlah
            Uzlah adalah mengasingkan diri, yaitu mengasingkan diri dari pergaulan dengan masyarakat yaitu menghindari maksiat dan kejahatan serta melatih jiwa dengan ibadah, zikir, doa, dan tafakur tentang kebesaran Allah dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Uzlah dilakukan untuk memperoleh kejernihan tentang diri dan masyarakat sekitar, sehingga kita tidak terlibat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu kita akan mampu merenung tentang diri dan masyarakat secara jujur. Uzlahyang didefinisikan dengan “Al-Tafarruq ‘an al-Khalqi” (memisahkan diri dari mahluk lain), ketika pecandu ingin disembuhkan maka dia harus di pisahkan dari dunia narkoba agar dia tidak lagi menggunakan narkoba kembali.

            Pemisahan diri ini bertujuan untuk untuk menjauhkan mata rantai narkoba tersebut agar tidak menggubakan kembali. Setelah kita membahas tentang definisi uzlah, dapatlah ditarik kesimpulan hubungannya dengan penyembuhan kecanduan narkoba. Dalam uzlah ini kita mengasingkan diri untuk mendekatkatkan diri kepada Allah, dengan berdzikir dan berdoa memohon kepada Allah. Semakin banyak kita memohon kepada Allah maka kecanduan yang di rasakan oleh pecandu akan hilang secara perlahan. Karena tubuh kita apabila semakin banyak kita menyebut kalimat yang baik maka akan ada respon positif dari tubuh kita agar bisa sembuh secara spiritual.

            H. Tb. Ahmad Rifqi Chowas, Pengasuh Pesantren Daarussalam, Buntet Pesantren Cirebon

            Siswa MANU Putra Menjaga Tradisi Ilmu Falak

            Siswa MANU Putra Menjaga Tradisi Ilmu Falak

            Posted by Unknown  |  at  5:20 AM

            Senin dan Selasa, 27 dan 28 Januari 2014 para siswa dan beberapa alumni Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Putra Buntet Pesantren yang tergabung dalam Komunitas Falak MANU Putra Buntet Pesantren mengadakan Pelatihan Ilmu falak yang bertajuk “Menghidupkan Kembali Khazanah Keilmuan Falak”.

            Ilmu falak sendiri merupakan ilmu yang mempelajari peredaran matahari dan bulan dalam kaitannya dengan ibadah. Oleh karena itu, ilmu tersebut sangatlah penting untuk dipelajari para pelajar, terutama para santri. Oleh karena itu, MANU Putra mewajibkan para siswa yang berjurusan syari’ah untuk mempelajarinya. Bagi yang selain jurusan syari’ah, MANU Putra menganjurkan para siswanya untuk mengikuti ekstrakurikuler Komunitas Falak MANU Putra Buntet Pesantren yang dibimbing langsung oleh KH. Ahmad Manshur, S.Ag.
            Salah satu pemateri
            dari IAIN Walisongo Semarang
            Pelatihan tersebut diadakan berdasarkan kondisi saat ini, saat ilmu falak sudah sangat jarang sekali dipelajari oleh kalangan pelajar bahkan santri, karena itu dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan dapat menjaga khazanah keilmuan falak. 

            Bertindak sebagai pembicara pada pelatihan ini adalah para mahasiswa pilihan dari jurusan Islamic Astronomy, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang.

            Peserta antusias memperhatikan
            salah satu alat
            Dalam laporannya, ketua Panitia, Panji Ahmad menyampaikan bahwa acara ini dipersiapkan secara intensif selama setengah bulan , siswa kelas XII Syari’ah MANU Putra Buntet Pesantren dengan peserta yang terdiri dari seluruh siswa jurusan syari’ah MANU Putra, siswa berprestasi dari tiap kelas, dan siswa dari beberapa sekolah (madrasah) di lingkungan Buntet Pesantren. Tercatat ada 35 peserta dari jurusan syariah MANU Putra dan 42 peserta dari jurusan yang lain serta sekolah-sekolah lain.

            Bahkan Bapak Kepala Sekolah
            turut serta
            Dalam sambutannya, H. Ade M. Nasih, Lc. menyampaikan bahwa banyak alat yang digunakan untuk membantu penghitungan ilmu falak namun Buntet Pesantren masih banyak berkutat dengan yang manual dan klasik seperti rubu' mujayyab (kuadran), bencet, dan sebagainya sehingga dengan adanya pelatihan ini diharapkan siswa lebih terampil menggunakan alat-alat yang lebih canggih dan mutakhir agar tidak ketinggalan.

            "Dengan pelatihan ilmu falak ini, berharap akan tercapai kaidah fiqhAlmuhafadzatu 'alal qadim assalih, wal akhdzubil jadidil ashlah, mempertahankan alat-alat klasik yang baik dan mengambil alat-alat yang baru yang lebih baik.", ujar KH. Wawan Arwani, M.A, dalam sambutannya sebagai Ketua I Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren.

            K. Ahmad Manshur, S. Ag, K. Wawan Arwani,
            H. Ade M. Nasih beserta Kepala Sekolah dan beberapa guru
            dari sekolah di lingkungan Buntet Pesantren
            Sebelumnya, KH. Ahmad Manshur, S.Ag, memberikan sambutannya sebagai pembimbing Komunitas Falak MANU Putra Buntet Pesantren. Beliau menyinggung Muhammadiyyah yang berbeda dengan ormas islam lain dalam menentukan awal dan akhir bulan Ramadan itu dimungkinkan karena keawaman mereka akan ilmu falak.

            Acara pembukaan pelatihan falak ini selain dihadiri pengurus YLPI Buntet Pesantren, juga Kepala-Kepala Madrasah di lingkungan Buntet Pesantren, ini menunjukkan Buntet Pesantren begitu mendukung upaya-upaya melestarikan khazanah keilmuan terutama keislaman yang sudah begitu mengakar di pondok Buntet Pesantren termasuk ilmu falak.

            Para Penerus jejak K. Imam
            Kita semua mungkin tidak akan lupa bahwa Buntet pernah punya seseorang yang sangat 'alim di bidang falak, beliau adalah K. Imam bin K. Abdul Mun'im bin K. Muta'ad, beliau bahkan konon sanggup menentukan jatuhnya sebuah daun yang masih segar tentunya dengan perhitungan falak. Salah satu warisannya yang insya Allah menjadi amal jariyah beliau adalah jadwal sholat "seumur hidup" yang masih dipakai sampai sekarang di Masjid Jami' Buntet Pesantren. Semoga dari pelatihan ini, kelak akan lahir para 'alim yang akan terus melanjutkan perjuangan K. Imam dan K. Ahmad Manshur.

            Wong Buntet Pesantren ning London

            Wong Buntet Pesantren ning London

            Posted by Unknown  |  at  1:03 AM

            Assalamualaikum War, Wab,

            Hi adik - adik semua,
             
            Sebelumnya, meskipun sudah lama dan terlambat, perkenankanlah saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014, mudah-mudahan tahun 2014 akan membawa apa-apa yang lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya, Amin. Tidak tahu kenapa, kalau udara dingin sekali itu, bikin saya malas sekali untuk menulis dan sekedar berfikir, untuk dikirimkan ke BuntetPesantren.org. Tapi, memang juga karena saya disable, maka mengetik saja hanya bisa dengan satu jari dan itupun sering salah, yang mungkin sering adik-adik temui kesalahan di tulisan saya ini, dan tulisan-tulisan saya yang sebelumnya.
             
            Sudah dua tahun ini, di London tidak turun salju yang tebal, seperti di tahun-tahun yang sebelumnya. Tapi meskipun demikian, udara sih tetap dingin, cuacanya ya hanya sampai 1 drajat celcius, tapi tidak sampai minus kalau siang sih, tapi kalau malam sih bisa sampai minus 3 drajat celcius. Meskipun cuacanya di siang hari tidak sampai minus drajat, tapi kalau ditambah dengan angin, rasanya dingin sekali serasa cuacanya itu minus 3 atau sampai minus 5 drajat celcius.
             
            Pada awal bulan Desember yang baru silam, di Buntet Pesantren kena musibah, dengan wafatnya dua orang yang berpengaruh di Buntet Pesantren, K H Akhmad Tijani dan kang Hajjah Ghumaesoh Abbas. Mudah-mudahan amal dan kebaikan mereka diterima oleh Allah s w t, dan segala kehilafan mereka, dapat diampuni juga oleh Allah s w t, Amin ya robbal 'alamin.  Seperti diketahui, juga pada minggu itu, Nelson Mandela meninggal. Di London acara penghormatan kepada Mandela, beberapa hari sebelum acara penguburannya, di tunjukkan secara langsung di BBC TV, SKY TV dan semua News TV. yang datang di acara itupun, dari Inggris saja, Perdana Menterinya, ketua dari partai buruh yang sekarang, bekas Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Gordon Brown, presiden Amerika Barack Obama,  bekas presiden Amerika George Bush, Bill Clinton bersama istrinya Hilary Clinton yang bekas Menteri Luar Negeri Amerika, juga bekas presiden Ameerika Jimmy Carter.
             
            Disamping mereka itu, juga datang hampir semua presiden dan Perdana Menteri dari negara-negara Eropa dan juga raja-raja dari beberapa negara, terutama dari negara-negara Afrika Asia dan Amerika Latin, malah Presiden Raul Castro dari Cuba, juga datang disitu. Itu menujukkan berapa besar dan dihormatinya Nelson Mandela itu,yang padahal Nelson Mandela itu hanya bekas Presiden South Africa. Sebelum penguburan jenazah Nelson Mandela, jenazahnya disemayamkan dulu selama dua hari di gedung Pemerintah, untuk semua rakyat baik dari South Africa sendiri, maupun dari mana saja untuk melihat jenazahnya dan memberikan penghormatan kepada Nelson Mandela terakhir. Antri mau masuk melihat jenazah Nelson Mandela itu panjang sekali, sampai katanya banyak yang tidak masuk saking banyaknya.
             
            Pada hari penguburannya, banyak juga orang-orang international yang datang, dari Raja, Ratu, Presiden dan Perdana Menteri juga orang-orang dari pengusaha-pengusaha Internasional, super model, penyanyi-pnyanyi terkenal seluruh dunia. serta orang-orang  dari International sport, seperti FIFA. Dari Inggris yang datang pada hari penguburannya ialah Prince Charles dan istrinya, sebagai wakil Ratu Elizabeth yang tidak bisa hadir karena sudah tua sekali, juga datang pengusaha besar Sir Richard Branson, yang punya antara lain Virgin Airline dan Virgin Media, penyanyi Bono dari band U2, dan super model Naomi Cambel.
             
            Nelson Mandela adalah satu-satunya orang international yang bukan orang Indonesia, yang justru mengadvertensikan produksi Indonesia. kemana-mana Nelson Mandela pergi. Nelson Mandela, selalu pakai baju batik produksi Indonesia kemana saja dia pergi. Malah menurut berita, Nelson Mandela itu dikubur dengan memakai baju kesayangannya batik bikinan Indonesia. Untuk itu, wajarlah kiranya, jika orang Indonesia juga ikut sedih dengan meninggalnya Nelson Mandela itu.
             
            Di Ingris sendiri, sebetulnya beberapa bulan yang lalu, Margaret Thatcher, bekas Perdana Menteri Inggris, waktu zaman Inggris perang melawan Argentina merebutkan kembali kepulauan Malvinas, atau kalau orang Inggris bilang Falkland Island, meninggal mendadak pada tanggal 8 April 2013, dengan berumur 87 tahun, waktu sedang minap di hotel Ritz. Acara waktu penguburannya, meskipun memang ditunnjukkan juga secara langsung oleh BBC TV dan TV News lainnya, tapi tidak sebesar dari acara Penghormatan dan penguburan Nelson Mandela.
             
            Nelson Mandela, adalah satu-satunya Presiden di Dunia, yang benar-benar menjalankannya demi kepentingan rakyatnya, dengan tidak mementingkan diri sendiri. Terbukti waktu dia habis masa jabatannya sebagai Presiden, dia tidak bersedia untuk dipilih lagi, meskipun waktu itu, rakyat South Africa sendiri masih mengharapkan untuk Nelson Mandela bersedia di pilih lagi jadi Presiden South Africa. Berapa banyaknya sekarang, orang-orang yang menjadi Presiden, yang oleh rakyatnya tidak disenangi lagi, tetap duduk jadi presiden dengan segala daya upayanya, malah kalau perlu, rakyat yang tidak senang kepadanya dibunuh, seperti di Syria. Sayangnya Nelson Mandela itu bukan orang Islam.
             
            Seperti apa yang sudah saya beritakan, di Scotland akan diadakan pemilihan untuk rakyatnya, apakah mau tetap jadi bagian dari United Kingdom, atau memisahkan sendiri, menjadi merdeka, menjadi negara sendiri. Pemilihan itu rencananya akan di adakan pada tanggal 18 September 2014, dimana rakyat Scotland akan memilih, apakah masih tetap menjadi bagian dari United Kingdom, atau memisahkan diri, menjadi negara sendiri. Seperti diketahui, United Kingdom itu terdiri dari Inggris, Scotland dengan ibu kotanya Edinburgh, Wales dengan ibu kotanya Cardiff dan Irlandia Utara dengan ibu kotanya Belfast. Meskipun seandainya nanti kalau rakyat Scotland memilih memisahkan diri dari United Kingdom, kepala negaranya sih masih tetap Ratu Elizabeth II, dan uangnya masih tetap mengunakan Pound-sterling. Jadi kira-kira kurang lebih sama dengan Australia dan Canada yang kepala negaranya juga masih Ratu Elizabeth II, hanya kalau Australia dan Canada mereka mempunyai mata uang sendiri.
             
            Itupun, kalau menurut opini kebanyakan orang sih, kebanyakan orang Scotland akan memilih tetap menjadi bagian dari United Kingdom. Banyak orang-orang Scotland yang dulu dan sekarangpun, menjadi Menteri dalam Pemerintahan United Kingdom. Bahkan menjadi Perdana Menteri United Kingdom, seperti Gordon Brown, dan Menteri Keuangannya Alistair Darling, yang juga sekarang jadi ketua panitia supaya rakyat Scotland memilih Scotland tetap menjadi bagian dari United Kingdom.
             
            Cukuplah sekian dulu, entar lain kali saya ajak adik - adik, untuk berjalan - jalan sekitar London.
             
            Wassalamualaikum War, Wab.

            Ghozy Mudjahid

            Rekaman Marhabanan Maulid Nabi 2014

            Rekaman Marhabanan Maulid Nabi 2014

            Posted by Unknown  |  at  9:55 PM

            Assalamu'alaikum Wr. Wb.

            Alhamdulillah setelah "berjuang" dengan kuota internet yang terbatas, akhirnya kami dapat mengunggah rekaman acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Agung Buntet Pesantren beberapa waktu yang lalu.

            File dari hasil rekaman mencapai 100 Mb, cukup besar memang. Karena itu kami sediakan dua pilihan, anda bisa langsung klik link "download" dan mendengarkannya di rumah, atau bisa juga didengarkan langsung dengan mengklik link "dengarkan".

            Sebelumnya kami memohon maaf apabila anda merasa terganggu dengan adanya iklan dan proses yang berbelit untuk mengunduh file ini. Karena rencananya 100% hasil dari iklan tersebut akan digunakan untuk kepentingan operasional Website Buntet Pesantren yang kita cintai ini.

            Kami akan jelaskan cara download file marhabanan ini.

            1. Klik tautan yang kami sediakan di bawah
            2. Di pojok kanan atas akan ada sebuah tombol berwarna abu-abu dengan tulisan "Loading..." dengan angka yang menghitung mundur
            3. Tunggu hingga tombol diatas berwarna jingga / orange dengan tulisan "Skip This Ad"
            4. Klik tombol di atas
            5. Akan muncul halaman baru. 
            6. Blok / seleksi tautan yang ada pada halaman tersebut lalu klik kanan
            7. Bagi pengguna Mozilla Firefox, kira-kira tampilannya seperti ini. Klik menu "Open Link" atau "Buka Tautan"

            8. Bagi pengguna Google Chrome kira-kira gambarnya seperti ini. Klik "Buka http://.." atau "Open http://..."
            9. Halaman download akan muncul. Anda bisa langsung klik tombol "download"
             
            Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
             
             -----------------------------------------------------------------------------------------------------------
            Link Download ==> http://ebc4b737.tinylinks.co

            Link Untuk Mendengarkan ==> http://46e86846.tinylinks.co


            Telah Meninggal Dunia Ny. Hj. Ghumaeso Binti KH. Mustamid Abbas

            Telah Meninggal Dunia Ny. Hj. Ghumaeso Binti KH. Mustamid Abbas

            Posted by Unknown  |  at  5:07 PM


            Innalillahi wainna ilaihi roji'un, telah berpulang ke rohmatulloh Ny. Hj. Ghumaeso Binti KH. Mustamid Abbas. Beliau adalah istri dari KH. Chowwas Nuruddin, ibunda KH. Tb. Ahmad Rifqi Chowwas Pengasuh Asrama Daarussalaam Buntet Pesantren.

            Semoga amal ibadah almarhumah diterima oleh Allah SWT, diampuni segala dosanya dan diberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Amin... Alfatihah.

            Jenazah Nyai Hajjah Ghumaisoh binti KH. Mustamid Abbas disemayamkan di Maqbaroh gajah ngambung,Buntet Pesantren.
            Beliau berputera 7 orang dan hidup tidak lepas dari Al Qur'an, mungkin sudah ribuan santriwati atau ada juga santriwan (saudara sendiri) yang mengkhatamkan Qur'an melalui bacaannya yang terkenal Fasih dan merdu...beliau juga pernah ngaji langsung kepada alm KH.Hasyim Manshur (hafidz Qur'an dan ahli qiro'at sab'ah),KH.Moh Zen, Nyai Asiyah binti KH Anas dan al maghfur lah Mbah Abd Wahab Hasbullah.

            Foto dan keterangan dari FB salah satu putra beliau, Kang Tb. Rifqi Chowas. Beliau disholatkan,diberi penghormatan terakhir di Masjid Jami Buntet Pesantren.

            ~Kepada para alumni diharap menyelenggarakan sholat ghoib di daerah masing-masing.



            TEMU GAGAS ALUMNI

            TEMU GAGAS ALUMNI

            Posted by Unknown  |  at  3:13 AM

            Buntet Pesantren merupakan salah satu pesantren yang termasuk dalam jajaran pesantren tertua di Indonesia, sudah tidak terhitung berapa ribu atau bahkan juta alumni -yang telah tercetak dan telah tersebar di beberapa pelosok nusantara dan bahkan penjuru belahan dunia- dari pesantren kita ini yang kini. 

            Karena itu, sebenarnya alumni secara kuantitas saja seyogyanya sudah menjadi potensi yang sangat bernilai yang dimiliki oleh Buntet Pesantren, belum lagi berbicara kualitas, namun seperti yang kita ketahui potensi alumni Buntet Pesantren ini sejauh ini masih kurang diberdayakan secara maksimal. 

            Oleh karena itu, kami sebagai bagian (kecil) dari Alumni Buntet Pesantren bermaksud menjejakkan langkah awal untuk mengoptimalkan potensi tersebut, agar para alumni kembali terhimpun sehingga potensinya bisa maksimal. Langkah awal ini akan kami wujudkan pada suatu acara yang bertajuk “Temu Gagas Alumni” yang selain bertujuan untuk memberdayakan potensi para alumni Buntet Pesantren, juga untuk menjaga tali silaturahmi antara keluarga besar Buntet Pesantren dengan para alumni.

            Secara garis besar, rencana konsep acara tersebut adalah sebagai berikut :
            Nama Acara : Temu Gagas Alumni
            Penyelenggara : Alumni Buntet Pesantren Seluruh Asrama tahun 70-90an
            Tempat : MAN Buntet Pesantren
            Tanggal : 26 Desember 2013
            Waktu : 08.00 WIB - Selesai
            Susunan Acara :
            1. Diskusi Alumni
            2. Seremonial
            - Pembukaan
            - Tahlil
            - Sambutan
            a. Atas nama Inisiator : Ust. Masrur
            b. Atas nama yayasan : KH. Adib Rofiuddin Izza
            3. Santunan kepada 100 anak yatim
            4. Penutup
            5. Temu kangen

            Tanpa bantuan dan dukungan dari semua pihak tentu acara ini akan “Jauh panggang dari api”.  
            Silakan menghubungi panitia dengan kontak :
            1. Hj. Dra. Bariroh 081 319 594 664
            2. H. Ajun Junaidi 081 213 411 301
            3. H. Drs. Saefuddin  081 324 527 771
            4. H. Agus Koesnara 081 383 347 701
            5. H. Drs. Masrur 081 398 127 900
            6. H. Abdul Aziz 085 315 678 333

            Selain tujuan-tujuan di atas, acara ini “Untuk pelengkap bangsa”, ujar Ust. Masrur, penggagas acara ini. Sekali lagi, mohon dukungan dan doa dari semuanya semoga acara ini menjadi langkah awal dari niat baik kita demi kemaslahatan Pesantren kita, Buntet Pesantren tercinta.


            *Ust. Masrur adalah santri Kiai Busyrol Karim tahun 1976-1986, beliau mondok di Buntet Pesantren sezama dengan Kiai Usamah, Ketua FKUB dan NU Cirebon.

            Wong Buntet Pesantren ning London

            Wong Buntet Pesantren ning London

            Posted by Unknown  |  at  10:49 AM

            Assalamualaikum War, Wab.

            Hi Adik - adik semua,

            Sebetulnya sih, saya sudah lama ingin mengirim berita dari London, tapi saya kira web BuntetPesantren itu sudah tutup sama sekali. Yang terahir saya mendapat berita, bahwa web Buntet Pesantren itu sudah tidak dilanjutkan lagi, karena kekurangan biaya dan tidak ada yang mempunyai waktu lagi untuk mengelolanya. Pada waktu itu, saya merasa kecewa sekali dengan bubarnya web Buntet Pesantren itu, karena, paling tidak saya terasa pulang di Buntet Pesantren, kampung saya lahir kalau membaca beritanya, tapi mungkin itu saya being selfish saja. Tapi ya why not, saya kan jarang sekali datang ke Buntet Pesantren, malah se ingat saya, selama lebih dari 43 tahun saya di London, saya hanya sekali saja menyaksikan Haul  lagi di Buntet Pesantren, yaitu pertengahan tahun delapan puluhan.

            Apakah tidak mungkin, demi tidak terjadi kejadian serupa, yaitu penutupan Situs Buntet Pesantren ini, menawarkan kepada perusahaan-perusahaan yang ada baik di Cirebon sendiri atau dimana saja sekitar Indonesia. Untuk mengandfertensikan (mempromosikan) perusahaannya di Situs Buntet Pesantren ini, dengan harapan mereka bersedia membantu terus terbitnya Situs Buntet Pesantren ini. Bukan kah Situs NU sendiri banyak dibantu oleh perusahaan-perusahaan, yang mengadfertensikan perusahaannya pada penerbitan Situs NU. Yang punya Facebook juga, hidup mewahnya itu dari hasil-hasil Advertensi yang ada di Facebook.

            Di London, ada evening paper (koran yang terbitnya siang dan sore), namanya Evening Standard, tadinya sih ada lagi yang namanya Evening News, tapi Evening News, sudah lama bangkrut. Jadi sekarang yang masih ada itu Evening Standard saja setahu saya, yang terbitnya siang itu. Evening Standard, terbit tiga kali sehari, yaitu pagi jam 9, siang sekitar jam 1, dan sore sekitar jam 5. Beritanyapun beda diantara tiga penerbitan itu. Yang terbit pagi beritanya, apa yang terjadi sampai hari itu sekitar jam 8, sedang yang terbit siang juga begitu, beritanya apa yang terjadi ampai sekitar jam 12, disamping berita selanjutnya dari berita penerbitan yang pagi, dan yang terbit sore juga begitu selanjutnya. Evening Standard itu sekarang di beli orang Rusia yang kaya, dia memutuskan bahwa koran Evening Standard itu tidak dijual lagi, tapi dikasihkan gratis saja kepada pembacanya yang mau. Yang punya koran itu, sudah banyak menerima uang, dari perusahaan-perusahaan dan orang-orang yang mengadfertensikan pada Evening Standard. Dari hasil uang dari perusahaan-perusahaan dan orang-orang yang mengadfertensikan di Evening Standard itu, lebih dari cukup untuk membayar gaji wartawan-wartawannya, juga biaya untuk memproduksi koran itu.

            London banyak mempunyai koran, baik koran-koran lokal (maksudnya yang beritanya banyak mengenai yang terjadi di London saja), maupun koran-koran Nasional (yang terbit untuk semua orang di Inggris Raya), malah ada juga koran-koran International. Bagi saya koran yang biasa saya dan istri saya beli sekarang adalah Dailly Mirror atau The Sun. Waktu saya baru datang di Inggris dan beberapa tahun sesudahnya sih, koran yang suka saya beli ialah The Guardian dan The Daily Telegraph, dan kadang-kadang juga The Times. Tapi akhir-akhir ini, koran-koran seperti itu, terlalu banyak isinya yang untuk saya kurang perlu membacanya dan juga bentuknya terlalu lebar, jadi bagi saya susah untuk membacanya. Tidak seperti The Daily Mirror atau The Sun, yang bentuknya kecilan meskipun tebal.

            Dulunya, koran-koran itu kebanyakan di produksi di Fleet Street. Jadi Fleet street itu, terkenal di seluruh dunia sebagai tempat di produksinya berita, baik untuk rakyat Inggris Raya sendiri, maupun untuk berita bagi rakyat di seluruh dunia. Fleet Street itu terletak antara Charring Cross dan St Paul. St Paul itu Gereja Anglican yang besar di London, yang sering dipakai oleh pemerintah dan keluarga kerajaan untuk mengadakan slamatan. Mungkin kakak adik-adik masih ingat waktu Princess Diana kawin dengan Prince Charles, juga di adakan di St Paul. Gereja Anglican besar lainnya, yang malah lebih sering dipergunakan pemerintah dan keluarga kerajaan, ialah Gereja Westminster Abbey, itu mungkin karena letak Westminster Abbey, dekat sekali dari gedung Parlemen dan Buckingham Palace.

            Di Inggris, sampai sekarang, wartawan dan orang-orang yang kerja di perusahaan koran, di panggil Fleet Street men, meskipun sekarang ini perusahaan koran itu sudah banyak piundah dari Fleet Street. Beberapa tahun yang lalu, memang perusahaan koran sudah banyak pindah ke daerah yang baru yang lebih luas dari Fleet Street, yaitu daerah baru namanya Canary Wharf. Sekarang Canary Wharf itu menjadi daerah baru di London yang mahal untuk tinggal disitu, karena rumah dan apartment di situ mahal sekali. Bukan hanya perusahaan koran saja yang pindah kesana, tapi juga Bank-bank Inggris dan Internatinal pun pindah kesana yang tadinya di daerah, yang terkenal dengan nama London City.

            Tahun 2013 yang akan habis ini, bagi keluarga saya di London, sebagai tahun yang banyak peringatan manis bagi semua kelarga saya di London. Pada hari-hari sebelum orang-orang Inggris yang Kristen meramaikan hari natal, adik istri saya kedua yang terkecil, Miriam Dunggio baserta suaminya Dokter Mohammad Isa Parri dan dua anaknya, berholiday ke London untuk beberapa hari, dan malah mereka sempat pergi ke Belanda dan Paris. Dengan sendirinya, istri saya dan saya pun senang sekali, atas kedatangan saudara sendiri dari Indonesia. Mereka tinggal dengan kami selamna 3 minggu, dan untungnya pada hari-hari selama mereka di London, tidak seharipun turun salju yang lebat, tapi tetap dingin sekali. Menurut saya, kalau mau ke London untuk holiday, janganlah datang antara bulan November sampai bulan awal Maret, kecuali kalau ingin merasakan dinginnya London di musim dingin. Yang baik untuk datang ke London adalah bulan April sampai awal September, Insya Allah, pada bulan itu tidak begitu dingin.

            Karena Saudara Isa Parri itu juga supporter of sport, maka dia di antar oleh anak saya Bayu, untuk melihat stadium-stadium sport yang juga terkenal di Indonesia, seperti gedung sepak bola Arsenal dan Chelsea. Juga gedung olah raga tennis di Wimbledon, yang tiap tahun diadakan kejuaraan Inggris Terbuka Tennis, yang terkenal seluruh dunia, di mana pemain-pemain tennis terbaik di Dunia merebutkan kejuaraan itu. Hadiah uangnya pun banyak sekali untuk yang jadi juara. Tahun 2013 ini, untuk juara single tennis di Wimbledon, mendapat 1 setengah juta pounds lebih, baik juara perempuan atau laki-laki. Bayangkan kalau sekarang 1 pound itu sama dengan lebih dari 18000 rupiah. Untuk yang kalah di round pertama saja dapat hadiah 23500 pounds. Sedang menjadi juara badminton, barang kali dapatnya sama dengan pemain tennis yang kalah di round pertama tennis di Wimbledon.

            Pada awal bulan Mei adik istri saya yang ke tiga, Masni Dunggio SH, juga datang menengok rumah saya yang kecil di London. Dia juga tinggal bersama kami selama 4 minggu, yah lumayan lama untuk sedikit menghilangkan rindu kami kepada keluarga pada khususnya dan Indoneesia pada umumnya. Masni datang ke London dengan Silk Airline dari Manado, terus ganti Singapore Airline dari Singapore ke London, pulangnyapun begitu juga, dari London menumpang Singapore Airline, dan dari Singapore menumpang Silk Airline.  jadi tidak mampir ke Jakarta sama sekali.

            Lalu pada akhir bulan puasa, anak saya yang pertama,  Buyung Nahdi Sastraprawira, well, anaknya Mang Din (KH. Nahduddin Abbas / Sesepuh Buntet Pesantren) sebenarnya sih (tapi waktu kecilnya dia itu saya yang nyebokin dan mengganti pakaiannya), datang ke London beserta istri dan dua anaknya. Dia datang ke London, yang seterusnya mereka ke Perancis untuk katanya berkumpulan dengan Rabets family (Rabets itu nama family ibu Buyung) yang dari Perancis. Katanya, keluarganya mengadakan perkumpulan dengan keluarganya yang tersebar di mana-mana. Setelah selesai, Buyung dan keluarga juga kembali, malah ikut lebaran di rumah duta Indonesia London, yang bagi Buyung juga sebagai kenangan memori waktu dia kecil tiap tahun berlebaran di rumah duta Indonesia, Jadi bagi saya, tahun 2013 itu banyak yang membikin keluarga saya senang. Mudah-mudahan,  tahun yang akan datang juga akan membawa kesenangan untuk kita semua.

            Sementara sekian dulu, lain waktu saya akan sambung. Tidak lupa saya meminta doa dari adik-adik semua untuk well being saya sekeluarga, juga mohon di doakan mudah-mudahan saya sempat mengikuti Haul di Buntet Pesantren, yang saya sudah terlalu lama sekali tidak menyaksikan.

            Wassalamualaikum War Wab.


            Ghozy Mudjahid

            Santri-santri Buntet Berprestasi pada MTQ Kabupaten Cirebon 2013

            Santri-santri Buntet Berprestasi pada MTQ Kabupaten Cirebon 2013

            Posted by Unknown  |  at  8:02 AM

            Foto: Alhamdulillah berhasil menjadi Terbaik ketiga di ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kabupaten Cirebon ke-42 cabang Murottal Qira'at Sab'ah Putra di Kecamatan Karang Sembung
            M. Syakir Ni'amillah Imaduddin
            Foto: ini dia sang Runner Up
            Abu Dzar Al Ghifarri Khadzik

            Prestasi gemilang diraih “Santri” Putra-putri Pondok Buntet Pesantren pada ajang MTQ Kabupaten Cirebon ke 42.

            Bertempat di Alun-alun Karangsembung, Para Santri Buntet mengukir prestasi dengan menyabet gelar juara dari beberapa cabang.

            Abu Dzar Al Ghifari dan M. Syakir Ni’amillah berturut-turut menjadi yang terbaik ke 2 dan ke 3 pada cabang Qiroat Sab’ah putra. Pada cabang Qiroat Sab’ah Putri, keponakan dari Kiai Abdul Matin (Pondok Almuwafi) yaitu Ismi Nur menjadi yang terbaik ke dua.

            Foto
            Panggung Utama MTQ Kab. Cirebon
            Foto: Pawai peserta MTQ di siang Hari
            Pawai Ta'aruf
            Lalu nama M. Khadzik dan Wawan Shofwani, dua kakak beradik ini berurutan menjadi yang terbaik pada cabang Makalah Ilmiah Al Qur'an (M2IQ)

            Dari cabang Syahril Qur'an baik Putra maupun Putri, juara 2 nya direbut oleh siswa MANU Putra dan MAN Buntet Pesantren

            Menurut salah satu perwakilan Buntet yang meraih juara yaitu M. Syakir Ni'amillah, prestasi yang ditorehkan oleh "Putra-putri" Buntet Pesantren tidak lepas dari kegigihan Kiai Muhadditsirrifa'i atau yang lebih dikenal dengan Kang Haddits karena mayoritas peserta yang berasal dari Buntet Pesantren merupakan murid dari Kang Haddits

            Copyright © 2013 Blog Backup Buntet Pesantren. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
            Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
            back to top