Showing posts with label Kabar. Show all posts
Showing posts with label Kabar. Show all posts

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Forsila BPC Jakarta Raya Bekali Santri Buntet Pesantren

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Forsila BPC Jakarta Raya Bekali Santri Buntet Pesantren

Posted by Unknown  |  at  7:18 AM

Tak kurang dari 500 santri ikuti seminar ekonomi yang diselenggarakan Forsila BPC Jakarta Raya di aula MANU Putra Buntet Pesantren. (31/1).
“Acara ini berawal dari obrolan pada kajian mingguan. Berkat niat dan tekad akhirnya acara ini dapat terlaksana. Ini juga merupakan wujud khidmat kami sebagai alumni terhadap almamater sendiri”, ucap Ahmad Fabi Kriyan Ardani, ketua umum Forsila BPC Jakarta Raya pada sambutannya.
Seminar yang bertemakan “membangun santri menjadi bangsa yang kompetitif dalam menghadapi pasar bebas ASEAN” ini diisi oleh K.H. Fahad A. Sadat, S.E., M.E.Sy. Beliau selain seorang kiai dan kepala SMK NU Mekanika Buntet Pesantren, juga sebagai pakar ekonomi syariah. Beliau banyak membahas bagaimana kesepakatan yang terjadi dan apa dampak bagi Indonesia atas adanya kesepakatan ini.
Selain itu, seminar ini juga menghadirkan Forsilawan –sebutan untuk anggota Forsila- Akhmad Ali Hasyim, S.Pd, seorang senior Forsila BPC Jakarta Raya yang kini tengah menyusun tesis s2 di pascasarjana FISIP Universitas Indonesia. Beliau berbicara bagaimana santri harus bertindak menghadapi ini dengan sejarah bagaimana santri dahulu sebagai tolok ukurnya.
Acara seminar ini juga diisi dengan training motivasi oleh kandidat doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, forsilawan M. Sofi Mubarok, S.S.I, M.H.I., seorang alumni MAN Buntet Pesantren yang sejak strata satu hingga strata tiga menerima beasiswa. Beliau memberikan pemahaman bagaimana pentingnya belajar dan berpikir. “dengan seringnya kita berpikir, maka akan timbul pemaham dan pikiran-pikiran baru”, ucap beliau setelah melakukan permainan sebagai analoginya.
Acara ini ditutup dengan pembagian doorprize, pengumuman dan pembagian hadiah perlombaan yang telah dilangsungkan sebelumnya, 21-29 Januari meliputi lomba menulis puisi, cerpen, dan opini. Selain itu juga lomba Miss Forsila dan turnamen futsal yang diikuti oleh santri Buntet Pesantren.

Acara ini didukung oleh IKAPB sebagai organisasi yang menaungi seluruh santri Buntet Pesantren dan juga didukung oleh organisasi alumni serupa yang seluruh anggotanya berdomisili di Semarang, Formasi BPC Semarang. Bersama Formasi BPC Semarang juga, Forsila BPC Jakarta Raya memberikan informasi tentang dunia kampus yang berada di wilayah Jabodetabek dan Semarang kepada seluruh siswa kelas XII Aliyah se-derajat di Buntet Pesantren (28-31/1).

Lebaran Anak Yatim

Lebaran Anak Yatim

Posted by Unknown  |  at  8:59 PM


Bersama Bogor Motor Classic (BOMSIC) dan Anak Nongkrong Komunitas Amal (ANKA), Forum Silaturrahim Buntet Pesantren Cirebon (Forsila BPC) Jakarta Raya turut serta menyelenggarakan acara Lebaran Anak Yatim di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Madinaturrahmah, Pamijahan, Bogor (9/11/14).
Acara yang didasarkan pada kecintaan Nabi Muhammad SAW pada anak Yatim ini diikuti oleh lebih dari 500 anak Yatim se-Kabupaten Bogor dengan diisi berbagai kegiatan menarik yang diikuti oleh wajah-wajah lucu nan ceria khas anak-anak.

Seusai maulidan sebagai pembukaan acara sebelum rangkaian acara lainnya dilaksanakan, para anak yatim tersebut dipersilakan untuk memilih kegiatan yang telah digelar oleh Forsila, BOMSIC, ANKA, dan Posko Merah Putih.

Forsila menyelenggarakan lomba adzan dan lomba mewarnai lafaz Jalalah dan Muhammad. ANKA juga menyelenggarakan beberapa perlombaan. Selain itu, ada out bound yang disiapkan dan dipandu oleh Tim Posko Merah Putih. BOMSIC mengadakan konvoi keliling dengan motor-motor classic. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor pula ikut nongkrong bareng.

Anak-anak Yatim terlihat  begitu antusias memilih dan mengikuti aneka kegiatan. Ada yang bahkan sangat termotivasi hingga ikut dua perlombaan/kegiatan sekaligus. Acara ini juga dihibur dengan dua penari jaipong cilik. Setelah itu, ditutup dengan pemberian hadiah bagi para pemenang lomba, pembagian uang santunan kepada seluruh anak yatim, dan sesi foto bersama.

“Ini ala kadarnya dari kami, Bu. Tolong disampaikan kepada anak-anak. Semoga berkah dan manfaat. Titip mereka, Bu”, ucap Muhammad Syakir Ni’amillah, sekretaris umum Forsila BPC, saat memberikan amplop berisi santunan kepada koordinator anak yatim dari salah satu kampung.


Sebelumnya, Forsila BPC menggalang dana dengan meminta bantuan dari tamu-tamu wisudawan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta saat wisuda ke-94. Pula pada acara Indonesia International Book Fair, Senayan pada minggu lalu. Selain itu, Forsila BPC juga berjualan gorengan untuk sedikit menambah dana. Beberapa anggota yang tidak dapat terlibat langsung juga memberikan bantuan berupa finansial yang tentunya sangat membantu terlaksananya acara tersebut.

IKPB Adakan Workshop Pendidikan Anti Korupsi dan Pendidikan HAM

IKPB Adakan Workshop Pendidikan Anti Korupsi dan Pendidikan HAM

Posted by Unknown  |  at  7:57 PM


Buntet Pesantren- Bertempat di Aula Guest House, Kantor YLPI Buntet Pesantren, Jumat (7/11/14), IKAPB Buntet Pesantren bekerjasama dengan SOFI INSTITUTE menyelenggarakan Workshop Pendidikan Anti Korupsi dan Pendidikan HAM dengan pemateri dari Tim Mata Muda.
 “Mengingat maraknya kasus korupsi dan HAM yang tengah berlangsung hingga kini, pesantren khususnya IKPB yang tujuan didirikannya untuk mengurusi hal-ihwal kegiatan santri (khususnya) merasa perlu membentengi para santri dan siswa yang berada di lingkungan Buntet Pesantren. Dengan kegiatan ini, semoga para santri dan siswa memahami betul bahwa korupsi merugikan semua pihak, termasuk dirinya sendiri sebagai pelakunya”, Ungkap ketua Umum IKPB, Muhammad Majdi (24).
“Selain itu, HAM yang juga seringkali menjadi isu nasional ini perlu juga diketahui oleh kaum para pelajar yang menghuni pondo pesantren ini. Kita tidak boleh acuh atau buta akan hal-hal demikian”, lanjutnya.
Meski menyita cukup banyak waktu, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di Buntet Pesantren ini diikuti dengan sangat antusias dan penuh semangat oleh para delegasi Santri Pondok Buntet Pesantren dan siswa-siswi dari sekolah-sekolah di sekitar Buntet Pesantren. Acara yang diadakan di hari libur yaitu Jum'at dengan dimulai dari pukul 09.00 WIB sampai 15.30 WIB ini tidak mengurangi antusiasme para peserta yang (pastinya) akan berdampak positif ke depan bagi mereka.
“Acara ini dilaksanakan sebagai bukti bahwa santri dan siswa-siswi di kecamatan Astanajapura Cirebon, juga bisa mengungkapkan aspirasinya mengenai kasus korupsi yang sedang hangat diperbincangkan.”ujar Muhammad Abu Dzar Al-Ghiffari selaku ketua pelaksana. (ANM) “Dengan mengikuti kegiatan ini, saya dan teman-teman jadi paham bahwa pemuda juga bisa ikut mengawal program pemerintah dengan mencari tahu informasi yang berkembang di daerahnya”, ungkap salah satu peserta, Budiyanto.


FORSILA BPC Jakarta Raya Selenggarakan Masa Keakraban 2014

FORSILA BPC Jakarta Raya Selenggarakan Masa Keakraban 2014

Posted by Unknown  |  at  6:16 PM

Masa keakraban merupakan agenda tahunan Forsila BPC Jakarta Raya yang pada tahun ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Madinaturrahmah, Gunung Picung, Pamijahan, Bogor, pada hari jumat sampai minggu, 17-19 Oktober 2014.

Acara yang diketuai oleh Forsilawan (sebutan untuk anggota Forsila BPC) Ade Syamsul Falah ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai daerah di wilayah Jabodetabek dengan diisi materi keForsilaan yang dinarasumberi Forsilawan Muhammad Zaim Nugroho, S.Sos.I (salah seorang pendiri Forsila BPC), materi teknik persidangan yang dinarasumberi Forsilawan Zamakhsyari, materi peran alumni Buntet Pesantren di tengah masyarakat oleh K.H. Kabain, Motivasi oleh Forsilawan Faisal Hilmi, seorang pembicara kelas internasional.

“Jadilah perwira, dan kapalnya adalah Forsila”, begitu pesan K.H. Kabain kepada seluruh peserta dan panitia untuk memberikan semangat berkhidmat kepada para kiai dengan menunjukkan eksistensi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk umat pada saat penyampaian materi tentang peranan alumni Buntet Pesantren di tengah masyarakat.

Pagi seusai jamaah subuh, tahlil dan debat tentang fenomena "jilboobs" menjadi penghangat suasana pagi kaki Gunung Salak yang dingin. Tengah malam minggu diisi dengan  evaluasi dari materi-materi yang telah disampaikan hingga menjelang subuh. Sebagai penghangat seusai merasakan dingin yang menusuk tulang, panitia menghadirkan api unggun.

Pada hari terakhir, acara dipenuhi dengan permainan yang mengandung unsur-unsur kepemimpinan, keorganisasian, dan pemecahan masalah. Sehingga, para peserta tidak merasa bosan dengan materi. Kemasan materi model seperti ini yang harus terus dan perlu dikembangkan oleh panitia dan pembicara.

 “Sekali santri, tetaplah santri. Walau sudah keluar dari pondok, label santri akan terbawa sampai mati. Apabila lepas lebel santrinya, maka hancurlah ilmu agama yang selama ini kita pelajari. Santri adalah matahari atau cahaya buat dirinya, keluarganya dan lingkungannya.”, tulis pengasuh Kiai yang juga pengajar di Kepolisian Bogor ini dalam status facebooknya.

“Manfaat ilmu terletak dari keberkahan. Dan keberkahan didapat selama santri masih mencintai gurunya dan pesantrennya. Bukan kehebatan ilmu yang membuat seorang santri menjadi hebat. Tetapi, bagaimana santri tersebut menghormati ilmu dan yang mengajarkan ilmu serta yang memiliki ilmu tersebut”, lanjut beliau.

Acara yang bertemakan “Menjaga Akidah, Mempererat Ukhuwah” ini ditutup dengan pembaiatan yang dipimpin oleh Forsilawan Zamakhsyari, penyematan penghargaan kepada Forsilawan Ahmad Subhan Ainurrofiq sebagai peserta terbaik, berkat kebijaksanaannya dalam memimpin simulasi sidang yang diricuhkan oleh sebagian peserta dan panitia, serta pemberian santunan kepada para santri yang menghuni Pondok Pesantren Madinaturrahmah sebagai wujud terimakasih atas kesediaannya menerima dan menyambut baik acara tersebut.

“Kami berharap tidak cukup sampai di sini. Tapi, perjuangan bersama untuk senantiasa berkhidmat dan menjunjung tinggi nama besar Buntet Pesantren itulah yang kami tunggu di Forsila”, ujar ketua umum Forsila, Ahmad Fabi Kriyan Ardani menutup acara tahunan itu.

IKAPB Jadi Terbaik Kedua Lomba Adzan Pitu Keraton Kasepuhan

IKAPB Jadi Terbaik Kedua Lomba Adzan Pitu Keraton Kasepuhan

Posted by Unknown  |  at  9:00 PM


M. Majdi, Ketua IKAPB bersama para juara dan Sultan Kasepuhan
Pengurus Ikatan Keluarga Asrama-Asrama Pondok Buntet Pesantren (IKAPB) berhasil menjadi terbaik kedua dalam lomba Adzan Pitu yang digelar dalam rangka Festival Seni Budaya Pesisiran dan Haul Sunan Gunung Jati ke-461 di Langgar Agung Keraton Kasepuhan pada hari selasa lalu, 7 Oktober 2014.


Tim yang beranggotakan Muhammad Majdi, Ahmad Irsyad, Jamaluddin Husein, Muhammad Fajrul Falah, Muhammad Abudzar, Alfian Noor Muhammad, dan Ahmad Fasya dengan dibantu M. Akmal Abbas Selaatmaja sebagai official ini berhasil menyisihkan delapan tim lain meski tanpa persiapan yang cukup matang.

“Bahagia dan bangga karena inilah debut pertama IKAPB setelah kepengurusan yang baru dilantik bulan lalu”, ujar Ketua IKAPB, Muhammad Majdi setelah menerima penghargaan dari Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan, PRA. Arif Natadiningrat di halaman Masjid Sang Cipta Rasa.
M. Majdi saat menerima tropi dan hadiah dari Sultan kasepuhan
“Semoga ke depan lebih baik lagi dan lebih banyak lagi prestasi yang diraih”, lanjutnya.

Selain menyelenggarakan lomba Azan Pitu, Festival Seni Budaya Pesisiran dan Haul Sunan Gunung Jati ke-461 yang digelar di Keraton Kasepuhan ini juga menyelenggarakan lomba mewarnai dan lomba fotografi.

Selamat untuk Pengurus IKAPB, prestasi kalian menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami juga.

Best FM Menjadi The Best dalam Lomba KPK RI

Best FM Menjadi The Best dalam Lomba KPK RI

Posted by Unknown  |  at  6:48 PM

Foto: Selamat, Radio Komunitas Buntet Pesantren meraih juara 1 pada lomba feature audio yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Anugerah diberikan di Kota Tua, Ahad (17/8). cc Sobih Adnan, KH Husein Muhammad, Marzuki Wahid, Mahrus EL-Mawa  http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,46-id,53895-lang,id-c,pesantren-t,Radio+Komunitas+Pesantren+Buntet+Juara+I+Lomba+KPK+RI-.phpx

Radio Komunitas (Rakom) Buntet Pesantren (Best FM) meraih peringkat juara 1 dalam lomba pembuatan feature berbentuk audio yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi Repubik Indonesia (KPK RI) bekerja sama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI).

Penyerahan hadiah lomba bertema "Anti Korupsi" tersebut dilakukan dalam acara peluncuran Kanal TV KPK RI sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di Kota Tua, Jakarta, Ahad (17/8).

Ketua Rakom Best FM, Ahmad Rovahan mengatakan, pihaknya sangat bangga karena peringkat pertama lomba tingkat nasional ini justru bisa diraih radio yang diinisiasi kalangan pesantren. Ia berharap, penghargaan ini bisa dijadikan penyemangat untuk berkarya lebih baik lagi.

“Alhamdulillah, semua ini tak lain merupakan bukti keberkahan pesantren.  Semoga dengan penghargaan ini kami bisa berkarya lebih baik,” ungkap Rovahan yang dihubungi per telepon oleh NU Online.

Dalam perlombaan yang diikuti oleh ratusan Rakom se-Indonesia ini, Best FM menyajikan sebuah iklan layanan masyarakat (ILM) berbentuk feature tentang betapa terbukanya prinsip pelaporan keuangan publik yang dilakukan oleh para pengurus masjid. 

Karya dengan judul “Belajar Jujur dari Para Pengurus Masjid” ini berisi sebuah wawancara tentang gambaran pengumuman pemasukan anggaran yang biasa dilakukan oleh pengurus masjid sebelum Salat Jumat dilaksanakan.

“Mulanya menurut kami sangat unik, para pengurus masjid itu sudah melakukan prinsip keterbukaan anggaran publik jauh sebelum lembaga-lembaga seperi KPK dan lainnya berdiri. Mengapa tradisi pengumuman pemasukan anggaran yang biasanya dilakukan sebelum Salat Jumat ini diteladani oleh pihak lain?” katanya.

Meskipun, lanjut Rovahan, keteladanan para pengurus masjid tersebut tidak mesti ditiru secara teknis. Tapi kesemangatan untuk terbuka dalam bidang keuangan yang bersumber dari masyarakat ini dilakukan dengan penuh sungguh-sungguh dan terperinci.

“Dalam feature audio ini juga saya angkat wawancara tentang kejadian di salah satu masjid, pengurus mengumumkan nominal anggaran yang masuk secara terperinci, semisal lima juta ditambah dua dollar Singapura. Bukan hanya nominal loh, tapi jenisnya juga terperinci,” jelas Rovahan.

Selain secara terbuka dan terperinci, menurut Rovahan, prinsip anti korupsi ini juga perlu ditopang oleh penghayatan ajaran agama yang kuat, oleh karenanya, pesantren juga merasa penting untuk terlibat secara langsung dalam kampanye anti korupsi di Indonesia.

Selain Best FM sebagai juara 1, perlombaan ini juga menetapkan tiga rakom lain sebagai juara peringkat selanjutnya, antara lain Taraktak FM Sumatera Barat, Wijaya FM Yogyakarta dan K-FM Magelang. Pemenang lomba mendapatkan hadiah berupa peralatan siar radio yang diserahkan langsung para Pimpinan KPK diantaranya Ketua KPK Abraham Samad, Bambang Widjayanto, Adnan Pandu Praja, dan Juru Bicara KPK Johan Budi

Selamat dan turut bangga atas hasil yang dicapai oleh radio komunitas kita. Semoga ini menjadi pemacu dan pemicu untuk mengejar prestasi-prestasi berikutnya.

Disarikan dari NU Online

IKAPB Punya Pemimpin Baru

IKAPB Punya Pemimpin Baru

Posted by Unknown  |  at  5:19 AM

Jum’at, 2 hari menjelang HUT Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tim Kelompok Kerja (Pokja) Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Asrama-asrama Pondok Buntet Pesantren (IKAPB) memfasilitasi terselenggaranya Musyawarah Besar (Mubes).

Foto: Mulai dari 2006 mengabdi, tinggal nunggu waktu untuk jadi penonton :)  Ikapb Buntet PesantrenAcara Mubes yang dilangsungkan di Ruang Pertemuan Gedung Guest House Yayasan Lembaga Pendidikan (YLPI) Islam Buntet Pesantren ini diawali dengan laporan dari Tim Pokja yang kemudian disambung sambutan sekaligus dibukanya Mubes IKAPB 2014 oleh Kang Nurudin selaku Ketua IKAPB masa khidmat 2012-2014 kemudian Kang Anas Asazz mewakili Dewan Penasihat memberikan arahan kepada semua peserta sidang yang hadir.

Setelah sambutan-sambutan, acara berlanjut pada Sidang Pleno membahas dan menetapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Pedoman Kerja Organisasi, dan Garis-garis besar Haluan Kerja dari organisasi IKAPB. Selain itu, salah satu agenda penting dari Mubes yang dilangsungkan tadi adalah pemilihan Ketua Umum IKAPB untuk periode selanjutnya, yaitu masa khidmat 2014-2016. Pembahasan yang berlangsung maraton dalam waktu yang cukup lama, yaitu dari pagi sampai pukul 17.00 WIB ini selain bertujuan menetapkan aturan main dari organisasi serta menentukan pemimpin baru, ajang mubes ini juga ditujukan sebagai ajang untuk sosialisasi kepada para anggota tentang peraturan-peraturan yang berlaku di IKAPB serta segala hal yang berkaitan dengan IKAPB. Ya sesuai pepatah yang mengatakan “Tak Kenal, maka tak sayang”, Mubes ini juga diharapkan membuat para peserta Mubes lebih mengenal IKAPB sehingga kelak akan tumbuh kecintaan dan kepedulian serta rasa memiliki sehingga IKAPB tidak akan kehabisan tenaga dan ide-ide baru yang akan terus menjalankan roda organisasi.

Acara yang dihadiri para pengurus IKAPB periode 2012-2014, perwakilan dari masing-masing pondok, calon-calon pengurus IKAPB periode 2014-2016, serta para Dewan Penasihat IKAPB/Ketua Umum dan Pengurus IKAPB periode-periode sebelumnya (diantaranya ada Kang Anas Asazz, Kang Lutfi NZ, Kang Zidni NZ, dan Kang Fikri Mubarok) secara mufakat memilih M. Majdi atau yang lebih dikenal dengan Kang Andi sebagai nahkoda baru IKAPB dalam mengarungi periode selanjutnya yaitu tahun 2014-2016.


Kang Andi, Ketua IKAPB 2014-2016
Waktu memang akan terus bergulir, IKAPB yang sudah berdiri pada September tahun 1992 ini akan dipimpin oleh pemimpin ke delapan yang akan meneruskan estafet kepemimpinan yang telah diwariskan oleh para pemimpin sebelumnya ; Kang Asep Nu’man Zein, Kang Jachus Santoso, Kang Lutfi NZ, Kang Anas Asazz, Kang Nemi Mu'tashim Billah, Kang Zidni NZ, dan Kang Nuruddin. Selamat untuk Kang Andi, semoga senantiasa ikhlas, istiqomah, dan semangat dalam menjalankan khidmat kepada para masyayikh khususnya dalam mengurus santri melalui IKAPB. Kami semua mendukungmu.

Halal Bihalal Bani Muta'ad

Halal Bihalal Bani Muta'ad

Posted by Unknown  |  at  6:29 AM

Buntet Pesantren, Jum’at, 8 Agustus 2014 – Sekumpulan pemuda dan pemudi Buntet yang merupakan keturunan (Bani) Kiai Mutaad bin Kiai Raden Muridin mengadakan Halal Bihalal. Seperti yang sudah kita sama-sama ketahui bahwa selepas Mbah Muqooyim, Pondok Buntet Pesantren diasuh oleh Mbah Mutaad yang tak lain merupakan cucu menantu dari Mbah Muqooyim. Mbah Mutaad adalah keturunan ke 17 dari Syekh Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati, namun Mbah Mutaad begitu menekankan kepada anak cucunya untuk rendah hati dan menanggalkan gelar kebangsawanan (Raden).

Image preview

Acara yang diinisiasi oleh Moh. Akmal Abbas S. dan kawan-kawan ini sukses mengumpulkan sekitar 80 orang yang notabene masih satu keluarga dan kelak akan meneruskan perjuangan para sesepuh pondok Buntet Pesantren khususnya Mbah Mutaad. Tujuan diadakannya acara tersebut adalah agar sesama zurriyah bisa saling mengenal dan terus menjaga hubungan silaturrahim.

Acara yang dimulai Ba’da Isya ini dihadiri oleh KH. Ade Nasihul Umam yang secara gamblang, detil dan runtut memaparkan dinamika Buntet dari masa ke masa serta peran Buntet Pesantren dalam mengembangkan Pondok-pondok lain, tercatat Pondok-pondok seperti Gedongan, Benda Kerep, Balerante Tebu Ireng, Lirboyo, dan lain-lain tidak terlepas dari ikhtiar beberapa Kiai dari Buntet Pesantren. Selain itu, KH. Ade juga menekankan bahwa Pondok Buntet yang sudah berdiri sejak zaman Pangeran Diponegoro lahir atau tepatnya pada tahun 1758 M bisa tetap bertahan sampai sekarang karena adanya harmoni atau kerjasama antara para Kiai sepuh dan generasi muda. Beliau mencontohkan semasa LPI (sekarang YLPI) dipimpin oleh KH. Junaedi Anas, KH. Junaedi Anas dan para Kiai sepuh saat itu dibantu dan disokong betul oleh para Kiai muda seperti KH. Maufur, KH. Zuhdi, KH. Hisyam Mansyur, dan lain-lain. Oleh karena itu, peran generasi muda Buntet Pesantren khususnya yang hadir pada acara tersebut begitu diharapkan demi kebaikan ma’haduna, Ma’had Buntet Pesantren, tambah KH. Ade.

Meski malam sudah semakin larut, selepas pemaparan sejarah Buntet oleh KH. Ade, sejumlah orang yang tengah berkumpul di ruang pertemuan YLPI Buntet Pesantren masih antusias mendengarkan motivasi dari KH. Salman. KH. Salman menyampaikan sebuah cerita yang mengandung pesan moral bahwa tidak akan menyelesaikan masalah kalau kita hanya bisa berbicara atau menggerutu kesana kemari, yang dibutuhkan adalah action bersama agar masalah tersebut bisa selesai dengan cepat. KH. Salman juga mendorong agar semua yang hadir kelak akan melanjutkan dan menghidupkan kembali Ikatan Keluarga Asrama Pondok Buntet Pesantren yang akan mengadakan Musyawarah Besar pada pekan depan.



Sebelum acara diakhiri dengan foto bersama dan salam-salaman, KH. Nahdudin Royandi Abbas yang sudah rawuh di tengah-tengah peserta sejak awal acara berpesan agar para keturunan Kiai Mutaad agar Tawadlu. Menurut KH. Nahdudin, tawadlu kepada siapapun jaminannya adalah siapapun juga akan tawadlu atau hormat kepada kita. Selain berpesan agar tawadhu, KH. Nahdudin juga menantang semua yang hadir agar bisa lebih baik dari beliau. Beliau telah membuktikan bahwa beliau mampu “menaklukkan” dunia, berkelana dari mulai Timur Tengah sampai di London, Inggris dengan tujuan untuk belajar, belajar, dan terus belajar. Beliau juga berharap bahwa acara tersebut akan diadakan kembali di masa mendatang dan kelak Beliau akan menceritakan pengalaman-pengalamannya selama Beliau melanglangbuana ke berbagai tempat di belahan dunia.

Seusai foto bersama dan salam-salaman, diadakan diskusi yang intinya untuk menguatkan komitmen bersama bahwa IKAPB adalah tanggung jawab kita bersama, begitupun dengan Pondok yang sudah hidup ratusan tahun ini adalah menjadi ladang tempat kita berjuang bersama. Bismillah . . .

Agenda Haul 2014

Agenda Haul 2014

Posted by Unknown  |  at  5:35 AM

Buya Yahya pada Haul 2009
Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren yang sudah menjadi agenda tahun selama kurang lebih satu abad (sejak pondok Buntet Pesantren dipimpin oleh KH. Abdul Jamil, baca : Sejarah Haul Buntet Pesantren) akan terus diadakan termasuk tahun ini yang puncak acaranya akan berlangsung pada tanggal 5 April 2014 M berbarengan dengan tanggal 5 Jumadil Akhir 1435 H. Acara Haul tahun 2014 M/1435 H akan dikemas dalam rangkaian acara sebagai berikut :

1. Pengobatan Gratis dan Donor Darah bekerjasama dengan Akademi Keperawatan Buntet Pesantren dan Palang Merah Indonesia yang akan diselenggarakan pada :
hari/tanggal   :    Selasa, 1 April 2014
waktu            :     Pukul 08.00 WIB s/d selesai
tempat           :    AKPER Buntet Pesantren Cirebon

2.    Halaqoh/Seminar yang  akan diadakan   pada :
hari/tanggal   : Selasa, 1 April 2014
waktu          :  Pukul 08.00 WIB s/d selesai
tempat         :  Gedung YLPI Buntet Pesantren

3.         Nikah Massal yang akan dihelat pada :
hari/tanggal    : Kamis, 3 April 2014
waktu             :  Pukul 08.00 WIB s/d selesai
tempat            : Gedung YLPI Buntet Pesantren

4.    Bahtsul Masail Diniyah bekerjasama dengan Lembaga Bahtsul Masail Diniyah Nahdlatul Ulama Cabang Cirebon dan UNAS Jakarta yang akan digelar pada :
hari/tanggal  : Kamis, 3 April 2014
waktu           : Pukul 20.00 WIB s/d selesai
tempat          : Masjid Agung Buntet Pesantren

5.  Khitanan Massal dan Pagelaran Kesenian Rakyat yang akan diselenggarakan pada :
hari/tanggal           :               Jum’at, 4 April 2014
waktu                    :               Pukul 08.00 WIB s/d selesai
tempat khitan        :               Gedung YLPI Buntet Pesantren Cirebon
tempat pagelaran  :               Halaman Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon

6.         Sema’an Alqur’an bersama para Kyai, Santri, dan Warga Buntet Pesantren yang akan diadakan pada :
hari/tanggal        :     Sabtu, 5 April 2014
waktu                 :     Pukul 05.00 WIB s/d selesai
tempat                :     Maqbaroh Pondok Buntet Pesantren Cirebon
Qori                    :     Jam’iyyah Qurro Wal-Huffadz Nahdlatul Ulama
Kyai Yahya Cholil Staquf, Katib Suriah PBNU
Do’a Alqur’an    :      KH. Hasanudin Kriyani

7.   Bedah buku "Perlawanan dari Tanah Pengasingan" dan "Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad" yang akan diadakan pada :
       hari/tanggal : Sabtu, 5 April 2014
       waktu   :    Pukul 09.00 WIB s/d selesai
      tempat  : Gedung YLPI Buntet Pesantren
      Narasumber   : 
      Ir. A. Helmy Faisal Zaini, SE (Mentri PDT)
    A. Zainul Milal Bizawie (Penulis Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad)
      KH. Ade Nasihul Umam, Lc
      KH. Marzuki Wahid
      moderator : H. Munib Rowandi

8.  Ziarah Qubur, Tahlil Umum, dan Pembacaan Tarikh Ta’sis Al Ma’had Buntet Pesantren bersama para Masayikh, Haba’ib, dan segenap Ulama/Kyai yang akan digelar pada :
hari/tanggal : Sabtu, 5 April 2014
waktu   :    Pukul 15.00 WIB s/d selesai
tempat  : Maqbaroh Pondok Buntet Pesantren
pemimpin tahlil   :    KH. Amirudin Abkari
pengisi mau'idzoh : Habib Hasanain
pembaca tarikh    :      KH. Djaelani Imam
Do’a              :           KH. Hasanudin Kriyani

8.         Pengajian Umum yang akan dihelat pada :
hari/tanggal :Sabtu, 5 April 2014
waktu        : Pukul 20.00 WIB s/d selesai
tempat       : Halaman Masjid Buntet Pesantren
penceramah : -KH. Yahya Kholil Staquf (Rembang, Jawa Tengah)
-          Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siradj (Ketua Umum PBNU)

Buntet Pesantren ramaikan Harlah NU yang ke 88

Buntet Pesantren ramaikan Harlah NU yang ke 88

Posted by Unknown  |  at  5:40 AM

Sumber (15/3). Sabtu, 15 Maret 2014, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon mengadakan pawai di Ibukota Kabupaten, Sumber. Pawai yang diikuti oleh sekolah-sekolah (madrasah-madrasah) yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Cirebon juga beberapa Badan Otonom dan lembaga yang ada di bawah naungan PCNU Kabupaten Cirebon seperti IPNU-IPPNU, GP Ansor, Pagar Nusa, Fatayat, Muslimat, dan lain-lain. Tampak dalam barisan pawai adalah siswa siswi dan guru-guru MTs NU Putra 1 Buntet Pesantren, MTs NU Putra 2 Buntet Pesantren, MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren, serta MANU Putra dan Putri Buntet Pesantren, selain itu tampak juga beberapa anggota Fatayat dan Muslimat Buntet Pesantren.

Pawai tersebut berlangsung semarak dan meriah, masyarakat sekitar dan para peserta tampak begitu antusias menyaksikan dan mengikuti jalannya acara yang berlangsung selama kurang lebih satu jam. Pawai tersebut merupakan salah satu rangkaian dari acara Harlah Nahdlatul Ulama yang ke-88. Sebelum acara pawai tersebut telah diadakan semaan qur’an oleh Jam’iyyatul Qurro Wal Huffadz Fatayat NU Kabupaten Cirebon, donor darah, pameran pendidikan NU oleh LP Ma’arif Kabupaten Cirebon, pelatihan jurnalistik untuk para pelajar yang diadakan oleh Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Kabupaten Cirebon, bazar produk kerajinan warga NU, dan pentas seni dan budaya NU, serta puncaknya pada malam minggu diadakan pengajian akbar oleh KH. Said Aqil Siradj dilanjutkan dengan Pentas Wayang Golek Cepak (Wayang Golek khas Cirebon).

Melalui serangkaian kegiatan tersebut, PCNU Kabupaten Cirebon ingin menunjukkan bahwa kehadiran NU di tengah-tengah masyarakat “Kota Wali” masih terasa, diakui, dan bermanfaat sehingga diharapkan ke depannya, NU yang telah berumur 88 tahun akan terus mewarnai dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta sesuai slogan yang dipakai pada harlah NU tahun ini yaitu NU Cerdas, NU berkualitas, semoga NU dan masyarakat kian cerdas dan kian
berkualitas ke depannya, aamiin. 

Anggota PK IPNU - IPPNU Buntet Pesantren Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Anggota PK IPNU - IPPNU Buntet Pesantren Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Posted by Unknown  |  at  7:34 AM

Pada tanggal 8-9 Maret 2014, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon mengadakan Pelatihan Jurnalistik. Sasaran dari acara pelatihan yang bertempat di gedung NU Center, Sumber ini adalah para pelajar se-Kabupaten Cirebon baik putra maupun putri termasuk 8 anggota Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU – Ikatan Pelajar Putri NU (PK IPNU-IPPNU) Buntet Pesantren. Para peserta pelatihan tersebut tampak antusias dalam menyerap pengetahuan-pengetahuan baru tentang kejurnalistikan sehingga waktu dua hari dirasa kurang bagi mereka.


Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali beberapa materi tentang dasar-dasar jurnalistik kemudian pengetahuan yang telah didapat mereka langsung mereka terapkan dengan menyusun berita sekaligus mendesain layout koran melalui aplikasi Adobe Page Maker.

Tujuan diadakan acara Pelatihan Jurnalistik tersebut adalah mencetak para jurnalis yang berwawasan Ahlusunnah Wal jama’ah sehingga mereka bisa lebih mewarnai dunia jurnalistik yang kini mulai banyak dirambah oleh kaum islam radikal dan ekstrem. Selain tujuan tersebut, Pelatihan Jurnalistik tersebut juga diadakan untuk memeriahkan Harlah NU yang puncak acaranya akan dilaksanakan pada Minggu, 16 Maret 2014 mendatang dengan bertempat di Lapangan Olahraga Ranggajati Sumber dan akan menghadirkan Habib Syekh Bin Abdul Qodir As-Segaf dari Solo dan beberapa penceramah lainnya dari Jakarta

 *Oleh Ahmad Dihya Hadi Sucipto, salah satu perwakilan PK IPNU - IPPNU Buntet Pesantren dalam acara Pelatihan Jurnalistik PCNU Kab. Cirebon

Wong Buntet Pesantren ning London

Wong Buntet Pesantren ning London

Posted by Unknown  |  at  1:03 AM

Assalamualaikum War, Wab,

Hi adik - adik semua,
 
Sebelumnya, meskipun sudah lama dan terlambat, perkenankanlah saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014, mudah-mudahan tahun 2014 akan membawa apa-apa yang lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya, Amin. Tidak tahu kenapa, kalau udara dingin sekali itu, bikin saya malas sekali untuk menulis dan sekedar berfikir, untuk dikirimkan ke BuntetPesantren.org. Tapi, memang juga karena saya disable, maka mengetik saja hanya bisa dengan satu jari dan itupun sering salah, yang mungkin sering adik-adik temui kesalahan di tulisan saya ini, dan tulisan-tulisan saya yang sebelumnya.
 
Sudah dua tahun ini, di London tidak turun salju yang tebal, seperti di tahun-tahun yang sebelumnya. Tapi meskipun demikian, udara sih tetap dingin, cuacanya ya hanya sampai 1 drajat celcius, tapi tidak sampai minus kalau siang sih, tapi kalau malam sih bisa sampai minus 3 drajat celcius. Meskipun cuacanya di siang hari tidak sampai minus drajat, tapi kalau ditambah dengan angin, rasanya dingin sekali serasa cuacanya itu minus 3 atau sampai minus 5 drajat celcius.
 
Pada awal bulan Desember yang baru silam, di Buntet Pesantren kena musibah, dengan wafatnya dua orang yang berpengaruh di Buntet Pesantren, K H Akhmad Tijani dan kang Hajjah Ghumaesoh Abbas. Mudah-mudahan amal dan kebaikan mereka diterima oleh Allah s w t, dan segala kehilafan mereka, dapat diampuni juga oleh Allah s w t, Amin ya robbal 'alamin.  Seperti diketahui, juga pada minggu itu, Nelson Mandela meninggal. Di London acara penghormatan kepada Mandela, beberapa hari sebelum acara penguburannya, di tunjukkan secara langsung di BBC TV, SKY TV dan semua News TV. yang datang di acara itupun, dari Inggris saja, Perdana Menterinya, ketua dari partai buruh yang sekarang, bekas Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Gordon Brown, presiden Amerika Barack Obama,  bekas presiden Amerika George Bush, Bill Clinton bersama istrinya Hilary Clinton yang bekas Menteri Luar Negeri Amerika, juga bekas presiden Ameerika Jimmy Carter.
 
Disamping mereka itu, juga datang hampir semua presiden dan Perdana Menteri dari negara-negara Eropa dan juga raja-raja dari beberapa negara, terutama dari negara-negara Afrika Asia dan Amerika Latin, malah Presiden Raul Castro dari Cuba, juga datang disitu. Itu menujukkan berapa besar dan dihormatinya Nelson Mandela itu,yang padahal Nelson Mandela itu hanya bekas Presiden South Africa. Sebelum penguburan jenazah Nelson Mandela, jenazahnya disemayamkan dulu selama dua hari di gedung Pemerintah, untuk semua rakyat baik dari South Africa sendiri, maupun dari mana saja untuk melihat jenazahnya dan memberikan penghormatan kepada Nelson Mandela terakhir. Antri mau masuk melihat jenazah Nelson Mandela itu panjang sekali, sampai katanya banyak yang tidak masuk saking banyaknya.
 
Pada hari penguburannya, banyak juga orang-orang international yang datang, dari Raja, Ratu, Presiden dan Perdana Menteri juga orang-orang dari pengusaha-pengusaha Internasional, super model, penyanyi-pnyanyi terkenal seluruh dunia. serta orang-orang  dari International sport, seperti FIFA. Dari Inggris yang datang pada hari penguburannya ialah Prince Charles dan istrinya, sebagai wakil Ratu Elizabeth yang tidak bisa hadir karena sudah tua sekali, juga datang pengusaha besar Sir Richard Branson, yang punya antara lain Virgin Airline dan Virgin Media, penyanyi Bono dari band U2, dan super model Naomi Cambel.
 
Nelson Mandela adalah satu-satunya orang international yang bukan orang Indonesia, yang justru mengadvertensikan produksi Indonesia. kemana-mana Nelson Mandela pergi. Nelson Mandela, selalu pakai baju batik produksi Indonesia kemana saja dia pergi. Malah menurut berita, Nelson Mandela itu dikubur dengan memakai baju kesayangannya batik bikinan Indonesia. Untuk itu, wajarlah kiranya, jika orang Indonesia juga ikut sedih dengan meninggalnya Nelson Mandela itu.
 
Di Ingris sendiri, sebetulnya beberapa bulan yang lalu, Margaret Thatcher, bekas Perdana Menteri Inggris, waktu zaman Inggris perang melawan Argentina merebutkan kembali kepulauan Malvinas, atau kalau orang Inggris bilang Falkland Island, meninggal mendadak pada tanggal 8 April 2013, dengan berumur 87 tahun, waktu sedang minap di hotel Ritz. Acara waktu penguburannya, meskipun memang ditunnjukkan juga secara langsung oleh BBC TV dan TV News lainnya, tapi tidak sebesar dari acara Penghormatan dan penguburan Nelson Mandela.
 
Nelson Mandela, adalah satu-satunya Presiden di Dunia, yang benar-benar menjalankannya demi kepentingan rakyatnya, dengan tidak mementingkan diri sendiri. Terbukti waktu dia habis masa jabatannya sebagai Presiden, dia tidak bersedia untuk dipilih lagi, meskipun waktu itu, rakyat South Africa sendiri masih mengharapkan untuk Nelson Mandela bersedia di pilih lagi jadi Presiden South Africa. Berapa banyaknya sekarang, orang-orang yang menjadi Presiden, yang oleh rakyatnya tidak disenangi lagi, tetap duduk jadi presiden dengan segala daya upayanya, malah kalau perlu, rakyat yang tidak senang kepadanya dibunuh, seperti di Syria. Sayangnya Nelson Mandela itu bukan orang Islam.
 
Seperti apa yang sudah saya beritakan, di Scotland akan diadakan pemilihan untuk rakyatnya, apakah mau tetap jadi bagian dari United Kingdom, atau memisahkan sendiri, menjadi merdeka, menjadi negara sendiri. Pemilihan itu rencananya akan di adakan pada tanggal 18 September 2014, dimana rakyat Scotland akan memilih, apakah masih tetap menjadi bagian dari United Kingdom, atau memisahkan diri, menjadi negara sendiri. Seperti diketahui, United Kingdom itu terdiri dari Inggris, Scotland dengan ibu kotanya Edinburgh, Wales dengan ibu kotanya Cardiff dan Irlandia Utara dengan ibu kotanya Belfast. Meskipun seandainya nanti kalau rakyat Scotland memilih memisahkan diri dari United Kingdom, kepala negaranya sih masih tetap Ratu Elizabeth II, dan uangnya masih tetap mengunakan Pound-sterling. Jadi kira-kira kurang lebih sama dengan Australia dan Canada yang kepala negaranya juga masih Ratu Elizabeth II, hanya kalau Australia dan Canada mereka mempunyai mata uang sendiri.
 
Itupun, kalau menurut opini kebanyakan orang sih, kebanyakan orang Scotland akan memilih tetap menjadi bagian dari United Kingdom. Banyak orang-orang Scotland yang dulu dan sekarangpun, menjadi Menteri dalam Pemerintahan United Kingdom. Bahkan menjadi Perdana Menteri United Kingdom, seperti Gordon Brown, dan Menteri Keuangannya Alistair Darling, yang juga sekarang jadi ketua panitia supaya rakyat Scotland memilih Scotland tetap menjadi bagian dari United Kingdom.
 
Cukuplah sekian dulu, entar lain kali saya ajak adik - adik, untuk berjalan - jalan sekitar London.
 
Wassalamualaikum War, Wab.

Ghozy Mudjahid

Rekaman Marhabanan Maulid Nabi 2014

Rekaman Marhabanan Maulid Nabi 2014

Posted by Unknown  |  at  9:55 PM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah setelah "berjuang" dengan kuota internet yang terbatas, akhirnya kami dapat mengunggah rekaman acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Agung Buntet Pesantren beberapa waktu yang lalu.

File dari hasil rekaman mencapai 100 Mb, cukup besar memang. Karena itu kami sediakan dua pilihan, anda bisa langsung klik link "download" dan mendengarkannya di rumah, atau bisa juga didengarkan langsung dengan mengklik link "dengarkan".

Sebelumnya kami memohon maaf apabila anda merasa terganggu dengan adanya iklan dan proses yang berbelit untuk mengunduh file ini. Karena rencananya 100% hasil dari iklan tersebut akan digunakan untuk kepentingan operasional Website Buntet Pesantren yang kita cintai ini.

Kami akan jelaskan cara download file marhabanan ini.

1. Klik tautan yang kami sediakan di bawah
2. Di pojok kanan atas akan ada sebuah tombol berwarna abu-abu dengan tulisan "Loading..." dengan angka yang menghitung mundur
3. Tunggu hingga tombol diatas berwarna jingga / orange dengan tulisan "Skip This Ad"
4. Klik tombol di atas
5. Akan muncul halaman baru. 
6. Blok / seleksi tautan yang ada pada halaman tersebut lalu klik kanan
7. Bagi pengguna Mozilla Firefox, kira-kira tampilannya seperti ini. Klik menu "Open Link" atau "Buka Tautan"

8. Bagi pengguna Google Chrome kira-kira gambarnya seperti ini. Klik "Buka http://.." atau "Open http://..."
9. Halaman download akan muncul. Anda bisa langsung klik tombol "download"
 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
 
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Link Download ==> http://ebc4b737.tinylinks.co

Link Untuk Mendengarkan ==> http://46e86846.tinylinks.co


Sekilas Kabar dari Yaman

Sekilas Kabar dari Yaman

Posted by Unknown  |  at  2:34 AM

Kang Hamzi (Kanan) Berfoto Bersama Bang Topan (Alumni Buntet)
Assalamualaikum Wr. Wb

    Berawal dari percakapan saya lewat aplikasi BBM dengan Kang Mubarok kemarin,  saya diminta untuk sedikit berbagi kabar saya di negara Yaman. Awalnya, saya merasa kurang percaya diri untuk menulis di website Buntet Pesantren. Tapi entah kenapa tiba-tiba punya ambisi dan semangat untuk menulis. Ya walaupun hasilnya masih ecek-ecekan. Hehe

    Negara Yaman memiliki dua musim, musim panas dan musim dingin. Akhir Desember hingga pertengahan Januari ini berada dipuncak musim dingin. Ketika malam hari cuacanya dingin sekali tetapi di siang hari cuaca berubah menjadi panas. Masyarakat Yaman di sini  mudah bergaul, mereka menganggap kita seperti saudara mereka sendiri. kita hidup berdampingan dengan baik, warga Negara Indonesia yang berada di sini terkenal dengan sikap ramah dan sopan santunnya.

     Oya di sini ada lima santri Buntet Pesantren, kami semua kuliah di satu Universitas yang sama, dan satu asrama, kami kuliah di universitas Al-ahgaff. Sebuah universitas yang terkenal ketat pada sistem pembelajarannya. 7 Desember kemarin kami mengadakan tahlil bersama untuk Kiai Ahmad Tidjani, Nyai Ghumaesoh dan para masayikh yang telah mendahului kami. Setelah itu dilanjutkan dengan bincang ringan sambil makan malam.

  
  Pada kesempatan ini saya ingin sedikit mengabarkan tragedi pembunuhan yang baru-baru ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat Yaman bahkan negara-negara Arab lainnya. Terbunuhnya petinggi kobilah Hadromout (provinsi yang  terletak di bagian selatan yaman) 10 hari yang lalu, masih terbilang misterius. Hingga kini masih dipertanyakan siapa pelaku dari pembunuhan ini. Berita yang saya dengar dari salah satu sahabat saya asal Yaman, kejadian ini berawal ketika salah satu petinggi kobilah Hadromout mengendarai sebuah mobil bersama anggotanya. Tepat di kota Seyyun sekelompok polisi Yaman utara memergok kepala kobilah dan merampas senjata yang ia bawa. Padahal membawa senjata dilegalkan. Singkatnya, karena kepala kobilah ini melawan dan enggan memberikan senjatanya terjadi pertumpahan darah. Kepala kobilah yang dihormati dan disegani itu terbunuh.

    Saat ini negara yaman sedang dilanda permasalahan besar. Hadromout (Yaman selatan) meminta berpisah kembali dari negara Yaman. Mereka beralasan dahulu sebelum bagian selatan Yaman dan utara bersatu. Mereka hidup makmur dan sejahtera. Tetapi, setelah negara ini bersatu Hadromout merasa dianaktirikan oleh para petinggi-petinggi kenegaraan. Hingga akhirnya mereka ingin memisahkan kembali. Entah sampai kapan permasalahan ini terus berjalan. Tertembaknya kepala kobilah ini mengakibatkan negara Yaman semakin tidak kondusif. Akibatnya, seminggu ini sekolah dan universitas negeri dilarang melakukan aktifitas belajar mengajar seperti biasanya. Minggu hingga senin kemarin Beberapa pasar dan toko-toko dilarang berjualan, kantor-kantor kenegaraan bagian selatan dijaga ketat dan dikuasai oleh para kobilah Hadromout.

    Minggu 22 Desember 2013 hingga Senin, 23 Desember 2013 terjadi demo besar-besaran di setiap titik kota di provinsi Hadromout, mereka menuntut agar secepatnya pemerintah menyetujui perpisahan negara Yaman. Di kota Mukalla 5-8 warga Yaman tertembak mati. Tetapi hingga kini alhamdulillah, kami WNI yang ada di Yaman masih beraktifitas dengan baik dan aman-aman saja seperti biasanya. Karena memang lokasi kami yang jauh dari perkotaan dan aktifitas pendemo. Hanya saja perkuliahan sempat diliburkan dua hari.

Mungkin kabar ini yang bisa saya sampaikan kepada keluarga, guru-guru dan sahabat di Indonesia, doakan kami untuk keamanan dan ketentraman negara Yaman dan juga agar kami selalu diberikan keselamatan dan kemudahahan dalam menimba ilmu di negeri para wali ini. Amin.
 
Wassalamualaikum Wr. Wb.
_____________________________________________
RO'FAT HAMZIE
27 Desember 2013, Foah masakin-Provinsi Hadromout-Republik Yaman.

Kyai Ahmad Tidjani Umar Anas

Kyai Ahmad Tidjani Umar Anas

Posted by Unknown  |  at  7:47 PM

Buntet Pesantren dengan umurnya yang sudah mencapai beberapa generasi membuatnya telah mencetak para ulama ‘alim, salah satunya adalah Kyai Anas yang tak lain merupakan adik kandung dari Kyai Abbas, sesepuh Buntet Pesantren saat itu (Sesepuh Buntet Pesantren yang ke 4). Beliau bersama Kyai-Kyai yang lain yang masih kerabatnya bahu membahu membantu sesepuh Buntet Pesantren dalam mengembangkan Pesantren yang didirikan oleh Mbah Muqoyyim ini.

Bapa Ahmad Zaeni Hasan, Ayah dari Bapak Helmi Faisal Zaeni (Mentri Pemberdayaan Daerah Tertinggal) dalam buku “Perlawanan dari Tanah Pengasingan Kyai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara (Jakarta: eLSAS, 2000) menganalogikan waktu itu “sinar” Kyai Abbas benar-benar terang sehingga Kyai-Kyai yang lain tampak kurang/tidak bersinar. Lebih lanjut Bapa Zaeni Hasan menyebutkan bahwa salah satu Kyai yang sebenarnya “bersinar terang” adalah Kyai Anas. Kyai Anas dikenal begitu tawadlu, beliau lebih memilih menjadi “orang di balik layar” kesuksesan Buntet Pesantren dibanding menjadi yang tampil di muka. Bahkan akhirnya beliau lebih memilih uzlah, menyingkir dari Buntet Pesantren dan mendirikan Pesantren Sidamulya di daerah yang berbatasan dengan Buntet Pesantren,

Permalink gambar yang terpasang
Kyai Ahmad Tidjani beserta istri saat ziarah di Panjalu,
beberapa hari sebelum beliau wafat
Sifat-sifat Kyai Anas yang ‘alim dan tawadlu ternyata menurun ke anak cucunya, salah satunya adalah Kyai Ahmad Tidjani bin Kyai Umar bin Kyai Anas, yang satu pekan kemarin dipundut Allah SWT.
Jasa-jasa Kyai Ahmad Tidjani untuk Buntet Pesantren sudah tidak terhitung, beliau menjadi pengasuh Pondok Darul Hijroh, beliau juga menjadi pengurus YLPI Buntet Pesantren selama beberapa periode dan salah satu yang dapat dengan jelas terlihat adalah Gedung MTs NU Putra 1 Buntet Pesantren yang sekarang berdiri megah, beliaulah salah satu orang yang begitu gedubugan demi terwujudnya renovasi gedung sekolah yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan saat itu.

Sewaktu Buntet Pesantren dipimpin oleh Kyai Dulah, beliaulah salah satu “tangan kanan” Kyai Dulah. Sifat Kyai Ahmad yang jujur dan ikhlas membuat Kyai Dulah begitu mempercayakan banyak hal dan urusan kepada Kyai Ahmad Tidjani. Sifatnya yang benar-benar tawadlu dan tidak mau “tampil” mungkin membuat banyak orang kurang faham dengan peran beliau yang sangat vital untuk Buntet Pesantren.

Setiap ada acara besar atau tamu besar yang datang, hampir bisa dipastikan Kyai Ahmad tidak ada di tengah-tengah acara tersebut atau turut menemui tamu tersebut. Kalaupun datang, mungkin beliau sengaja kari-karian agar tidak “tersorot” oleh khalayak.

Suatu kali, Buntet Pesantren kedatangan Hamzah Haz dan saat itu diantara yang nuai Pengurus Yayasan adalah Kang Soleh Suaedi Busyrol Karim (Kang Ale) dan Kyai Ahmad Tidjani. Karena itu, Kang Ale yang faham dengan sifat Kyai Ahmad -yang tidak mau tampil- berinisiatif ngampiri Kyai Ahmad Tidjani. Berbagai argumen dikeluarkan oleh Kang Ale untuk membujuk Kyai Ahmad agar berkenan turut serta menyambut kedatangan Hamzah Haz, dan berbagai alasan pula yang diungkapkan Kyai Ahmad agar Kang Ale pergi duluan (pergi tanpa bersamanya).

 “Kulae dereng siram, dereng siap-siap”. Ujar Kyai Ahmad sebagai salah satu alasan agar beliau tidak perlu ikut dengan Kang Ale.

Ketika Kyai Nahdudin, sesepuh Buntet Pesantren yang sekarang rawuh di Buntet, beliau enggan untuk singgah di ndalemnya yang lama karena ndalem tersebut begitu dekat dengan ndalem Kyai Nahdudin. Sekali lagi, beliau tidak ingin “tampil” di sekitar pamannya (Kyai Nahdudin) saat banyak tamu mengunjungi Kyai Nahdudin.

Yang masih terkini, beberapa saat sebelum diadakan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Cirebon, salah satu bakal calon datang ke ndalem Kyai Ahmad. Seperti biasa, bakal calon tersebut showan, minta petunjuk, restu, dan (mungkin juga) dukungan. Namun dari sejak bakal calon tersebut datang sampai bakal calon tersebut mau pamit, Kyai Ahmad tidak berkenan menemui tamu tersebut dan lebih memilih diam di kamarnya.

Semua kehilangannya
Kepergian Kyai Ahmad menghadap Sang Kholiq membuat begitu banyak kalangan kehilangannya. Beliau dikenal begitu ngladeni terhadap santri dan jamaahnya. Saat isyhad jenazah Nyai Ghumaeshoh (satu hari setelah Jenazah Kyai Ahmad dikebumikan), Kyai Hasanudin Kriyani menuturkan bahwa Kyai Ahmad kapanpun dan kemanapun beliau selalu memenuhi permintaan siapapun orang/jamaah yang minta dipimpin ziarah oleh beliau. Beberapa hari sebelum wafat, beliau memimpin rombongan ibu-ibu yang rutin mengikuti pengajiannya ke Panjalu dan Pamijahan. Bahkan Hanya beberapa jam, belum sampai satu hari (24 jam) setibanya dari ziarah Panjalu-Pamijahan, beliau berziarah ke daerah Sumber.

Beliau juga dikenal begitu menjaga ukhuwah dan silaturrahim baik kepada keluarga, rekan-rekan guru, bahkan para santri dan/atau alumninya kerap beliau kunjungi. Beberapa hari sebelum berangkat ziarah ke Panjalu dan Pamijahan, beliau masih menyempatkan diri ke Tegal untuk menemui para alumninya. Kalaupun tidak sanggup bertatap muka secara langsung, beliau pasti akan menghubunginya lewat telpon.

“Ya syukur ari sehat sih, nyongan jeh beli pernah kedeleng, dadi ya biasa bae “wong tua” sih kelangan”. Ucap Kyai Ahmad kepada salah satu rekan guru -yang menceritakan kepada kami- yang ditelponnya. Beliau menganggap dirinya adalah orang tua yang punya tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitarnya.

Para santrinya yang sudah tidak mondok (alumni) juga rutin dihubungi oleh beliau. Beliau menanyakan kualitas, kuantitas, dan intensitas ibadah santri-santrinya.
“Priben sholat bengie? Masih rutin kan? Dongana bapa keding”
“Lamon bisa dirutinna puasa sunnah, apa senen-kemis, apa Nabi Daud.”
Hal-hal di atas, diantara yang diucapkan Kyai Ahmad saat menelpon santrinya, seperti yang dituturkan oleh salah satu alumni santri Darul Hijroh II (Al Arifah)
Kepada keluarga, beliau begitu ngaku dan menjaga ikatan silaturrahim. Menurut Ust. Syauqi (Kang Ugi), sejak Ibunya yaitu Nyai Maesoh jatuh sakit, Kyai Ahmad rutin menjenguk dan mendoakan beliau. Bahkan sampai malam jum’at seminggu yang lalu, atau satu malam sebelum Kyai Ahmad kembali ke sisi Allah, Kyai Ahmad masih menyempatkan diri melakukan rutinitas malam jumatnya. Padahal kamis dini hari, beliau baru sampai dari ziarah Pamijahan-Panjalu, dan hari kamis itu, beliau juga ada agenda ziarah ke Sumber.
Kegiatan pembacaan Manaqib At-tijani yang di pelopori oleh KH. Abdullah Toha (Pengasuh PonPes Raudlatul 'Ulum) dan KH. Ahmad Tidjani yang dilaksanakan di Pondok PonPes Raudlatul 'Ulum, Terisi Indramayu yang rutin dilaksanakan stiap bulan -malam jum'at minggu terakhir- dan di pelopori oleh KH. Abdullah Toha (Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul 'Ulum) dan KH. Ahmad Tidjani Umar Anas.
Thoriqot tijani berkembang di Indonesia,salah satunya di Buntet dan dirintis oleh Kakek K. Ahmad :K. Anas
Rasa tanggung jawabnya terhadap tugas dan jamaahnya membuat beliau terus beramal baik sampai akhir umurnya. Dengan aktifitas yang begitu padat (Tegal, Pamijahan-Panjalu, Ziarah ke Sumber, Menjenguk Nyai Maesoh), Jum’at pagi beliau masih memenuhi tanggung jawabnya sebagai guru di salah satu sekolah, beliau mengajar murid-muridnya meskipun tidak “penuh”. Kepada murid-muridnya, beliau merasakan kurang enak badan, kemudian beliau pamit, semua muridnya pun menyalaminya saat itu. Dengan badan yang tidak fit, beliau masih memenuhi kewajibannya menjalankan sholat Jum’at. Selepas sholat Jum’at, beliau dibawa ke Rumah Sakit Ciremai dan langsung masuk ruang ICU hingga wafat di sana. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rooji’un.

Nasihat-nasihat Kyai Ahmad Tidjani
Selain memiliki sifat yang mirip dengan kakeknya, banyak kerabat dan kolega yang mengatakan bahwa beliau memiliki sifat mirip pamannya, Kyai Abdullah Abbas yang sangat irit bicara, karena itu perkataan-perkataan yang keluar dari lisannya hampir semuanya adalah kebaikan baik ilmu, nasihat, motivasi, dan sebagainya. Bahkan menurut Pa Ubed (salah satu teman seperjuangannya) guyonan yang sesekali keluar juga gaya guyonnya sangat mirip dengan gaya guyonnya Kyai Abdullah Abbas.
Berikut, kami cantumkan beberapa nasihat-nasihat beliau yang kami dapat dari anaknya, Ust. Nemi Mu’tashim Billah. Dari beberapa nasihat ini, kita juga dapat melihat sedikit sosok Kyai Ahmad Tidjani Umar Anas.

1.      “Nggak perlu gila jabatan. karena jabatan itu sifatnya sementara”.

2.      “Nggak perlu kirim-kirim Proposal. Proposal utama yg perlu diajukan adalah proposal ke Allah SWT”.

3.      “Iqra' tidak hanya membaca buku tapi juga membaca diri”.

4.      “Memelihara silaturrahim jauh lebih susah daripada membangunnya”.

5.      “Bapa tidak membutuhkan sertifikasi Guru. Bapa lebih membutuhkan Sertifikasi Allah SWT”.

6.      “Apa yg benar menurut kita, belum tentu benar menurut orang lain”.

7.      “Orang-orang itu berhak utk memeluk Agamanya sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing”.

8.      “Biarlah mereka meyakini surga menurut versi mereka sendiri. Kita tidak boleh memaksakan kehendak soal keyakinan masing2”.

9.      “Apa yg terjadi pada diri kita itu adalah karena perilaku kita sendiri”.

10.   “Orang itu tidak semua senang (ke kita) tidak semua benci (ke kita”.

11.   “Ciri-ciri ikhlas itu adalah ketika kita bisa tersenyum kepada orang yg kita benci”.

12.   "Janganlah menjadi seperti lilin yg bisa memberi manfaat kepada lainnya tapi tidak bisa bermanfaat untuk diri sendiri".

13.   "Kebaikan jangan diucapkan tapi cukup untuk di dalam hati saja".

14.   “Hati adalah singgasana yg diperebutkan oleh ilham Allah dan ilham setan”.

15.    “Tapi jika hati dikuasai ilham setan maka niscaya orang menjadi fasiq”.

16.   “Ingin agar doa itu di kabul Allah... 1. Jangan su'udzon kepada Allah 2. Jangan suka berbohong”.

17.   “Bersyukur itu ada 2 1. Bersyukur qouliyah dan bersyukur fi'liyah”.

Copyright © 2013 Blog Backup Buntet Pesantren. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top