FORSILA BPC Jakarta Raya Menyemai Kebaikan di SOTR

FORSILA BPC Jakarta Raya Menyemai Kebaikan di SOTR

Posted by Unknown  |  at  8:20 PM

Hari keempat bulan Ramadan (21/6), FORSILA BPC Jakarta Raya melakukan sahur keliling atau lebih akrab dengan sebutan Sahur on The Road (SOTR) di wilayah Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
Berawal dari keinginan untuk berbagi kepada sesama, momen Ramadan ini dirasa sangat tepat untuk berbagi. Divisi Sosial FORSILA BPC Jakarta Raya melakukan penggalangan dana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saat di kampus tersebut sedang diadakan ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. Niatan baik itu tidak bertepuk sebelah tangan. Para orang tua pengantar peserta tes memberikan antusias yang tinggi atas adanya penggalangan dana tersebut.
Sekitar pukul 12 malam, anggota FORSILA BPC Jakarta Raya berangkat dari tempat tinggalnya masing-masing menuju Monumen Nasional. Sesampainya di sana, para anggota membagikan puluhan nasi kotak yang telah disiapkan kepada para pemulung, pedagang asongan, dan anak-anak kecil yang sedang ngamen.
“Antusias Forsilawan-Forsilawati memudarkan kembali rasa pesimis yang menstigma kalau generasi saat ini tidak peka terhadap sekitar”, ucap ketua umum FORSILA BPC Jakarta Raya, Forsilawan Ade Syamsul Falah.

“Walau kegiatan ini tidak begitu mewah, tapi esensi dari kegiatan ini kita dapat menyemai kebaikan”, lanjut mahasiswa hukum keluarga tersebut.

KH. Lutfi El-Hakim bin KH. Fuad Hasyim Wafat

KH. Lutfi El-Hakim bin KH. Fuad Hasyim Wafat

Posted by Unknown  |  at  7:19 PM





Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun,
Telah Wafat KH. Lutfi El-Hakim bin KH. Fuad Hasyim, Buntet Pesantren Cirebon. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah Buntet Pesantren.
Semoga Allah menerima segala amal ibadah beliau dan menghapuskan segala kesalahan beliau. Kepada segenap alumni untuk bisa menyelenggarakan sholat ghaib di wilayahnya masing-masing.

Beliau wafat pada sekitar pukul 00.00 dinihari tadi di Rumah Sakit Harapan Kita, Jenazah KH.Lutfhi Elhakim Insya Allah akan di sholatkan ba'da dzuhur di Masjid Jami Buntet Pesantren. Untuk para santri,alumni Dan masyarakat semuanya, dimohon untuk bersama memberikan doa dan mengantarkan beliau ke peristirahatan terakhirnya.

Dimohon kepada segenap alumni untuk bisa menyelenggarakan sholat ghaib di wilayahnya masing-masing. Semoga Allah menerima segala amal ibdah beliau dan menghapuskan segala kesalahan beliau. dan dimohon ziyadah do'a untuk beliau dan semoga keluarga beliau diberikan kesabaran. Allahummaghfirlahu, Warkhamhu, Waafihi, Wa'fuanhu. Amin Ya Robbal Alamin. Al-Fatihah.

~ Mohon disebarkan, Terima Kasih



Berawal dari Kongres ke-7, FORSILA BPC Jakarta Raya Bakal Menusantara

Berawal dari Kongres ke-7, FORSILA BPC Jakarta Raya Bakal Menusantara

Posted by Unknown  |  at  5:51 PM

Pemaparan LPJ kepengurusan 2014-2015
Forsilawan Ade Syamsul Falah berhasil memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan ketua umum FORSILA BPC Jakarta Raya Masa Khidmat 2015-2016 mengungguli tiga kandidat lainnya yakni Forsilawan Arif Rofiuddin, Forsilawan Khozin, dan Forsilawan Muhammad Syakir Niamillah (10/5) pada puncak acara Kongres ke-7 FORSILA BPC Jakarta Raya di Yayasan Nuril Ula, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ketua Umum IKLAB tengah memberikan sambutan
Kongres ke-7 FORSILA BPC Jakarta Raya yang diketuai oleh Forsilawan Arif Fadilah ini mengusung tema, Reaktualisasi Nilai-nilai Kesantrian untuk FORSILA Menusantara. Harapan besarnya, kepemimpinan baru ini dapat membawa FORSILA ke ranah nasional. Arti menusantarabukan cuma itu, tetapi juga terus menjaga tradisi keindonesiaan dalam FORSILA dengan kegiatan-kegiatannya.
Selain memilih ketua umum baru, kongres ini juga membahas kembali anggaran dasar, anggaran rumah tangga, garis-garis besar haluan organisasi, dan garis-garis besar haluan program kerja. Sebelum pembahasan semua itu dalam sidang komisi dan sidang paripurna, kongres membahas dan mengevaluasi kinerja kepengurusan FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2014-2015 dengan laporan pertanggungjawabannya (LPJ).
Makan Bersama "ala santri"
di sela-sela Kongres
Dalam LPJ ini, pembahasan begitu alot. Ada beberapa peserta sidang yang memberi nilai “merah” pada aspek-aspek tertentu sehingga suasana sidang sempat “memanas”. Pada akhirnya, pandangan umum peserta sidang menyatakan bahwa laporan pertanggungjawaban kepengurusan FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2014-2015 yang dipimpin oleh Forsilawan Ahmad Fabi Kriyan Ardani ini diterima dengan syarat untuk membagikan laporan pertanggungjawaban kepada seluruh anggota dan mengevaluasi aspek-aspek yang diberi tanda merah.
“Sebelum saya mengakhiri laporan ini, saya mengutip ungkapan yang cukup menarik sebagai landasan kinerja kepengurusan selanjutnya, Tangan terulur ikhlas tanpa sekalipun mengharap balas / Mengabdi pada kiai, mengabdi pada negeri.”, ucap Forsilawan Fabi mengakhiri laporannya sebelum dilanjutkan oleh pengurus lain.
Kongres ini dihadiri oleh Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Buntet Pesantren Cirebon (IKLAB), K.H. Masrur Ainun Najih beserta beberapa jajaran pengurus lainnya dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Cirebon Jakarta Raya (HIMA-CITA). Kiai Masrur memberikan sambutan pada acara kongres ke-7 FORSILA BPC Jakarta Raya sesaat sebelum laporan pertanggungjawaban disampaikan oleh pengurus FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2014-2015. Kiai yang juga sebagai pengurus pusat Rabithah Maahid Islamiyah ini berharap agar semua organisasi alumni Buntet Pesantren dapat bersinergi dengan baik. FORSILA menusantara yang diusung sebagai tema kongres kali ini sangat didukung oleh kiai yang sangat terkesan santunnya ini.

Para peserta Kongres ke-7 FORSILA BPC Raya
Forsilawan Ade Syamsul Falah yang terpilih sebagai nahkoda baru FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2015-2016 dalam visi dan misinya akan membawa FORSILA menusantara dan menusantarakan FORSILA.

Mengenang Sang Kyai - Haul 2 Tahun Kyai Abdullah Syifa Akyas

Mengenang Sang Kyai - Haul 2 Tahun Kyai Abdullah Syifa Akyas

Posted by Unknown  |  at  7:37 AM

Belum habis dari ingatan kita, saat pagi hari yang diwarnai hujan, Kita dikejutkan dengan sebuah kabar yang Kita harap itu tidak benar, entah Kita salah dengar atau apapun. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un, sesepuh Kita, KH. Abdullah Syifa Akyas yang merupakan milikNya dan kekasihNya, telah kembali kepadaNya.

Beliau adalah seorang  ‘alim yang santun,  tawadhu, dan bersahaja.  Dengan Keilmuwan, loyalitas, kepemimpinan, dan jasa-jasa serta banyak hal dari Beliau membuat beliau dipercaya oleh para Kiai menjadi salah satu dari Dewan Sesepuh (Pembina) bersama KH. Hasanudin Kriyani dan KH. Abdul Hamid Anas serta KH. Nahdudin Royandi Abbas selaku Ketua Dewan Sesepuh.

Setiap tahunnya, beliau senantiasa istiqomah memimpin tahlil pada acara Ziarah umum pada haul Buntet Pesantren. Ini merupakan sebuah pengakuan yang luar biasa dari masyarakat Buntet khusunya Para Kiai akan ke'aliman beliau. Sudah belasan atau mungkin puluhan tahun beliau rutin mengimami Tahlil pada Haul termasuk Haul dua tahun lalu, tahun 2013, Beliau masih menjadi Imam dari ribuan peziarah yang hadir di Maqbaroh Buntet Pesantren, dan siapa yang menyangka bahwa Haul tahun itu adalah Haul terakhir kita bersama Beliau.

Rasanya baru kemarin kita masih diayomi oleh sosok yang begitu ikhlas dan tak kenal lelah dalam berdakwah dan beribadah bahkan hingga akhir hayatnya. Menurut salah satu anggota keluarganya, malam hari sebelum wafatnya, beliau masih memimpin tawassul (doa) di salah satu selametan puputan di rumah tetangganya, setelah itu Beliau juga masih sempat berkumpul dan bercengkrama (rapat) dengan sepupunya, Sesepuh Buntet Pesantren, KH. Nahdudin Royandi Abbas beserta para Kyai Buntet yang lain di ndalem Kyai Nahdudin. Subuh keesokan harinya,beliau mengimami sholat di pondoknya, Al Inayah Buntet Pesantren. Tak ada isyarat yang gamblang bahwa Beliau akan “pergi” dari kita. Namun setelah mengimami, Beliau merasakan sesak nafas dan tidak sanggup untuk nguruk ngaji sehingga beliau mengamanahkan kepada salah satu putranya untuk membadalkan Beliau.

Siapa  yang menyangka kalau tahun 2012, saat Kita semua melepas keberangkatan haji beliau adalah momen terakhir kita melepas keberangkatan Haji beliau, hanya beberapa bulan sebelum beliau yang “jujur lan wani” meninggalkan kita.

Kyai Syifa yang sehari-hari lisannya seakan tidak pernah berhenti menyebut nama Allah dan bersholawat, Kyai Syifa yang istiqomah menjalankan puasa sunnah Senin Kamis dan Solat malam serta solat dhuha, Kyai Syifa yang selalu menjaga wudhu, silaturrahim dan ukhuwah,  Kyai Syifa yang begitu telaten mengajari kita Sholawat Fatih, serta amalan-amalan Thoriqoh Tijaniyah, Kyai Syifa yang selalu memimpin harapan-harapan (doa-doa) kita telah kembali kepada yang dikasihinya, Kyai Syifa yang selalu ikhlas ngeladeni semua kalangan tanpa pandang bulu, Kyai Syifa  . . .  Kita semua dan semua amal sholihmu akan menjadi isyhad bahwa Kau adalah benar-benar kekasihNya.
Kurang lebih dua tahun lalu, beberapa saat sebelum Engkau kembali kepadaNya engkau berpesan kepada salah satu anakmu agar selalu menyempatkan “mampir” ke maqbaroh gurumu, KH. M. Ma’shoem Ahmad Lasem setiap kali ziarah  Wali Songo. Kami menganggap pesan itu juga untuk kami semua, para muridmu. Insya Allah Kyai, kami akan sering mengunjungi  tempat peristirahatan terakhirmu...

Mari sama-sama berdoa dan mengirim fatihah untuk beliau . . .

ISTISHAB Bandung Pilih Ketua Baru

ISTISHAB Bandung Pilih Ketua Baru

Posted by Unknown  |  at  6:29 AM

Bandung – Sekelompok alumni Buntet Pesantren Cirebon yang tergabung dalam organisasi alumni di Bandung yakni ISTISHAB (Ikatan Silaturahmi Sahabat dan Alumni Buntet Pesantren), pada hari sabtu melaksanakan Musyawarah Anggota (Musang) di Mes Kang Ahmad Syalabi bin Dzanun, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Bandung (21/03). Kegiatan ini dihadiri sekitar 22 anggota yang berasal dari kampus yang berbeda-beda, diantaranya UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pasundan, Universitas Padjajaran, Universitas Islam Nusantara, dan lainnya, serta dihadiri oleh beberapa senior yang sudah tidak berdomisili di Bandung namun masih memiliki kepedulian terhadap ISTISHAB. Musang ini dilaksanakan tidak lain untuk meregenerasi organisasi, yaitu mendemisionerkan Ketua yang sudah habis masa khidmatnya dan memilih Ketua baru masa khidmat 2015-2016.

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dan diikuti dengan sambutan-sambutan dari Ketua Panitia dan Ketua ISTISHAB yang akan demisioner. Musang kali ini dipimpin oleh tiga presidium yang dipilih oleh anggota yang hadir, yaitu Uwais Al-Qorni, M. Fikri, dan Amir Mahmud Kesuma. Setelah Ketua Panitia menyerahkan palu sidang kepada Presidium I, persidangan pun dimulai. Rangkaian acara dalam persidangan antara lain pembahasan tata tertib persidangan, laporan pertanggungjawaban dari Ketua ISTISHAB, pembahasan AD/ART, serta pemiihan Ketua ISTISHAB periode 2015-2016.

Menginjak acara inti dari Musang, yaitu pemilihan ketua, dari tata tertib persidangan yang sudah disepakati peserta sidang menuliskan maksimal dua nama untuk diajukan menjadi bakal calon ketua. Hasilnya terpilih beberapa nama untuk dijadikan bakal calon ketua antara lain, Uwais Alqorni, Nabila Sophia, Ahmad Faiz, Amir Mahmud, Egy Julianto, Osa, dan Ikhsan. Setelah melalui proses verifikasi, lahirlah dua nama sebagai calon ketua yaitu, Uwais dan Faiz. Sebelum memilih satu nama untuk dijadikan ketua terpilih, kedua calon ketua berhak memaparkan visi dan misi serta melakukan tanya jawab dengan peserta sidang.

Kiri : Gino Rizki Vianto, Alumni Alkhiyaroh, Ketua ISTISHAB Demisioner
Kanan : Uwais Alqorni Akbar, Alumni Darul Amanah, Ketua ISTISHAB 2015-2016
Ahmad Faiz berkata ketika memaparkan visi misinya, “Sudah semestinya kita lebih menggaungkan nama ISTISHAB, namun alangkah lebih baik bila kita memperbaiki kondisi internal organisasi terlebih dahulu.” Saat ditanyakan mengenai skala prioritas, dengan mantap Ahmad Faiz menjawab, “Saya lebih memilih ISTISHAB.” Giliran calon ketua yang kedua, yakni Uwais dengan rendah hati mengatakan bahwa ia belum memiliki gambaran pasti. “Saya cuma punya itikad, ingin membantu ISTISHAB karena saya masuk Bandung juga karena ISTISHAB,” ujarnya sebelum memaparkan visi dan misinya. “Untuk visi dan misi saya ingin ISTISHAB ini dinamis dan berkelanjutan. Maksudnya, saya ingin ISTISHAB bangkit lagi. Berkelanjutan disini maksudnya melanjutkan periode kepengurusan sebelumnya,” tutupnya dalam pemaparan visi misi. Ketika salah satu peserta sidang menanyakan solusi perihal jarak antaruniversitas di Bandung, ia menjawab, “Akan ada koordinator tiap wilayah, ketua akan berkoordinasi dengan koordinator wilayah. Kalau ada kegiatan pelaksanaannya digilir, tidak di satu tempat saja jadi tuan rumahnya bergantian. Untuk sekre mungkin tetap di satu tempat.”

Setelah pemaparan visi misi dan tanya jawab dengan calon ketua, peserta sidang memilih satu nama untuk memimpin ISTISHAB satu tahun ke depan. Pemilihan dengan cara voting ini melahirkan satu nama pada pukul 16.34 WIB, yaitu Uwais Al-Qorni Akbar dengan perolehan suara lebih banyak dibandingkan rivalnya, Ahmad Faiz. Perbedaan perolehan suara diantara keduanya hanya sebanyak enam suara. Sebelum acara ditutup, serah terima jabatan secara simbolis dari ketua demisioner, Rizki Fayruz, kepada ketua ISTISHAB terpilih dilakukan. Pada sambutannya sebagai Ketua ISTISHAB terpilih, Alumni Pondok Darul Amanah yang sekarang tengah menempuh studi di Pendidikan Fisika UPI ini sempat berkata, “Yang saya harapkan pengurus nantinya tidak hanya semangat di awal saja, tapi seterusnya juga, terlalu semangat juga jangan, biasa saja, yang penting konsistenberada di ISTISHAB,” tutupnya.


Sebagian Peserta Musyawarah Anggota ISTISHAB 2015
Selamat, untuk Ketua terpilih, semoga mampu mengeksiskan Buntet Pesantren di Bandung dan ISTISHAB mampu lebih manfaat lagi, umumnya untuk Buntet Pesantren serta khususnya untuk semua anggota ISTISHAB.

Rangkaian Acara Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2015

Rangkaian Acara Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2015

Posted by Unknown  |  at  9:56 PM

Haul Al Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon akan dilaksanakan pada Sabtu, 04 April 2015 M/15 Jumadil Akhir 1436 H, dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut :
1.      Donor Darah bekerjasama dengan PMI Cirebon,yang akan diselenggarakan pada:
hari / tanggal : Senin, 30 Maret 2015
waktu            : Pukul 08.00 WIB s/d selesai
tempat           : Akademi Keperawatan (AKPER) Buntet Pesantren Cirebon

2.      Halaqoh/Seminar, bekerjasama dengan IPNU-IPPNU yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal : Rabu, 1 April 2015
waktu            : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
tempat           : Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buntet Pesantren Cirebon

3.              Khitanan  Massal  dan  Pagelaran  Kesenian  Rakyat,  yang  akan  diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Kamis, 02 April 2015
haktu                           : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
tempat khitan              : Gedung YLPI Buntet Pesantren Cirebon
tempat pagelaran         : Halaman Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon

4.              Seminar Kelestarian Sumber Daya Alam bekerjasama dengan FNKSDA (Forum Nahdliyin untuk Kelestarian Sumber Daya Alam)
hari / tanggal               : Kamis, 02 April 2015
waktu                          : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Aula MANU Putra Buntet Pesantren Cirebon

5.              Bahtsul Masail Diniyah bekerja sama dengan Lembaga Bahtsul Masa’il Diniyah Nahdlatul Ulama Cabang Cirebon, yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Kamis, 02 April 2015
waktu                          : Pukul 20.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon

6.      Pelatihan Jurnalistik bekerjasama dengan IKLAB (Ikatan Keluarga Alumni Pondok Buntet Pesantren) LKBN ANTARA
hari / tanggal               : Jum'at, 03 April 2015 - Sabtu, 04 April 2015
waktu                         : Jum'at Pukul 13.00 WIB s/dSelesai, Sabtu Pukul 08.00 WIB s/d selesai
tempat                         : Aula MAN Buntet Pesantren Cirebon

7.      Sema’an  Al-Qur’an di Makbaroh Pondok Buntet Pesantren Cirebon bersama para Kyai, Santri dan Warga Buntet Pesantren, yang akan diselenggarakan pada dan diisi oleh :
hari / tanggal               : Sabtu, 04 April 2015
waktu                          : Pukul 05.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Maqbaroh Pondok Buntet Pesantren Cirebon
qori                             : Jam’iyah Qurro Wal-Huffadz
do’a  Al Qur’an           : KH. Hasanuddin Kriyani.

8.      Ziarah Qubur, Tahlil Umum dan Pembacaan Tarikh Ta’sis Al Ma’had Buntet Pesantren Cirebon bersama para Masyayikh, Haba’ib dan segenap Ulama /Kyai Buntet Pesantren Cirebon yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Sabtu, 04 April 2015
haktu                           : Pukul 15.00 WIB s/d Selesai
pemimpin Tahlil          : KH. Amiruddin Abkari
pembaca Tarikh           : KH. Ade Nasihul Umam
do’a                             : KH. Hasanuddin Kriyani

9.      Pengajian Umum yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Sabtu, 04 April 2015
waktu                          : Pukul 20.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Halaman Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon
qori                             : Abdullah Sengkang, Qori Internasional dari Papua
penceramah                 : - KH. M.Ridwan Sururi (Purwokerto Jawa Tengah)
                                      - Prof.Dr.KH. Said Aqiel Sirodj (Ketua Umum PBNU)

Seminggu Berlatih Tanggap Darurat Bencana

Seminggu Berlatih Tanggap Darurat Bencana

Posted by Unknown  |  at  3:48 PM

Apel pelepasan pelatihan MERT 2015, Buntet Pesantren (14/2)
Selama seminggu ke depan, 24 praja Pramuka Ambalan Mbah Muqoyyim, MANU Putra Buntet Pesantren dan tiga praja Pramuka SMK NU Mekanika Buntet Pesantren bakal dibina oleh Tim Merah Putih dan para perintis Pramuka MANU Putra dalam acara pelatihan MANU Emergency Respon Team (MERT) di Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Madinaturrahmah, Gunung Picung, Pamijahan, Kabupaten Bogor (14/2).
“Ini merupakan kegiatan tahunan Pramuka MANU Putra kali kedua. Dan Alhamdulillah, tahun kedua ini diramaikan dengan keikutsertaan Pramuka SMK NU Mekanika”, ujar Kak Ami Dailami selaku Pembina Pramukan Ambalan Mbah Muqoyyim.

Melihat hasil maksimal yang telah diperoleh dalam pelatihan tahun lalu, yakni dapat meraih juara pertama dalam ajang lomba Pramuka tingkat provinsi Jawa Barat, maka pelatihan tanggap darurat bencana ini kembali dilaksanakan. Diharapkan, dari pelatihan tersebut dapat lahir praja yang lebih hebat dari praja sebelumnya.

K.H. Ade M. Nasih, Lc. dalam sambutannya selaku Mabigus pada apel pelepasan mengingatkan kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga kesopanan supaya menjadi tamu yang baik. Beliau juga berpesan untuk senantiasa membaca salawat ketika perjalanan dan menggunakan waktu sebaik mungkin.“Gunakan waktu sebaik mungkin. Karena rekan-rekan sekalian rela meninggalkan pelajaran sekolah”, ujar beliau.

Beberapa hari sebelum pemberangkatan, para peserta telah dibekali dengan latihan fisik, mental, dan yang tak kalah penting lagi adalah materi-materi khusus. Komunitas Falak Buntet Pesantren secara khusus membimbing calon peserta pelatihan tentang bagaimana cara menentukan arah kiblat saat nanti di tengah hutan dan tidak tahu arah kiblat dengan menggunakan alat kompas.
“Sebelum pemberangkatan, kami telah dibekali dengan kegiatan fisik yang cukup berat. Karena katanya di sana akan lebih berat dari pelatihan di sini. Artinya biar kita tidak kaget”, ucap Kak Awaluddin, Pradana Pramuka MANU Putra

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Forsila BPC Jakarta Raya Bekali Santri Buntet Pesantren

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Forsila BPC Jakarta Raya Bekali Santri Buntet Pesantren

Posted by Unknown  |  at  7:18 AM

Tak kurang dari 500 santri ikuti seminar ekonomi yang diselenggarakan Forsila BPC Jakarta Raya di aula MANU Putra Buntet Pesantren. (31/1).
“Acara ini berawal dari obrolan pada kajian mingguan. Berkat niat dan tekad akhirnya acara ini dapat terlaksana. Ini juga merupakan wujud khidmat kami sebagai alumni terhadap almamater sendiri”, ucap Ahmad Fabi Kriyan Ardani, ketua umum Forsila BPC Jakarta Raya pada sambutannya.
Seminar yang bertemakan “membangun santri menjadi bangsa yang kompetitif dalam menghadapi pasar bebas ASEAN” ini diisi oleh K.H. Fahad A. Sadat, S.E., M.E.Sy. Beliau selain seorang kiai dan kepala SMK NU Mekanika Buntet Pesantren, juga sebagai pakar ekonomi syariah. Beliau banyak membahas bagaimana kesepakatan yang terjadi dan apa dampak bagi Indonesia atas adanya kesepakatan ini.
Selain itu, seminar ini juga menghadirkan Forsilawan –sebutan untuk anggota Forsila- Akhmad Ali Hasyim, S.Pd, seorang senior Forsila BPC Jakarta Raya yang kini tengah menyusun tesis s2 di pascasarjana FISIP Universitas Indonesia. Beliau berbicara bagaimana santri harus bertindak menghadapi ini dengan sejarah bagaimana santri dahulu sebagai tolok ukurnya.
Acara seminar ini juga diisi dengan training motivasi oleh kandidat doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, forsilawan M. Sofi Mubarok, S.S.I, M.H.I., seorang alumni MAN Buntet Pesantren yang sejak strata satu hingga strata tiga menerima beasiswa. Beliau memberikan pemahaman bagaimana pentingnya belajar dan berpikir. “dengan seringnya kita berpikir, maka akan timbul pemaham dan pikiran-pikiran baru”, ucap beliau setelah melakukan permainan sebagai analoginya.
Acara ini ditutup dengan pembagian doorprize, pengumuman dan pembagian hadiah perlombaan yang telah dilangsungkan sebelumnya, 21-29 Januari meliputi lomba menulis puisi, cerpen, dan opini. Selain itu juga lomba Miss Forsila dan turnamen futsal yang diikuti oleh santri Buntet Pesantren.

Acara ini didukung oleh IKAPB sebagai organisasi yang menaungi seluruh santri Buntet Pesantren dan juga didukung oleh organisasi alumni serupa yang seluruh anggotanya berdomisili di Semarang, Formasi BPC Semarang. Bersama Formasi BPC Semarang juga, Forsila BPC Jakarta Raya memberikan informasi tentang dunia kampus yang berada di wilayah Jabodetabek dan Semarang kepada seluruh siswa kelas XII Aliyah se-derajat di Buntet Pesantren (28-31/1).

Lebaran Anak Yatim

Lebaran Anak Yatim

Posted by Unknown  |  at  8:59 PM


Bersama Bogor Motor Classic (BOMSIC) dan Anak Nongkrong Komunitas Amal (ANKA), Forum Silaturrahim Buntet Pesantren Cirebon (Forsila BPC) Jakarta Raya turut serta menyelenggarakan acara Lebaran Anak Yatim di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Madinaturrahmah, Pamijahan, Bogor (9/11/14).
Acara yang didasarkan pada kecintaan Nabi Muhammad SAW pada anak Yatim ini diikuti oleh lebih dari 500 anak Yatim se-Kabupaten Bogor dengan diisi berbagai kegiatan menarik yang diikuti oleh wajah-wajah lucu nan ceria khas anak-anak.

Seusai maulidan sebagai pembukaan acara sebelum rangkaian acara lainnya dilaksanakan, para anak yatim tersebut dipersilakan untuk memilih kegiatan yang telah digelar oleh Forsila, BOMSIC, ANKA, dan Posko Merah Putih.

Forsila menyelenggarakan lomba adzan dan lomba mewarnai lafaz Jalalah dan Muhammad. ANKA juga menyelenggarakan beberapa perlombaan. Selain itu, ada out bound yang disiapkan dan dipandu oleh Tim Posko Merah Putih. BOMSIC mengadakan konvoi keliling dengan motor-motor classic. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor pula ikut nongkrong bareng.

Anak-anak Yatim terlihat  begitu antusias memilih dan mengikuti aneka kegiatan. Ada yang bahkan sangat termotivasi hingga ikut dua perlombaan/kegiatan sekaligus. Acara ini juga dihibur dengan dua penari jaipong cilik. Setelah itu, ditutup dengan pemberian hadiah bagi para pemenang lomba, pembagian uang santunan kepada seluruh anak yatim, dan sesi foto bersama.

“Ini ala kadarnya dari kami, Bu. Tolong disampaikan kepada anak-anak. Semoga berkah dan manfaat. Titip mereka, Bu”, ucap Muhammad Syakir Ni’amillah, sekretaris umum Forsila BPC, saat memberikan amplop berisi santunan kepada koordinator anak yatim dari salah satu kampung.


Sebelumnya, Forsila BPC menggalang dana dengan meminta bantuan dari tamu-tamu wisudawan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta saat wisuda ke-94. Pula pada acara Indonesia International Book Fair, Senayan pada minggu lalu. Selain itu, Forsila BPC juga berjualan gorengan untuk sedikit menambah dana. Beberapa anggota yang tidak dapat terlibat langsung juga memberikan bantuan berupa finansial yang tentunya sangat membantu terlaksananya acara tersebut.

IKPB Adakan Workshop Pendidikan Anti Korupsi dan Pendidikan HAM

IKPB Adakan Workshop Pendidikan Anti Korupsi dan Pendidikan HAM

Posted by Unknown  |  at  7:57 PM


Buntet Pesantren- Bertempat di Aula Guest House, Kantor YLPI Buntet Pesantren, Jumat (7/11/14), IKAPB Buntet Pesantren bekerjasama dengan SOFI INSTITUTE menyelenggarakan Workshop Pendidikan Anti Korupsi dan Pendidikan HAM dengan pemateri dari Tim Mata Muda.
 “Mengingat maraknya kasus korupsi dan HAM yang tengah berlangsung hingga kini, pesantren khususnya IKPB yang tujuan didirikannya untuk mengurusi hal-ihwal kegiatan santri (khususnya) merasa perlu membentengi para santri dan siswa yang berada di lingkungan Buntet Pesantren. Dengan kegiatan ini, semoga para santri dan siswa memahami betul bahwa korupsi merugikan semua pihak, termasuk dirinya sendiri sebagai pelakunya”, Ungkap ketua Umum IKPB, Muhammad Majdi (24).
“Selain itu, HAM yang juga seringkali menjadi isu nasional ini perlu juga diketahui oleh kaum para pelajar yang menghuni pondo pesantren ini. Kita tidak boleh acuh atau buta akan hal-hal demikian”, lanjutnya.
Meski menyita cukup banyak waktu, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di Buntet Pesantren ini diikuti dengan sangat antusias dan penuh semangat oleh para delegasi Santri Pondok Buntet Pesantren dan siswa-siswi dari sekolah-sekolah di sekitar Buntet Pesantren. Acara yang diadakan di hari libur yaitu Jum'at dengan dimulai dari pukul 09.00 WIB sampai 15.30 WIB ini tidak mengurangi antusiasme para peserta yang (pastinya) akan berdampak positif ke depan bagi mereka.
“Acara ini dilaksanakan sebagai bukti bahwa santri dan siswa-siswi di kecamatan Astanajapura Cirebon, juga bisa mengungkapkan aspirasinya mengenai kasus korupsi yang sedang hangat diperbincangkan.”ujar Muhammad Abu Dzar Al-Ghiffari selaku ketua pelaksana. (ANM) “Dengan mengikuti kegiatan ini, saya dan teman-teman jadi paham bahwa pemuda juga bisa ikut mengawal program pemerintah dengan mencari tahu informasi yang berkembang di daerahnya”, ungkap salah satu peserta, Budiyanto.


FORSILA BPC Jakarta Raya Selenggarakan Masa Keakraban 2014

FORSILA BPC Jakarta Raya Selenggarakan Masa Keakraban 2014

Posted by Unknown  |  at  6:16 PM

Masa keakraban merupakan agenda tahunan Forsila BPC Jakarta Raya yang pada tahun ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Madinaturrahmah, Gunung Picung, Pamijahan, Bogor, pada hari jumat sampai minggu, 17-19 Oktober 2014.

Acara yang diketuai oleh Forsilawan (sebutan untuk anggota Forsila BPC) Ade Syamsul Falah ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai daerah di wilayah Jabodetabek dengan diisi materi keForsilaan yang dinarasumberi Forsilawan Muhammad Zaim Nugroho, S.Sos.I (salah seorang pendiri Forsila BPC), materi teknik persidangan yang dinarasumberi Forsilawan Zamakhsyari, materi peran alumni Buntet Pesantren di tengah masyarakat oleh K.H. Kabain, Motivasi oleh Forsilawan Faisal Hilmi, seorang pembicara kelas internasional.

“Jadilah perwira, dan kapalnya adalah Forsila”, begitu pesan K.H. Kabain kepada seluruh peserta dan panitia untuk memberikan semangat berkhidmat kepada para kiai dengan menunjukkan eksistensi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk umat pada saat penyampaian materi tentang peranan alumni Buntet Pesantren di tengah masyarakat.

Pagi seusai jamaah subuh, tahlil dan debat tentang fenomena "jilboobs" menjadi penghangat suasana pagi kaki Gunung Salak yang dingin. Tengah malam minggu diisi dengan  evaluasi dari materi-materi yang telah disampaikan hingga menjelang subuh. Sebagai penghangat seusai merasakan dingin yang menusuk tulang, panitia menghadirkan api unggun.

Pada hari terakhir, acara dipenuhi dengan permainan yang mengandung unsur-unsur kepemimpinan, keorganisasian, dan pemecahan masalah. Sehingga, para peserta tidak merasa bosan dengan materi. Kemasan materi model seperti ini yang harus terus dan perlu dikembangkan oleh panitia dan pembicara.

 “Sekali santri, tetaplah santri. Walau sudah keluar dari pondok, label santri akan terbawa sampai mati. Apabila lepas lebel santrinya, maka hancurlah ilmu agama yang selama ini kita pelajari. Santri adalah matahari atau cahaya buat dirinya, keluarganya dan lingkungannya.”, tulis pengasuh Kiai yang juga pengajar di Kepolisian Bogor ini dalam status facebooknya.

“Manfaat ilmu terletak dari keberkahan. Dan keberkahan didapat selama santri masih mencintai gurunya dan pesantrennya. Bukan kehebatan ilmu yang membuat seorang santri menjadi hebat. Tetapi, bagaimana santri tersebut menghormati ilmu dan yang mengajarkan ilmu serta yang memiliki ilmu tersebut”, lanjut beliau.

Acara yang bertemakan “Menjaga Akidah, Mempererat Ukhuwah” ini ditutup dengan pembaiatan yang dipimpin oleh Forsilawan Zamakhsyari, penyematan penghargaan kepada Forsilawan Ahmad Subhan Ainurrofiq sebagai peserta terbaik, berkat kebijaksanaannya dalam memimpin simulasi sidang yang diricuhkan oleh sebagian peserta dan panitia, serta pemberian santunan kepada para santri yang menghuni Pondok Pesantren Madinaturrahmah sebagai wujud terimakasih atas kesediaannya menerima dan menyambut baik acara tersebut.

“Kami berharap tidak cukup sampai di sini. Tapi, perjuangan bersama untuk senantiasa berkhidmat dan menjunjung tinggi nama besar Buntet Pesantren itulah yang kami tunggu di Forsila”, ujar ketua umum Forsila, Ahmad Fabi Kriyan Ardani menutup acara tahunan itu.

IKAPB Jadi Terbaik Kedua Lomba Adzan Pitu Keraton Kasepuhan

IKAPB Jadi Terbaik Kedua Lomba Adzan Pitu Keraton Kasepuhan

Posted by Unknown  |  at  9:00 PM


M. Majdi, Ketua IKAPB bersama para juara dan Sultan Kasepuhan
Pengurus Ikatan Keluarga Asrama-Asrama Pondok Buntet Pesantren (IKAPB) berhasil menjadi terbaik kedua dalam lomba Adzan Pitu yang digelar dalam rangka Festival Seni Budaya Pesisiran dan Haul Sunan Gunung Jati ke-461 di Langgar Agung Keraton Kasepuhan pada hari selasa lalu, 7 Oktober 2014.


Tim yang beranggotakan Muhammad Majdi, Ahmad Irsyad, Jamaluddin Husein, Muhammad Fajrul Falah, Muhammad Abudzar, Alfian Noor Muhammad, dan Ahmad Fasya dengan dibantu M. Akmal Abbas Selaatmaja sebagai official ini berhasil menyisihkan delapan tim lain meski tanpa persiapan yang cukup matang.

“Bahagia dan bangga karena inilah debut pertama IKAPB setelah kepengurusan yang baru dilantik bulan lalu”, ujar Ketua IKAPB, Muhammad Majdi setelah menerima penghargaan dari Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan, PRA. Arif Natadiningrat di halaman Masjid Sang Cipta Rasa.
M. Majdi saat menerima tropi dan hadiah dari Sultan kasepuhan
“Semoga ke depan lebih baik lagi dan lebih banyak lagi prestasi yang diraih”, lanjutnya.

Selain menyelenggarakan lomba Azan Pitu, Festival Seni Budaya Pesisiran dan Haul Sunan Gunung Jati ke-461 yang digelar di Keraton Kasepuhan ini juga menyelenggarakan lomba mewarnai dan lomba fotografi.

Selamat untuk Pengurus IKAPB, prestasi kalian menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami juga.

PEKERJAAN PARA KYAI

PEKERJAAN PARA KYAI

Posted by Unknown  |  at  12:21 AM

“Setiap orang punya maqam. Dan dalam setiap maqam, skala prioritas amalnya berbeda dari maqam lainnya,” ujar Kyai Bisri Mustofa.
Bagi orang yang maqamnya ‘alim, yaitu telah (relatif) sempurna pengetahuannya tentang (syariat) agama, mengajar adalah amal paling utama baginya. Yang maqomnya muta’allim (pelajar): ya belajar. Yang maqomnya mutaharrif, yaitu orang yang mempunyai tanggungan nafkah tapi tidak bisa memperoleh penghasilan kecuali dengan bekerja setiap harinya, bekerja (mencari nafkah) adalah amal paling utama baginya.
Pada mulanya, Kyai Ma’shum rahimahullah, ayahanda Kyai Ali Ma’shum, berdagang secara berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya, dengan jadwal yang tetap. Demikian dikisahkan dalam buku biografi beliau, karya M. Luthfi Thomafi. Diantara langganannya adalah pasar-pasar di Cirebon, Demak dan Jombang. Di setiap kota itu Kyai Ma’shum membagi waktu. Usai berdagang di pasar, sejumlah santri telah menunggunya di masjid, untuk memperoleh pengajaran berbagai kitab darinya.
Bertahun-tahun beliau menekuni pola kegiatan itu, dengan maksud menjaga keseimbangan antara mencari nafkah dan mengajarkan ilmu. Sampai akhirnya Kanjeng Nabi Muhammad Saw. datang di salah satu mimpinya dan memerintahkannya berhenti berdagang untuk kemudian membangun pesantren dan mengkhususkan diri dengan mengajarkan ilmu saja. Kyai Ma’shum patuh. Pesantren dibangunnya di Desa Soditan, Lasem, kemudian berhenti berdagang sama sekali dan menghabiskan seluruh waktunya untuk mengajar.
Ada lagi, Kyai Abdul Wahab Husain rahimahullah yang sudah punya tanggungan santri yang cukup banyak di pesantrennya di Desa Kauman, Sulang, Rembang. Tapi Kyai Wahab tetap menekuni pekerjaannya sebagai polangan (pedagang) kambing. Menjelajahi desa-desa untuk membeli kambing-kambing petani adalah pekerjaan beliau sehari-hari. Pada hari pasaran, sendiri pula beliau menggiring kambing-kambing itu ke pasar hewan.
Hari itu, dengan topi laken khas polangan dan pecut di tangan, Kyai Wahab menggiring kambing-kambingnya menyusuri jalan raya. Susah payah ia jaga agar kambing-kambing itu tidak melantur terlalu ke tengah, walaupun jalan raya agak sepi. Tiba-tiba sebuah mobil yang berjalan lambat-lambat dari arah belakang melintasinya. Kurang ajarnya, mobil itu malah sengaja menerjang barisan kambing-kambingnya sehingga kocar-kacir tak karuan. Sudah tentu Kyai Wahab kaget, kelabakan dan berang bukan alang kepalang! Apalagi mobil itu malah lantas berhenti tidak jauh darinya, seolah menantang!
Di kursi belakang terlihat ada seorang penumpang, tapi kurang jelas karena kacanya gelap. Kyai Wahab yang jadhug lagi berangasan tak memperdulikan lagi kambing-kambingnya. Dengan penuh amarah ia hampiri jendela di samping penumpang itu. Ia yakin, itu boss, yang punya mobil. Digebraknya atap mobil dengan garang, sekalian melampiaskan kekesalan. Kaca jendela diturunkan, dan sebuah kepala melongok keluar. Bukan main kagetnya Kyai Wahab, ternyata orang itu adalah Kyai Bisri Mushtofa, gurunya sendiri!
“Sudah jadi kyai, punya pondok, kok santrinya ditinggal polangan wedhus. Pulang sana!” kata Kyai Bisri.

Best FM Menjadi The Best dalam Lomba KPK RI

Best FM Menjadi The Best dalam Lomba KPK RI

Posted by Unknown  |  at  6:48 PM

Foto: Selamat, Radio Komunitas Buntet Pesantren meraih juara 1 pada lomba feature audio yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Anugerah diberikan di Kota Tua, Ahad (17/8). cc Sobih Adnan, KH Husein Muhammad, Marzuki Wahid, Mahrus EL-Mawa  http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,46-id,53895-lang,id-c,pesantren-t,Radio+Komunitas+Pesantren+Buntet+Juara+I+Lomba+KPK+RI-.phpx

Radio Komunitas (Rakom) Buntet Pesantren (Best FM) meraih peringkat juara 1 dalam lomba pembuatan feature berbentuk audio yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi Repubik Indonesia (KPK RI) bekerja sama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI).

Penyerahan hadiah lomba bertema "Anti Korupsi" tersebut dilakukan dalam acara peluncuran Kanal TV KPK RI sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di Kota Tua, Jakarta, Ahad (17/8).

Ketua Rakom Best FM, Ahmad Rovahan mengatakan, pihaknya sangat bangga karena peringkat pertama lomba tingkat nasional ini justru bisa diraih radio yang diinisiasi kalangan pesantren. Ia berharap, penghargaan ini bisa dijadikan penyemangat untuk berkarya lebih baik lagi.

“Alhamdulillah, semua ini tak lain merupakan bukti keberkahan pesantren.  Semoga dengan penghargaan ini kami bisa berkarya lebih baik,” ungkap Rovahan yang dihubungi per telepon oleh NU Online.

Dalam perlombaan yang diikuti oleh ratusan Rakom se-Indonesia ini, Best FM menyajikan sebuah iklan layanan masyarakat (ILM) berbentuk feature tentang betapa terbukanya prinsip pelaporan keuangan publik yang dilakukan oleh para pengurus masjid. 

Karya dengan judul “Belajar Jujur dari Para Pengurus Masjid” ini berisi sebuah wawancara tentang gambaran pengumuman pemasukan anggaran yang biasa dilakukan oleh pengurus masjid sebelum Salat Jumat dilaksanakan.

“Mulanya menurut kami sangat unik, para pengurus masjid itu sudah melakukan prinsip keterbukaan anggaran publik jauh sebelum lembaga-lembaga seperi KPK dan lainnya berdiri. Mengapa tradisi pengumuman pemasukan anggaran yang biasanya dilakukan sebelum Salat Jumat ini diteladani oleh pihak lain?” katanya.

Meskipun, lanjut Rovahan, keteladanan para pengurus masjid tersebut tidak mesti ditiru secara teknis. Tapi kesemangatan untuk terbuka dalam bidang keuangan yang bersumber dari masyarakat ini dilakukan dengan penuh sungguh-sungguh dan terperinci.

“Dalam feature audio ini juga saya angkat wawancara tentang kejadian di salah satu masjid, pengurus mengumumkan nominal anggaran yang masuk secara terperinci, semisal lima juta ditambah dua dollar Singapura. Bukan hanya nominal loh, tapi jenisnya juga terperinci,” jelas Rovahan.

Selain secara terbuka dan terperinci, menurut Rovahan, prinsip anti korupsi ini juga perlu ditopang oleh penghayatan ajaran agama yang kuat, oleh karenanya, pesantren juga merasa penting untuk terlibat secara langsung dalam kampanye anti korupsi di Indonesia.

Selain Best FM sebagai juara 1, perlombaan ini juga menetapkan tiga rakom lain sebagai juara peringkat selanjutnya, antara lain Taraktak FM Sumatera Barat, Wijaya FM Yogyakarta dan K-FM Magelang. Pemenang lomba mendapatkan hadiah berupa peralatan siar radio yang diserahkan langsung para Pimpinan KPK diantaranya Ketua KPK Abraham Samad, Bambang Widjayanto, Adnan Pandu Praja, dan Juru Bicara KPK Johan Budi

Selamat dan turut bangga atas hasil yang dicapai oleh radio komunitas kita. Semoga ini menjadi pemacu dan pemicu untuk mengejar prestasi-prestasi berikutnya.

Disarikan dari NU Online

Copyright © 2013 Blog Backup Buntet Pesantren. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top