Showing posts with label Aktifitas-Alumni. Show all posts
Showing posts with label Aktifitas-Alumni. Show all posts

FORSILA BPC Jakarta Raya Menyemai Kebaikan di SOTR

FORSILA BPC Jakarta Raya Menyemai Kebaikan di SOTR

Posted by Unknown  |  at  8:20 PM

Hari keempat bulan Ramadan (21/6), FORSILA BPC Jakarta Raya melakukan sahur keliling atau lebih akrab dengan sebutan Sahur on The Road (SOTR) di wilayah Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
Berawal dari keinginan untuk berbagi kepada sesama, momen Ramadan ini dirasa sangat tepat untuk berbagi. Divisi Sosial FORSILA BPC Jakarta Raya melakukan penggalangan dana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saat di kampus tersebut sedang diadakan ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. Niatan baik itu tidak bertepuk sebelah tangan. Para orang tua pengantar peserta tes memberikan antusias yang tinggi atas adanya penggalangan dana tersebut.
Sekitar pukul 12 malam, anggota FORSILA BPC Jakarta Raya berangkat dari tempat tinggalnya masing-masing menuju Monumen Nasional. Sesampainya di sana, para anggota membagikan puluhan nasi kotak yang telah disiapkan kepada para pemulung, pedagang asongan, dan anak-anak kecil yang sedang ngamen.
“Antusias Forsilawan-Forsilawati memudarkan kembali rasa pesimis yang menstigma kalau generasi saat ini tidak peka terhadap sekitar”, ucap ketua umum FORSILA BPC Jakarta Raya, Forsilawan Ade Syamsul Falah.

“Walau kegiatan ini tidak begitu mewah, tapi esensi dari kegiatan ini kita dapat menyemai kebaikan”, lanjut mahasiswa hukum keluarga tersebut.

Berawal dari Kongres ke-7, FORSILA BPC Jakarta Raya Bakal Menusantara

Berawal dari Kongres ke-7, FORSILA BPC Jakarta Raya Bakal Menusantara

Posted by Unknown  |  at  5:51 PM

Pemaparan LPJ kepengurusan 2014-2015
Forsilawan Ade Syamsul Falah berhasil memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan ketua umum FORSILA BPC Jakarta Raya Masa Khidmat 2015-2016 mengungguli tiga kandidat lainnya yakni Forsilawan Arif Rofiuddin, Forsilawan Khozin, dan Forsilawan Muhammad Syakir Niamillah (10/5) pada puncak acara Kongres ke-7 FORSILA BPC Jakarta Raya di Yayasan Nuril Ula, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ketua Umum IKLAB tengah memberikan sambutan
Kongres ke-7 FORSILA BPC Jakarta Raya yang diketuai oleh Forsilawan Arif Fadilah ini mengusung tema, Reaktualisasi Nilai-nilai Kesantrian untuk FORSILA Menusantara. Harapan besarnya, kepemimpinan baru ini dapat membawa FORSILA ke ranah nasional. Arti menusantarabukan cuma itu, tetapi juga terus menjaga tradisi keindonesiaan dalam FORSILA dengan kegiatan-kegiatannya.
Selain memilih ketua umum baru, kongres ini juga membahas kembali anggaran dasar, anggaran rumah tangga, garis-garis besar haluan organisasi, dan garis-garis besar haluan program kerja. Sebelum pembahasan semua itu dalam sidang komisi dan sidang paripurna, kongres membahas dan mengevaluasi kinerja kepengurusan FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2014-2015 dengan laporan pertanggungjawabannya (LPJ).
Makan Bersama "ala santri"
di sela-sela Kongres
Dalam LPJ ini, pembahasan begitu alot. Ada beberapa peserta sidang yang memberi nilai “merah” pada aspek-aspek tertentu sehingga suasana sidang sempat “memanas”. Pada akhirnya, pandangan umum peserta sidang menyatakan bahwa laporan pertanggungjawaban kepengurusan FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2014-2015 yang dipimpin oleh Forsilawan Ahmad Fabi Kriyan Ardani ini diterima dengan syarat untuk membagikan laporan pertanggungjawaban kepada seluruh anggota dan mengevaluasi aspek-aspek yang diberi tanda merah.
“Sebelum saya mengakhiri laporan ini, saya mengutip ungkapan yang cukup menarik sebagai landasan kinerja kepengurusan selanjutnya, Tangan terulur ikhlas tanpa sekalipun mengharap balas / Mengabdi pada kiai, mengabdi pada negeri.”, ucap Forsilawan Fabi mengakhiri laporannya sebelum dilanjutkan oleh pengurus lain.
Kongres ini dihadiri oleh Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Buntet Pesantren Cirebon (IKLAB), K.H. Masrur Ainun Najih beserta beberapa jajaran pengurus lainnya dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Cirebon Jakarta Raya (HIMA-CITA). Kiai Masrur memberikan sambutan pada acara kongres ke-7 FORSILA BPC Jakarta Raya sesaat sebelum laporan pertanggungjawaban disampaikan oleh pengurus FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2014-2015. Kiai yang juga sebagai pengurus pusat Rabithah Maahid Islamiyah ini berharap agar semua organisasi alumni Buntet Pesantren dapat bersinergi dengan baik. FORSILA menusantara yang diusung sebagai tema kongres kali ini sangat didukung oleh kiai yang sangat terkesan santunnya ini.

Para peserta Kongres ke-7 FORSILA BPC Raya
Forsilawan Ade Syamsul Falah yang terpilih sebagai nahkoda baru FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2015-2016 dalam visi dan misinya akan membawa FORSILA menusantara dan menusantarakan FORSILA.

ISTISHAB Bandung Pilih Ketua Baru

ISTISHAB Bandung Pilih Ketua Baru

Posted by Unknown  |  at  6:29 AM

Bandung – Sekelompok alumni Buntet Pesantren Cirebon yang tergabung dalam organisasi alumni di Bandung yakni ISTISHAB (Ikatan Silaturahmi Sahabat dan Alumni Buntet Pesantren), pada hari sabtu melaksanakan Musyawarah Anggota (Musang) di Mes Kang Ahmad Syalabi bin Dzanun, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Bandung (21/03). Kegiatan ini dihadiri sekitar 22 anggota yang berasal dari kampus yang berbeda-beda, diantaranya UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pasundan, Universitas Padjajaran, Universitas Islam Nusantara, dan lainnya, serta dihadiri oleh beberapa senior yang sudah tidak berdomisili di Bandung namun masih memiliki kepedulian terhadap ISTISHAB. Musang ini dilaksanakan tidak lain untuk meregenerasi organisasi, yaitu mendemisionerkan Ketua yang sudah habis masa khidmatnya dan memilih Ketua baru masa khidmat 2015-2016.

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dan diikuti dengan sambutan-sambutan dari Ketua Panitia dan Ketua ISTISHAB yang akan demisioner. Musang kali ini dipimpin oleh tiga presidium yang dipilih oleh anggota yang hadir, yaitu Uwais Al-Qorni, M. Fikri, dan Amir Mahmud Kesuma. Setelah Ketua Panitia menyerahkan palu sidang kepada Presidium I, persidangan pun dimulai. Rangkaian acara dalam persidangan antara lain pembahasan tata tertib persidangan, laporan pertanggungjawaban dari Ketua ISTISHAB, pembahasan AD/ART, serta pemiihan Ketua ISTISHAB periode 2015-2016.

Menginjak acara inti dari Musang, yaitu pemilihan ketua, dari tata tertib persidangan yang sudah disepakati peserta sidang menuliskan maksimal dua nama untuk diajukan menjadi bakal calon ketua. Hasilnya terpilih beberapa nama untuk dijadikan bakal calon ketua antara lain, Uwais Alqorni, Nabila Sophia, Ahmad Faiz, Amir Mahmud, Egy Julianto, Osa, dan Ikhsan. Setelah melalui proses verifikasi, lahirlah dua nama sebagai calon ketua yaitu, Uwais dan Faiz. Sebelum memilih satu nama untuk dijadikan ketua terpilih, kedua calon ketua berhak memaparkan visi dan misi serta melakukan tanya jawab dengan peserta sidang.

Kiri : Gino Rizki Vianto, Alumni Alkhiyaroh, Ketua ISTISHAB Demisioner
Kanan : Uwais Alqorni Akbar, Alumni Darul Amanah, Ketua ISTISHAB 2015-2016
Ahmad Faiz berkata ketika memaparkan visi misinya, “Sudah semestinya kita lebih menggaungkan nama ISTISHAB, namun alangkah lebih baik bila kita memperbaiki kondisi internal organisasi terlebih dahulu.” Saat ditanyakan mengenai skala prioritas, dengan mantap Ahmad Faiz menjawab, “Saya lebih memilih ISTISHAB.” Giliran calon ketua yang kedua, yakni Uwais dengan rendah hati mengatakan bahwa ia belum memiliki gambaran pasti. “Saya cuma punya itikad, ingin membantu ISTISHAB karena saya masuk Bandung juga karena ISTISHAB,” ujarnya sebelum memaparkan visi dan misinya. “Untuk visi dan misi saya ingin ISTISHAB ini dinamis dan berkelanjutan. Maksudnya, saya ingin ISTISHAB bangkit lagi. Berkelanjutan disini maksudnya melanjutkan periode kepengurusan sebelumnya,” tutupnya dalam pemaparan visi misi. Ketika salah satu peserta sidang menanyakan solusi perihal jarak antaruniversitas di Bandung, ia menjawab, “Akan ada koordinator tiap wilayah, ketua akan berkoordinasi dengan koordinator wilayah. Kalau ada kegiatan pelaksanaannya digilir, tidak di satu tempat saja jadi tuan rumahnya bergantian. Untuk sekre mungkin tetap di satu tempat.”

Setelah pemaparan visi misi dan tanya jawab dengan calon ketua, peserta sidang memilih satu nama untuk memimpin ISTISHAB satu tahun ke depan. Pemilihan dengan cara voting ini melahirkan satu nama pada pukul 16.34 WIB, yaitu Uwais Al-Qorni Akbar dengan perolehan suara lebih banyak dibandingkan rivalnya, Ahmad Faiz. Perbedaan perolehan suara diantara keduanya hanya sebanyak enam suara. Sebelum acara ditutup, serah terima jabatan secara simbolis dari ketua demisioner, Rizki Fayruz, kepada ketua ISTISHAB terpilih dilakukan. Pada sambutannya sebagai Ketua ISTISHAB terpilih, Alumni Pondok Darul Amanah yang sekarang tengah menempuh studi di Pendidikan Fisika UPI ini sempat berkata, “Yang saya harapkan pengurus nantinya tidak hanya semangat di awal saja, tapi seterusnya juga, terlalu semangat juga jangan, biasa saja, yang penting konsistenberada di ISTISHAB,” tutupnya.


Sebagian Peserta Musyawarah Anggota ISTISHAB 2015
Selamat, untuk Ketua terpilih, semoga mampu mengeksiskan Buntet Pesantren di Bandung dan ISTISHAB mampu lebih manfaat lagi, umumnya untuk Buntet Pesantren serta khususnya untuk semua anggota ISTISHAB.

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Forsila BPC Jakarta Raya Bekali Santri Buntet Pesantren

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Forsila BPC Jakarta Raya Bekali Santri Buntet Pesantren

Posted by Unknown  |  at  7:18 AM

Tak kurang dari 500 santri ikuti seminar ekonomi yang diselenggarakan Forsila BPC Jakarta Raya di aula MANU Putra Buntet Pesantren. (31/1).
“Acara ini berawal dari obrolan pada kajian mingguan. Berkat niat dan tekad akhirnya acara ini dapat terlaksana. Ini juga merupakan wujud khidmat kami sebagai alumni terhadap almamater sendiri”, ucap Ahmad Fabi Kriyan Ardani, ketua umum Forsila BPC Jakarta Raya pada sambutannya.
Seminar yang bertemakan “membangun santri menjadi bangsa yang kompetitif dalam menghadapi pasar bebas ASEAN” ini diisi oleh K.H. Fahad A. Sadat, S.E., M.E.Sy. Beliau selain seorang kiai dan kepala SMK NU Mekanika Buntet Pesantren, juga sebagai pakar ekonomi syariah. Beliau banyak membahas bagaimana kesepakatan yang terjadi dan apa dampak bagi Indonesia atas adanya kesepakatan ini.
Selain itu, seminar ini juga menghadirkan Forsilawan –sebutan untuk anggota Forsila- Akhmad Ali Hasyim, S.Pd, seorang senior Forsila BPC Jakarta Raya yang kini tengah menyusun tesis s2 di pascasarjana FISIP Universitas Indonesia. Beliau berbicara bagaimana santri harus bertindak menghadapi ini dengan sejarah bagaimana santri dahulu sebagai tolok ukurnya.
Acara seminar ini juga diisi dengan training motivasi oleh kandidat doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, forsilawan M. Sofi Mubarok, S.S.I, M.H.I., seorang alumni MAN Buntet Pesantren yang sejak strata satu hingga strata tiga menerima beasiswa. Beliau memberikan pemahaman bagaimana pentingnya belajar dan berpikir. “dengan seringnya kita berpikir, maka akan timbul pemaham dan pikiran-pikiran baru”, ucap beliau setelah melakukan permainan sebagai analoginya.
Acara ini ditutup dengan pembagian doorprize, pengumuman dan pembagian hadiah perlombaan yang telah dilangsungkan sebelumnya, 21-29 Januari meliputi lomba menulis puisi, cerpen, dan opini. Selain itu juga lomba Miss Forsila dan turnamen futsal yang diikuti oleh santri Buntet Pesantren.

Acara ini didukung oleh IKAPB sebagai organisasi yang menaungi seluruh santri Buntet Pesantren dan juga didukung oleh organisasi alumni serupa yang seluruh anggotanya berdomisili di Semarang, Formasi BPC Semarang. Bersama Formasi BPC Semarang juga, Forsila BPC Jakarta Raya memberikan informasi tentang dunia kampus yang berada di wilayah Jabodetabek dan Semarang kepada seluruh siswa kelas XII Aliyah se-derajat di Buntet Pesantren (28-31/1).

Lebaran Anak Yatim

Lebaran Anak Yatim

Posted by Unknown  |  at  8:59 PM


Bersama Bogor Motor Classic (BOMSIC) dan Anak Nongkrong Komunitas Amal (ANKA), Forum Silaturrahim Buntet Pesantren Cirebon (Forsila BPC) Jakarta Raya turut serta menyelenggarakan acara Lebaran Anak Yatim di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Madinaturrahmah, Pamijahan, Bogor (9/11/14).
Acara yang didasarkan pada kecintaan Nabi Muhammad SAW pada anak Yatim ini diikuti oleh lebih dari 500 anak Yatim se-Kabupaten Bogor dengan diisi berbagai kegiatan menarik yang diikuti oleh wajah-wajah lucu nan ceria khas anak-anak.

Seusai maulidan sebagai pembukaan acara sebelum rangkaian acara lainnya dilaksanakan, para anak yatim tersebut dipersilakan untuk memilih kegiatan yang telah digelar oleh Forsila, BOMSIC, ANKA, dan Posko Merah Putih.

Forsila menyelenggarakan lomba adzan dan lomba mewarnai lafaz Jalalah dan Muhammad. ANKA juga menyelenggarakan beberapa perlombaan. Selain itu, ada out bound yang disiapkan dan dipandu oleh Tim Posko Merah Putih. BOMSIC mengadakan konvoi keliling dengan motor-motor classic. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor pula ikut nongkrong bareng.

Anak-anak Yatim terlihat  begitu antusias memilih dan mengikuti aneka kegiatan. Ada yang bahkan sangat termotivasi hingga ikut dua perlombaan/kegiatan sekaligus. Acara ini juga dihibur dengan dua penari jaipong cilik. Setelah itu, ditutup dengan pemberian hadiah bagi para pemenang lomba, pembagian uang santunan kepada seluruh anak yatim, dan sesi foto bersama.

“Ini ala kadarnya dari kami, Bu. Tolong disampaikan kepada anak-anak. Semoga berkah dan manfaat. Titip mereka, Bu”, ucap Muhammad Syakir Ni’amillah, sekretaris umum Forsila BPC, saat memberikan amplop berisi santunan kepada koordinator anak yatim dari salah satu kampung.


Sebelumnya, Forsila BPC menggalang dana dengan meminta bantuan dari tamu-tamu wisudawan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta saat wisuda ke-94. Pula pada acara Indonesia International Book Fair, Senayan pada minggu lalu. Selain itu, Forsila BPC juga berjualan gorengan untuk sedikit menambah dana. Beberapa anggota yang tidak dapat terlibat langsung juga memberikan bantuan berupa finansial yang tentunya sangat membantu terlaksananya acara tersebut.

FORSILA BPC Jakarta Raya Selenggarakan Masa Keakraban 2014

FORSILA BPC Jakarta Raya Selenggarakan Masa Keakraban 2014

Posted by Unknown  |  at  6:16 PM

Masa keakraban merupakan agenda tahunan Forsila BPC Jakarta Raya yang pada tahun ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Madinaturrahmah, Gunung Picung, Pamijahan, Bogor, pada hari jumat sampai minggu, 17-19 Oktober 2014.

Acara yang diketuai oleh Forsilawan (sebutan untuk anggota Forsila BPC) Ade Syamsul Falah ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai daerah di wilayah Jabodetabek dengan diisi materi keForsilaan yang dinarasumberi Forsilawan Muhammad Zaim Nugroho, S.Sos.I (salah seorang pendiri Forsila BPC), materi teknik persidangan yang dinarasumberi Forsilawan Zamakhsyari, materi peran alumni Buntet Pesantren di tengah masyarakat oleh K.H. Kabain, Motivasi oleh Forsilawan Faisal Hilmi, seorang pembicara kelas internasional.

“Jadilah perwira, dan kapalnya adalah Forsila”, begitu pesan K.H. Kabain kepada seluruh peserta dan panitia untuk memberikan semangat berkhidmat kepada para kiai dengan menunjukkan eksistensi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk umat pada saat penyampaian materi tentang peranan alumni Buntet Pesantren di tengah masyarakat.

Pagi seusai jamaah subuh, tahlil dan debat tentang fenomena "jilboobs" menjadi penghangat suasana pagi kaki Gunung Salak yang dingin. Tengah malam minggu diisi dengan  evaluasi dari materi-materi yang telah disampaikan hingga menjelang subuh. Sebagai penghangat seusai merasakan dingin yang menusuk tulang, panitia menghadirkan api unggun.

Pada hari terakhir, acara dipenuhi dengan permainan yang mengandung unsur-unsur kepemimpinan, keorganisasian, dan pemecahan masalah. Sehingga, para peserta tidak merasa bosan dengan materi. Kemasan materi model seperti ini yang harus terus dan perlu dikembangkan oleh panitia dan pembicara.

 “Sekali santri, tetaplah santri. Walau sudah keluar dari pondok, label santri akan terbawa sampai mati. Apabila lepas lebel santrinya, maka hancurlah ilmu agama yang selama ini kita pelajari. Santri adalah matahari atau cahaya buat dirinya, keluarganya dan lingkungannya.”, tulis pengasuh Kiai yang juga pengajar di Kepolisian Bogor ini dalam status facebooknya.

“Manfaat ilmu terletak dari keberkahan. Dan keberkahan didapat selama santri masih mencintai gurunya dan pesantrennya. Bukan kehebatan ilmu yang membuat seorang santri menjadi hebat. Tetapi, bagaimana santri tersebut menghormati ilmu dan yang mengajarkan ilmu serta yang memiliki ilmu tersebut”, lanjut beliau.

Acara yang bertemakan “Menjaga Akidah, Mempererat Ukhuwah” ini ditutup dengan pembaiatan yang dipimpin oleh Forsilawan Zamakhsyari, penyematan penghargaan kepada Forsilawan Ahmad Subhan Ainurrofiq sebagai peserta terbaik, berkat kebijaksanaannya dalam memimpin simulasi sidang yang diricuhkan oleh sebagian peserta dan panitia, serta pemberian santunan kepada para santri yang menghuni Pondok Pesantren Madinaturrahmah sebagai wujud terimakasih atas kesediaannya menerima dan menyambut baik acara tersebut.

“Kami berharap tidak cukup sampai di sini. Tapi, perjuangan bersama untuk senantiasa berkhidmat dan menjunjung tinggi nama besar Buntet Pesantren itulah yang kami tunggu di Forsila”, ujar ketua umum Forsila, Ahmad Fabi Kriyan Ardani menutup acara tahunan itu.

Ratusan Santri Buntet Pesantren Ikuti Seminar dan Sosialisasi Narkoba Forsila

Ratusan Santri Buntet Pesantren Ikuti Seminar dan Sosialisasi Narkoba Forsila

Posted by Unknown  |  at  3:08 PM


Berawal dari obrolan ringan para anggota Forsila (Forum Silaturrahim) Alumni Buntet Pesantren Cirebon, tentang keprihatinan maraknya penyalahgunaan narkoba terutama di kalangan pelajar, akhirnya digelarlah sebuah acara Seminar dan sosialiasi narkoba. (27/2).
Acara yang diniati untuk didekasikan sebagai wujud khidmat para alumni terhadap almamater sendiri ini dipandu oleh Ivana Amelia diisi dengan materi narkoba ditinjau dari perspektif Islam yang disampaikan oleh KH. Tb. A. Rifqi Chowas dan dari perspekif keilmuan disampaikan langsung oleh Sidik Lingga Kusuma, S.Farm, APT dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon.
Acara yang terselenggara atas kerjasama dengan Iksada (Ikatan Santri Daerah) Jabodetabek dan mengusung tema “Peran Pesantren dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba” ini mampu menarik lebih dari 250 santri untuk datang ke aula MAN Buntet Pesantren.
Narkoba dalam Perspektif Islam
Dalam makalahnya, Kiai Rifqi mengutip fatwa dari Wahbah al-Zuhaili, bahwasanya narkoba adalah segala sesuatu yang membahayakan tubuh dan akal (kullu maa yadhurru al-jism wa al-‘aql). Dalam al-Qur’an sendiri disebutkan tentang khomr. Al-Ghozali mengatakan: khomr adalah segala sesuatu yang menutupi kesadaran akal. Jadi khomr bukan saja dikonotasikan pada minuman keras, melainkan sesuatu dalam bentuk apapun dan bagaimanapun jikalau dapat menutupi kesadaran akal maka itu disebut khomr dan hukumnya najis meski satu tetes dan haram untuk dikonsumsi.
Ahlussunnah wal jama’ah meyakini dasar Islam itu ada empat, yakni al-Qur’an, al-Hadits, ijma’ dan qiyas (menyamakan). Sake (Jepang), ciu, arak, dan tuak kesemuanya memiliki kesamaan, yakni dapat memabukkan sehingga dapat dikiaskan dengan khomr dalam segi hukumnya, maka haram untuk dikonsumsi. Nabi sendiri bersabda “setiap yang memabukkan itu khomr dan setiap khomr itu haram” (HR. Muslim). Imam Bukhori meriwayatkan hadis penguat terhadap hadis sebelumnya, “setiap minuman yang memabukkan maka haram”.
Narkoba dalam Perspektif keilmuan
Di kota Cirebon, dari 300 ribu penduduk, 1400 penduduk positif menjadi pengguna narkoba. Mayoritas pengguna itu awalnya hanya ingin tahu, tetapi selanjutnya ketagihan. 22% pengguna narkoba adalah pelajar dan paling banyak adalah pelajar setingkat SLTA. Keadaan ini sudah sangat memprihatinkan, sehingga BNN mendirikan cabang di Kota Cirebon.
“Ini kali pertama BNN masuk pesantren”. Ucap Sidik.
“Semoga menjadi motivasi bagi pesantren-pesantren lain untuk dapat membantu BNN menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan Narkoba”. Imbunya sebelum mulai menyampaikan materi.
Narkoba dapat merusak otak dapat menimbulkan berbagai penyakit diantaranya struk dan jantung. Selain itu dapat merusak fungsi otak, fungsi hati, paru-paru, dan syaraf. Khusus bagi perempuan dapat merusak kesehatan reproduksi dan mengganggu haid.

Pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai lima juta. Cirebon sudah menjadi garis merah, karena letak geografis Cirebon sangat strategis sehingga jadi piintu gerbang peredaran. Para pengguna ini bukannya direhabilitasi agar dapat mengerti betapa bahayanya penyalahgunaan narkoba, malah dibui sehingga tidak ada rasa menyesal. Bahkan para pengguna hanya dipenjara dalam waktu bulanan saja, setelah itu pasti akan terus menjadi pengedar atau pengguna kembali.

Sekilas Kabar dari Yaman

Sekilas Kabar dari Yaman

Posted by Unknown  |  at  2:34 AM

Kang Hamzi (Kanan) Berfoto Bersama Bang Topan (Alumni Buntet)
Assalamualaikum Wr. Wb

    Berawal dari percakapan saya lewat aplikasi BBM dengan Kang Mubarok kemarin,  saya diminta untuk sedikit berbagi kabar saya di negara Yaman. Awalnya, saya merasa kurang percaya diri untuk menulis di website Buntet Pesantren. Tapi entah kenapa tiba-tiba punya ambisi dan semangat untuk menulis. Ya walaupun hasilnya masih ecek-ecekan. Hehe

    Negara Yaman memiliki dua musim, musim panas dan musim dingin. Akhir Desember hingga pertengahan Januari ini berada dipuncak musim dingin. Ketika malam hari cuacanya dingin sekali tetapi di siang hari cuaca berubah menjadi panas. Masyarakat Yaman di sini  mudah bergaul, mereka menganggap kita seperti saudara mereka sendiri. kita hidup berdampingan dengan baik, warga Negara Indonesia yang berada di sini terkenal dengan sikap ramah dan sopan santunnya.

     Oya di sini ada lima santri Buntet Pesantren, kami semua kuliah di satu Universitas yang sama, dan satu asrama, kami kuliah di universitas Al-ahgaff. Sebuah universitas yang terkenal ketat pada sistem pembelajarannya. 7 Desember kemarin kami mengadakan tahlil bersama untuk Kiai Ahmad Tidjani, Nyai Ghumaesoh dan para masayikh yang telah mendahului kami. Setelah itu dilanjutkan dengan bincang ringan sambil makan malam.

  
  Pada kesempatan ini saya ingin sedikit mengabarkan tragedi pembunuhan yang baru-baru ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat Yaman bahkan negara-negara Arab lainnya. Terbunuhnya petinggi kobilah Hadromout (provinsi yang  terletak di bagian selatan yaman) 10 hari yang lalu, masih terbilang misterius. Hingga kini masih dipertanyakan siapa pelaku dari pembunuhan ini. Berita yang saya dengar dari salah satu sahabat saya asal Yaman, kejadian ini berawal ketika salah satu petinggi kobilah Hadromout mengendarai sebuah mobil bersama anggotanya. Tepat di kota Seyyun sekelompok polisi Yaman utara memergok kepala kobilah dan merampas senjata yang ia bawa. Padahal membawa senjata dilegalkan. Singkatnya, karena kepala kobilah ini melawan dan enggan memberikan senjatanya terjadi pertumpahan darah. Kepala kobilah yang dihormati dan disegani itu terbunuh.

    Saat ini negara yaman sedang dilanda permasalahan besar. Hadromout (Yaman selatan) meminta berpisah kembali dari negara Yaman. Mereka beralasan dahulu sebelum bagian selatan Yaman dan utara bersatu. Mereka hidup makmur dan sejahtera. Tetapi, setelah negara ini bersatu Hadromout merasa dianaktirikan oleh para petinggi-petinggi kenegaraan. Hingga akhirnya mereka ingin memisahkan kembali. Entah sampai kapan permasalahan ini terus berjalan. Tertembaknya kepala kobilah ini mengakibatkan negara Yaman semakin tidak kondusif. Akibatnya, seminggu ini sekolah dan universitas negeri dilarang melakukan aktifitas belajar mengajar seperti biasanya. Minggu hingga senin kemarin Beberapa pasar dan toko-toko dilarang berjualan, kantor-kantor kenegaraan bagian selatan dijaga ketat dan dikuasai oleh para kobilah Hadromout.

    Minggu 22 Desember 2013 hingga Senin, 23 Desember 2013 terjadi demo besar-besaran di setiap titik kota di provinsi Hadromout, mereka menuntut agar secepatnya pemerintah menyetujui perpisahan negara Yaman. Di kota Mukalla 5-8 warga Yaman tertembak mati. Tetapi hingga kini alhamdulillah, kami WNI yang ada di Yaman masih beraktifitas dengan baik dan aman-aman saja seperti biasanya. Karena memang lokasi kami yang jauh dari perkotaan dan aktifitas pendemo. Hanya saja perkuliahan sempat diliburkan dua hari.

Mungkin kabar ini yang bisa saya sampaikan kepada keluarga, guru-guru dan sahabat di Indonesia, doakan kami untuk keamanan dan ketentraman negara Yaman dan juga agar kami selalu diberikan keselamatan dan kemudahahan dalam menimba ilmu di negeri para wali ini. Amin.
 
Wassalamualaikum Wr. Wb.
_____________________________________________
RO'FAT HAMZIE
27 Desember 2013, Foah masakin-Provinsi Hadromout-Republik Yaman.

TEMU GAGAS ALUMNI

TEMU GAGAS ALUMNI

Posted by Unknown  |  at  3:13 AM

Buntet Pesantren merupakan salah satu pesantren yang termasuk dalam jajaran pesantren tertua di Indonesia, sudah tidak terhitung berapa ribu atau bahkan juta alumni -yang telah tercetak dan telah tersebar di beberapa pelosok nusantara dan bahkan penjuru belahan dunia- dari pesantren kita ini yang kini. 

Karena itu, sebenarnya alumni secara kuantitas saja seyogyanya sudah menjadi potensi yang sangat bernilai yang dimiliki oleh Buntet Pesantren, belum lagi berbicara kualitas, namun seperti yang kita ketahui potensi alumni Buntet Pesantren ini sejauh ini masih kurang diberdayakan secara maksimal. 

Oleh karena itu, kami sebagai bagian (kecil) dari Alumni Buntet Pesantren bermaksud menjejakkan langkah awal untuk mengoptimalkan potensi tersebut, agar para alumni kembali terhimpun sehingga potensinya bisa maksimal. Langkah awal ini akan kami wujudkan pada suatu acara yang bertajuk “Temu Gagas Alumni” yang selain bertujuan untuk memberdayakan potensi para alumni Buntet Pesantren, juga untuk menjaga tali silaturahmi antara keluarga besar Buntet Pesantren dengan para alumni.

Secara garis besar, rencana konsep acara tersebut adalah sebagai berikut :
Nama Acara : Temu Gagas Alumni
Penyelenggara : Alumni Buntet Pesantren Seluruh Asrama tahun 70-90an
Tempat : MAN Buntet Pesantren
Tanggal : 26 Desember 2013
Waktu : 08.00 WIB - Selesai
Susunan Acara :
1. Diskusi Alumni
2. Seremonial
- Pembukaan
- Tahlil
- Sambutan
a. Atas nama Inisiator : Ust. Masrur
b. Atas nama yayasan : KH. Adib Rofiuddin Izza
3. Santunan kepada 100 anak yatim
4. Penutup
5. Temu kangen

Tanpa bantuan dan dukungan dari semua pihak tentu acara ini akan “Jauh panggang dari api”.  
Silakan menghubungi panitia dengan kontak :
1. Hj. Dra. Bariroh 081 319 594 664
2. H. Ajun Junaidi 081 213 411 301
3. H. Drs. Saefuddin  081 324 527 771
4. H. Agus Koesnara 081 383 347 701
5. H. Drs. Masrur 081 398 127 900
6. H. Abdul Aziz 085 315 678 333

Selain tujuan-tujuan di atas, acara ini “Untuk pelengkap bangsa”, ujar Ust. Masrur, penggagas acara ini. Sekali lagi, mohon dukungan dan doa dari semuanya semoga acara ini menjadi langkah awal dari niat baik kita demi kemaslahatan Pesantren kita, Buntet Pesantren tercinta.


*Ust. Masrur adalah santri Kiai Busyrol Karim tahun 1976-1986, beliau mondok di Buntet Pesantren sezama dengan Kiai Usamah, Ketua FKUB dan NU Cirebon.

Pramuka MANU Putra Buntet Pesantren adakan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Alam

Pramuka MANU Putra Buntet Pesantren adakan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Alam

Posted by Unknown  |  at  10:53 PM

PRAMUKA MANU Putra Pesantren sedang mengadakan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Alam bersama Tim SAR Merah Putih dan PMI Kabupaten Bogor.
Foto: 13 Anggota PRAMUKA MANU PUTRA dan 3 Pendamping beserta Kepala Sekolah (K.H. Ade Moh. Nasih,Lc) dan Pembina OSIS (Bapak Fikri Mubarok,S.Pd,I) Malam ini Berangkat menuju Bogor untuk mengikuti Kegiatan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Alam. kegiatan berlangsung selama 7 Hari. Mohon doanya semua semoga mereka diberi kemudahan, kelancaran dan Selamat sampai dengan tujuan begitu pula sekembalinya mereka kekampung halaman MANU Putra Buntet Pesantren Tercinta.
Sebelum Pemberangkatan
Dari MANU Putra Buntet dikirim perwakilan 13 Anggota PRAMUKA yang didampingi oleh 5 pendamping yaitu 2 orang Alumni dan Kepala Sekolah, K.H. Ade Moh. Nasih,Lc serta Pembina OSIS, Fikri Mubarok,S.Pd,I.
Output yang diharapkan dari acara yang berlangsung selama 7 Hari di Pondok Pesantren Madinaturrohmah, ds. Gunung Picung, Kec. Pamijahan Kabupaten Bogor ini adalah Pondok Buntet Pesantren akan mempunyai santri-santri yang tanggap, sigap, dan selalu siaga dalam situasi bencana apapun dan siap di terjunkan kapanpun untuk membantu dan mendampingi para korban. Bahkan menurut Kang Fikri, kelak Buntet akan menjadi pondok pesantren pertama yang mempunyai tim tanggap bencana.
Rombongan MANU Putra tiba di Pon-Pes Madinaturrohmah, Senin, 21 Oktober 2013. Mereka semua disambut hangat oleh semua elemen pondok terutama Bapak H. Kaba'in, Pengasuh Pon-Pes Madinaturrohmah. Bapak Kaba’in sendiri ternyata merupakan alumni Pramuka MANU Putra Buntet Pesantren tahun 1986 sehingga sense of belonging dari beliau terhadap Pramuka MANU Putra, MANU Putra, dan Buntet Pesantren tampak begitu kental.
Foto: Pengarahan dan Serah Terima Kegiatan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Alam oleh K. H Ade Nasihul Umam,Lc kepada Ketua Tim SAR Merah Putih Kab. Bogor (Bapak Gustav)  disaksikan Bapak H. Kaba'in. (Pengasuh Pon-Pes Madinaturrohmah)Acara pelatihan tersebut resmi dimulai dengan pengarahan dan serah terima Kegiatan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Alam oleh K. H Ade Nasihul Umam,Lc kepada Ketua Tim SAR Merah Putih Kabupaten Bogor, Bapak Gustav dengan disaksikan Bapak H. Kaba'in selaku tuan rumah/Pengasuh Pon-Pes Madinaturrohmah.
Acara tersebut akan di tutup dengan silaturrahim alumni MANU Putra pada hari minggu malam, tanggal 27 oktober sekaligus memperingati peristiwa sumpah pemuda.

Mohon doa dari semuanya agar perwakilan dari MANU Putra Buntet Pesantren diberi kemudahan, kelancaran, dan keselamatan hingga kembali ke Buntet Pesantren Tercinta dengan membawa bekal oleh-oleh yang sangat berharga yaitu ilmu dan kesigapan dalam menghadapi dan menanggulangi bencana.

Riau akan Membuka Pasar Syariah

Riau akan Membuka Pasar Syariah

Posted by Unknown  |  at  2:13 AM


Pasar RIauOleh: Moh. Darda Prahara

Mendambakan
sebuah pasar yang adil dan terbuka, masing-masing pembeli dan penjual
saling rela. Harga tidak seenaknya dipasang, timbangan tidak
sembarangan, uang yang dipakai bukan uang rentenir dan lain-lain. Hal
ini bisa didapatkan di Pasar Syariah di Riau.



Pasar Riau Idenya dari mantan Bupati  di salah satu propensi rRau tepatnya di pasir putih kab kampar,munculnya digagas oleh mantan Bupati  kampar yaitu bapak jefri noer dan istrinya,mungki ini adalah pasar syariah pertama ada di indonesia, dan ditegaskan oleh dai bank indonesia cabang pekanbaru dan akan menjadi percontohan projek di indonesia.

Para pedagang sangat antusias dengan ide tersebut, bukti dari kesungguhannya daya tarik ini sampai ketelinga pedagang negeri Malaysia dan singapura yang memang tetangga dengan indonesia. belum juga dari pedagang asal Riau nya sendiri bahkan ada juga yang dari jakarta,sumatera barat. aktivitas jual beli yang dilakukan pasar syariah madani berpedoman dengan prinsip-prinsip jual beli secara islam.dan ada dewan syariah yang akan menentukan sekaligus pengawasan dan pengontrolan.

Selain itu pasar syariah madani ada pilar yang harus ditaatioleh para pedagang, yang pertama pedagang dilarang mempergunakan uang dari rentenir,kedua takaran atau timbangan sesuai dengan aturan islam(jujur),  ketiga pedagang dilarang keras memperjual belikan barang-barang haramseperti minuman yang berahkohol,keempat pedagang wajib menjaga kebersihan sesuai dengan ajaran islam dan wajib menjual harga barang dibawah standar dengan pasar-pasar lainnya,dan yang kelima setiap waktu sholat tiba(adzan)para pedagang menghentikan aktivitasnya dan mengikuti sholat berjama'ah yang sudah disiapkan ditengah pasar. Apabila ada pedagang yang melanggar ketentuan-ketentuan yang sudah berlaku maka dewan syariah akan menegurnya dan bahkan sampai pengusiran.

Fasilitas yang ada di pasar syariah madani ini permaianan anak-anak,untuk mensiasati orang tua berbelanja biar tidak mengganggu para orang tua yang sedang berbelanja dengan aman tentram,lapangan parkirnya sangat lumayan lah,dan yang paling penting adalah fasilitas bank perkreditan rakyat syariahuntuk menabung dan meminjam para pedagang,guna menghindari para rentenir,selain itu juga para pedagang akan ada bimbingan manajemen,pemasaran yang berkaitan dengan syariat islam,dan ada pula kegiatan wiridan dan pengajian setiap pekannya.

Artinya pedagang bukan saja hanya diberikan kios tetapi akan diberikan bekal ilmu pengtahuan berdagang menurut ajaran islam yang membawa selamat dunia akherat. Bukan itu saja kegiatannya adalagi nantinya akan ada pesta rakyat dantentunya dikala waktu sholat tiba acara tersebut diberhentikan sementara guna mengikuti sholat berjama'ah.

Kemudian pengelola pasar syariah madani menjajikan para setiap pedagang yang jujur maka akan ada bonus berupa diberangkatkan haji,itu janji jefri noer mantan Bupati  kampar,stiap tahunnya obsesinya adalah membrangkatkan lima atau sepuluh orang diberangkatkan haji.

Pengelol pasar syariah madani akan mendirikan juga lembaga amil zakat(laz),yang tugasnya khusus mengutip zakat dari para pedagang dan sekaligus mengutip tabungan haji.kemudian pengelola pasar akan melakukan seleksi terhadap para pedagang,khusus para pedagang yang sudah menerapkan prinsip-prinsip jual beli syariat islam,berdasrkan penilaian dewan syariah,maka akan mendapatkan kesempatan berangkat haji.

Biaya membrangkatkan haji para pedagang itu tentu dengan tabunagn haji yang dikutip lembaga amil zakat(laz)tetapi apabila tabungannya belum mencukupu pengelola dan penggagas yang nota bene mantan Bupati  jfri noer akan menalanginya,dan tidak ada paksaan para pedagang untuk menabung haji.

Hayo sapa sing arep ning pekanbaru? (hayo siapa yang mau ke Pekanbaru?


Moh. Darda Prahara, putra KH. Salim Effendi, kini menjadi profesional muda di sana.


Riau akan Membuka Pasar Syariah

Riau akan Membuka Pasar Syariah

Posted by Unknown  |  at  2:13 AM


Pasar RIauOleh: Moh. Darda Prahara

Mendambakan
sebuah pasar yang adil dan terbuka, masing-masing pembeli dan penjual
saling rela. Harga tidak seenaknya dipasang, timbangan tidak
sembarangan, uang yang dipakai bukan uang rentenir dan lain-lain. Hal
ini bisa didapatkan di Pasar Syariah di Riau.



Pasar Riau Idenya dari mantan Bupati  di salah satu propensi rRau tepatnya di pasir putih kab kampar,munculnya digagas oleh mantan Bupati  kampar yaitu bapak jefri noer dan istrinya,mungki ini adalah pasar syariah pertama ada di indonesia, dan ditegaskan oleh dai bank indonesia cabang pekanbaru dan akan menjadi percontohan projek di indonesia.

Para pedagang sangat antusias dengan ide tersebut, bukti dari kesungguhannya daya tarik ini sampai ketelinga pedagang negeri Malaysia dan singapura yang memang tetangga dengan indonesia. belum juga dari pedagang asal Riau nya sendiri bahkan ada juga yang dari jakarta,sumatera barat. aktivitas jual beli yang dilakukan pasar syariah madani berpedoman dengan prinsip-prinsip jual beli secara islam.dan ada dewan syariah yang akan menentukan sekaligus pengawasan dan pengontrolan.

Selain itu pasar syariah madani ada pilar yang harus ditaatioleh para pedagang, yang pertama pedagang dilarang mempergunakan uang dari rentenir,kedua takaran atau timbangan sesuai dengan aturan islam(jujur),  ketiga pedagang dilarang keras memperjual belikan barang-barang haramseperti minuman yang berahkohol,keempat pedagang wajib menjaga kebersihan sesuai dengan ajaran islam dan wajib menjual harga barang dibawah standar dengan pasar-pasar lainnya,dan yang kelima setiap waktu sholat tiba(adzan)para pedagang menghentikan aktivitasnya dan mengikuti sholat berjama'ah yang sudah disiapkan ditengah pasar. Apabila ada pedagang yang melanggar ketentuan-ketentuan yang sudah berlaku maka dewan syariah akan menegurnya dan bahkan sampai pengusiran.

Fasilitas yang ada di pasar syariah madani ini permaianan anak-anak,untuk mensiasati orang tua berbelanja biar tidak mengganggu para orang tua yang sedang berbelanja dengan aman tentram,lapangan parkirnya sangat lumayan lah,dan yang paling penting adalah fasilitas bank perkreditan rakyat syariahuntuk menabung dan meminjam para pedagang,guna menghindari para rentenir,selain itu juga para pedagang akan ada bimbingan manajemen,pemasaran yang berkaitan dengan syariat islam,dan ada pula kegiatan wiridan dan pengajian setiap pekannya.

Artinya pedagang bukan saja hanya diberikan kios tetapi akan diberikan bekal ilmu pengtahuan berdagang menurut ajaran islam yang membawa selamat dunia akherat. Bukan itu saja kegiatannya adalagi nantinya akan ada pesta rakyat dantentunya dikala waktu sholat tiba acara tersebut diberhentikan sementara guna mengikuti sholat berjama'ah.

Kemudian pengelola pasar syariah madani menjajikan para setiap pedagang yang jujur maka akan ada bonus berupa diberangkatkan haji,itu janji jefri noer mantan Bupati  kampar,stiap tahunnya obsesinya adalah membrangkatkan lima atau sepuluh orang diberangkatkan haji.

Pengelol pasar syariah madani akan mendirikan juga lembaga amil zakat(laz),yang tugasnya khusus mengutip zakat dari para pedagang dan sekaligus mengutip tabungan haji.kemudian pengelola pasar akan melakukan seleksi terhadap para pedagang,khusus para pedagang yang sudah menerapkan prinsip-prinsip jual beli syariat islam,berdasrkan penilaian dewan syariah,maka akan mendapatkan kesempatan berangkat haji.

Biaya membrangkatkan haji para pedagang itu tentu dengan tabunagn haji yang dikutip lembaga amil zakat(laz)tetapi apabila tabungannya belum mencukupu pengelola dan penggagas yang nota bene mantan Bupati  jfri noer akan menalanginya,dan tidak ada paksaan para pedagang untuk menabung haji.

Hayo sapa sing arep ning pekanbaru? (hayo siapa yang mau ke Pekanbaru?


Moh. Darda Prahara, putra KH. Salim Effendi, kini menjadi profesional muda di sana.


Pekanbaru Makin Menggeliat

Pekanbaru Makin Menggeliat

Posted by Unknown  |  at  11:32 AM


Oleh: Muhammad Darda Prahara

PekanbaruTINGGAL di Pekanbaru memang suasana baru bagi penulis. Tapi setidaknya cerita ini ingin diungkap karena ada hal menarik dari Pekanbaru. Sebuah kota yang cepat sekali pertumbuhannya di Indonesia. Ia  berada di Provinsi Riau. Kota yang memiliki julukan kota bertuah ini tuahnya benar-benar menggeliat laksana raksasa yang tengah tidur.




Dari kurun waktu berjalan, Pekanbaru sebenarnya sudah tampil
dominan dari segi pertumbuhannya. Yang menarik seperti yang saya
saksisakan saat ini, ditinjau dari berbagai aspek, Kota Pekanbaru meski
masih lekat budaya melayunya kini mampu berubah dalam pertumbuhan
ekonominya.


Karenanya, kini Kota pekanbaru yang jumlah penduduk yang
bermigrasi ke Riau Pekanbaru pada sensus 2000 tercatat 206.514 jiwa.
Ini menunjukkan bahwa dinamika perekonomian di sana menjadi daya tarik
masyarakat di luar Riau untuk datang ke sana.


Kian menggliatnya sektor ekanomi di sana, bak seekor ular yang
sedang memangsa korbannya. Kita bisa melihat dari sektor ekonominya
saja Pekanbaru sudah boleh disejajarkan dengan kota-kota besar yang
ada di Indonesia. Warga kota Pekanbaru memang campuran. Paling
menonjol adalah orang Sumatra Barat. Bahkan hingga bahasa yang
digunakan sehari-hari menggunakan bahasa minangkabau. Unsur kedua
adalah pendatang dari sumatera utara, karena kota Pekanbaru diapit oleh
dua provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara sementara sisanya adalah
orang jawa seperti penulis dan keturunan tionghoa.


Inilah yang menjadi daya tarik eknomi. Kita juga bisa melihat para
investor yang datang baik dari luar negeri dan lokal sedang memulai menginveskan
modalnya di kota bertuah ini. Tak heran jika kilang minyak dari
Amerika seperti caltex sampai sekarang masih berkibar di kota Pekanbaru
yang sekarang berganti nama menjadi Cevron caltex yang sahamnya dikelola
juga oleh orang Indonesia.


Kemudian dari segi perhotelan kota Pekanbaru sudah benar-benar
menggliat  dan menjualng di mana-mana. Lihat saja dalam kurun satu
tahun akan ada hotel berbintang lima, Aston Labersa dan The Peak
Apertemen.

Salah satu geliat hotel itu dilihat dari tingkat huniannya. Sebagai contoh, Satu hotel bintang empat yang ada di Pekanbaru mendapat jumlah tingkat hunian hotel mencapai 70% dalam dua tahun terkhir.


Walaupun sudah ada hotel berbintang lima seperti Hotel Aryaduta
rupanya, seiring dengan membajirnya wisatawan ke Pekanbaru, tidak heran
jika kebutuhan hotel pariwisata akan terus bertambah. Percepatakan
kebutuhan hotel itu sendiri kemudian merambah ke berbagai kelas. Selain
hotel berbintang lima, hotel-hotel kelas di bawahnya juga kini
bermunculan. Misalnya di sana sudah terlihat hotel-hotel  berbintang
empat pun ikut berkibar misalnya hotel Grand Elite Pekanbaru yang
berkedudukan di jalan Riau.  Ada pula Grand Jatra, Hotel Sahid dan
lain-lain.


Pariwisata dan kebutuhan penginapan berkelas ini rupanya terus
berlari dan berlomba untuk bersama-sama memanjakan para tamunya yang
datang ke Pekanbaru. Kebanyakan para tamu yang datang adalah para ekspatriat
baik lokal maupun asing. Para pebisnis ini sangat menikmati alam
kesejukan dan keramahan kota Pekanbaru yang dihuni banyak etnis melayu
ini. Tidak jarang,  orang-orang melayu dari luar negeri seperti
Singapura dan Malaysia, sangat betah datang kemari dan terlibat bisnis
dengan berbagai kolega.


Ada yang menarik dari warga Kota Pekanbaru ini. Karena di
Pekanbaru sendiri minim dengan obyek wisatanya, namun semangat berlibur
warga Pekanbaru, maka tidaklah heran kalau sudah wekeend warga kota
pekanbaru menghabiskan waktunya pergi ke tempat-tempat perbelanjaaan
seperti  mall.



 Ada juga beberapa tempat yang sering dikunjungi juga bisa diakses di internet. Ini menunjukkan geliat
teknologi di Pekanbaru cukup kuat. Tempat-tempat ini sering dikunjungi
di Pekanbaru diantaranya: • Pasar Wisata
Bakar Tongkang
Masjid Agung An-Nur Alam Mayang
Kasang Kulim Zoo Danau Buatan
Masjid Raya 
Mesjid Agung Annur 
Monumen Lokomotif
Museum Sang Nila 
Pasar Bawah 
Arena Purna MTQ
Balai Adat Riau
dan lain-lain.


pekanbaruKesan dan pengalaman penulis saat datang ke Pekanbaru pada tahun
2005 tidak sepadat sekarang. Namun  jangan heran kini dimana-mana di
tempat umum seperti kita kalau berjalan-jalan di sekitar jam kantor
kita dibuat pusing oleh kemacetan lalu lintas.

Rupanya, bukti ini
menunjukkan pemerintah kewalahan menangani laju dan geliat kota
Pekanbaru yang semakin cepat akrab dengan modernisasi di segala bidang.
sayangnya, budaya rebutan dan saling mendahuli oleh para pengemudi,
masih terasa di sini. Memang begitulah masalah sosial kemasyarakatan
tidak di Jakarta sebagai ibukota Negara, atau di kota-kota dunia, maka
di sini pun sama saja.


Ternyata seperti juga orang menggeliat karena bangun tidur,
geliatan kita juga tanpa sadar menyenggol orang lain. Karenanya, geliat
Pekanbaru sebagai wujud dari modernisasi Indoensia mestinya harus
disikapi serius oleh pemerintah daerah karena Pekanbaru juga merupakan
kebanggaan Indonesia. Indonesia maju tidak mesti dari kota-kota pusat
tetapi kota di Provinsi pun juga bisa. Salah satunya Pekanbaru ini.


M. Darda Prahara, pura KH. Salim Effendi, kini menjadi profesional muda yang berasal dari Buntet Pesantren Cirebon.

Pekanbaru Makin Menggeliat

Pekanbaru Makin Menggeliat

Posted by Unknown  |  at  11:32 AM


Oleh: Muhammad Darda Prahara

PekanbaruTINGGAL di Pekanbaru memang suasana baru bagi penulis. Tapi setidaknya cerita ini ingin diungkap karena ada hal menarik dari Pekanbaru. Sebuah kota yang cepat sekali pertumbuhannya di Indonesia. Ia  berada di Provinsi Riau. Kota yang memiliki julukan kota bertuah ini tuahnya benar-benar menggeliat laksana raksasa yang tengah tidur.




Dari kurun waktu berjalan, Pekanbaru sebenarnya sudah tampil
dominan dari segi pertumbuhannya. Yang menarik seperti yang saya
saksisakan saat ini, ditinjau dari berbagai aspek, Kota Pekanbaru meski
masih lekat budaya melayunya kini mampu berubah dalam pertumbuhan
ekonominya.


Karenanya, kini Kota pekanbaru yang jumlah penduduk yang
bermigrasi ke Riau Pekanbaru pada sensus 2000 tercatat 206.514 jiwa.
Ini menunjukkan bahwa dinamika perekonomian di sana menjadi daya tarik
masyarakat di luar Riau untuk datang ke sana.


Kian menggliatnya sektor ekanomi di sana, bak seekor ular yang
sedang memangsa korbannya. Kita bisa melihat dari sektor ekonominya
saja Pekanbaru sudah boleh disejajarkan dengan kota-kota besar yang
ada di Indonesia. Warga kota Pekanbaru memang campuran. Paling
menonjol adalah orang Sumatra Barat. Bahkan hingga bahasa yang
digunakan sehari-hari menggunakan bahasa minangkabau. Unsur kedua
adalah pendatang dari sumatera utara, karena kota Pekanbaru diapit oleh
dua provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara sementara sisanya adalah
orang jawa seperti penulis dan keturunan tionghoa.


Inilah yang menjadi daya tarik eknomi. Kita juga bisa melihat para
investor yang datang baik dari luar negeri dan lokal sedang memulai menginveskan
modalnya di kota bertuah ini. Tak heran jika kilang minyak dari
Amerika seperti caltex sampai sekarang masih berkibar di kota Pekanbaru
yang sekarang berganti nama menjadi Cevron caltex yang sahamnya dikelola
juga oleh orang Indonesia.


Kemudian dari segi perhotelan kota Pekanbaru sudah benar-benar
menggliat  dan menjualng di mana-mana. Lihat saja dalam kurun satu
tahun akan ada hotel berbintang lima, Aston Labersa dan The Peak
Apertemen.

Salah satu geliat hotel itu dilihat dari tingkat huniannya. Sebagai contoh, Satu hotel bintang empat yang ada di Pekanbaru mendapat jumlah tingkat hunian hotel mencapai 70% dalam dua tahun terkhir.


Walaupun sudah ada hotel berbintang lima seperti Hotel Aryaduta
rupanya, seiring dengan membajirnya wisatawan ke Pekanbaru, tidak heran
jika kebutuhan hotel pariwisata akan terus bertambah. Percepatakan
kebutuhan hotel itu sendiri kemudian merambah ke berbagai kelas. Selain
hotel berbintang lima, hotel-hotel kelas di bawahnya juga kini
bermunculan. Misalnya di sana sudah terlihat hotel-hotel  berbintang
empat pun ikut berkibar misalnya hotel Grand Elite Pekanbaru yang
berkedudukan di jalan Riau.  Ada pula Grand Jatra, Hotel Sahid dan
lain-lain.


Pariwisata dan kebutuhan penginapan berkelas ini rupanya terus
berlari dan berlomba untuk bersama-sama memanjakan para tamunya yang
datang ke Pekanbaru. Kebanyakan para tamu yang datang adalah para ekspatriat
baik lokal maupun asing. Para pebisnis ini sangat menikmati alam
kesejukan dan keramahan kota Pekanbaru yang dihuni banyak etnis melayu
ini. Tidak jarang,  orang-orang melayu dari luar negeri seperti
Singapura dan Malaysia, sangat betah datang kemari dan terlibat bisnis
dengan berbagai kolega.


Ada yang menarik dari warga Kota Pekanbaru ini. Karena di
Pekanbaru sendiri minim dengan obyek wisatanya, namun semangat berlibur
warga Pekanbaru, maka tidaklah heran kalau sudah wekeend warga kota
pekanbaru menghabiskan waktunya pergi ke tempat-tempat perbelanjaaan
seperti  mall.



 Ada juga beberapa tempat yang sering dikunjungi juga bisa diakses di internet. Ini menunjukkan geliat
teknologi di Pekanbaru cukup kuat. Tempat-tempat ini sering dikunjungi
di Pekanbaru diantaranya: • Pasar Wisata
Bakar Tongkang
Masjid Agung An-Nur Alam Mayang
Kasang Kulim Zoo Danau Buatan
Masjid Raya 
Mesjid Agung Annur 
Monumen Lokomotif
Museum Sang Nila 
Pasar Bawah 
Arena Purna MTQ
Balai Adat Riau
dan lain-lain.


pekanbaruKesan dan pengalaman penulis saat datang ke Pekanbaru pada tahun
2005 tidak sepadat sekarang. Namun  jangan heran kini dimana-mana di
tempat umum seperti kita kalau berjalan-jalan di sekitar jam kantor
kita dibuat pusing oleh kemacetan lalu lintas.

Rupanya, bukti ini
menunjukkan pemerintah kewalahan menangani laju dan geliat kota
Pekanbaru yang semakin cepat akrab dengan modernisasi di segala bidang.
sayangnya, budaya rebutan dan saling mendahuli oleh para pengemudi,
masih terasa di sini. Memang begitulah masalah sosial kemasyarakatan
tidak di Jakarta sebagai ibukota Negara, atau di kota-kota dunia, maka
di sini pun sama saja.


Ternyata seperti juga orang menggeliat karena bangun tidur,
geliatan kita juga tanpa sadar menyenggol orang lain. Karenanya, geliat
Pekanbaru sebagai wujud dari modernisasi Indoensia mestinya harus
disikapi serius oleh pemerintah daerah karena Pekanbaru juga merupakan
kebanggaan Indonesia. Indonesia maju tidak mesti dari kota-kota pusat
tetapi kota di Provinsi pun juga bisa. Salah satunya Pekanbaru ini.


M. Darda Prahara, pura KH. Salim Effendi, kini menjadi profesional muda yang berasal dari Buntet Pesantren Cirebon.

Copyright © 2013 Blog Backup Buntet Pesantren. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top