Hidup Bahagia dengan Satu Isteri

Hidup Bahagia dengan Satu Isteri

Posted by Unknown  |  at  2:17 PM


Satu Isteri
Judul : Bahagiakan Diri dengan Satu Istri
Penulis : Cahyadi Takariawan
Penerbit : Era Intermedia, 2007
Tebal : xxxi + 278 halaman

Terbitnya buku
ini tak kalah kontroversialnya dengan poligami Aa Gym beberapa waktu lalu yang
berakibat pesantren dan usaha bisnisnya makin sepi.

Meski penulisnya menolak
kalau ia menulis buku ini bukan lah karena faktor itu. Konon saking
kontroversinya, buku ini sempat ditarik dari peredaran karena membuat gerah
aktivis dan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski yang memberi
pengantar buku ini adalah istri pertama Presiden partai tersebut, Sri Rahayu
Tifatul Sembiring.


Wajar saja karena buku ini ditulis oleh Ustadz Cahyadi
Takariawan yang merupakan salah seorang anggota Majelis Syuro PKS. Majelis ini
menempati posisi tertinggi dalam struktur partai yang berideologi Islam ini.
Sementara sudah jadi rahasia umum kalau ikhwan partai ini lazim melaksanakan
praktek poligami dengan tujuan untuk perluasan dakwah Islam. Mereka juga
meyakini bila poligami merupakan solusi ideal relasi suami istri bila sang
suami "tergoda."

Di sinilah menarik dan beraninya buku ini. Isinya
memang benar-benar menelanjangi praktek poligami yang banyak menyengsarakan
kaum istri dan anak serta lebih khusus lagi kata penulis, berakibat buruk pada
dakwah Islam. Artinya penulis mendekonstruksi pemahaman dan keyakinan sebagian
besar koleganya di partai. Dalam pendahuluannya, penulis mengakui bahwa
sebenarnya tema ini merupakan tema yang selalu dia hindari karena supersensitif
bahkan hipersensitif. Menurutnya, menulis masalah poligami bukanlah wilayah
aman untuk mengungkapkannya. Keputusan penulis untuk tetap menulis tema ini,
tentulah sangat tidak populer. Bahkan cenderung menentang arus, atau mungkin
juga menentang policy partai.

Sedari awal penulis menekankan bahwa ia menulis
buku ini bukan dalam rangka menolak hukum atau ajaran Islam tentang poligami.
Yang ia tolak adalah praktek poligami itu sendiri. Hal ini dikarenakan banyak
fakta dan kasus yang akhirnya ia sendiri punya kesimpulan kalau poligami itu
bukanlah solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan keluarga tapi malah
menghancurkan institusi keluarga khususnya perempuan dan anak. Meski penulis
mengakui pada kasus-kasus tertentu seperti menolong janda dan anak korban
konflik, poligami tetaplah menjadi solusi. Tapi kenyataannya sangat jarang
suami yang berpoligami karena alasan tersebut. Mayoritas berpoligami karena
perempuan yang akan dijadikan istri selanjutnya itu lebih muda, lebih menarik,
lebih pintar dan lebih segalanya dibanding istri terdahulunya. Buku ini banyak
mengungkap data dan fakta yang didasarkan pada kasus-kasus praktek poligami
yang memang menjadi kecenderungan partai dimana penulis terlibat dan dari
pengaduan para kliennya karena profesinya sebagai konsultan pernikahan dan keluarga
di Jogja Family Center (JFC).

Karena itulah penulis menyarankan agar suami
membahagiakan dan memaksimalkan diri dengan satu istri. Dari situ, penulis
mengeksplorasi argumen-argumen doktrin Islam tentang monogami yang menurut saya
argumen tersebut mendekonstruksi argumen tentang poligami dalam Islam.

Seperti diketahui, biasanya para pelaku poligami
membenarkan perbuatannya tersebut pada dua hal: Alquran surat
al-Nisa ayat 3 yang membolehkan poligami sampai empat dan mengikuti Sunnah
Nabi. Padahal kata penulis, bila kita melihat kehidupan keluarga Nabi secara
cermat, sesungguhnya Nabi itu melakukan monogami. Karena dalam kurun waktu
kehidupan rumah tangga Nabi, Nabi itu sangat monogami. Kehidupan rumah tangga
Nabi dengan Khadijah itu berlangsung 25 tahun, sementara Nabi mempraktekan
poligami itu hanya 10 tahun. Itu pun setelah Khadijah wafat dan kebanyakan
pernikahannya itu lebih dikarenakan menolong janda-janda sahabat beliau yang
meninggal akibat perang untuk membela Islam. (hal xviii)

Sementara ayat Alquran yang menjadi acuan
poligami itu pun titik tekannya pada sikap suami yang bisa berlaku adil, bukan
pada bolehnya praktek poligami tersebut. Sikap adil susah sekali ukurannya
karena sangat melibatkan perasaan, tidak hanya kepuasan materi dan seksual semata.
Anugerah perasaan inilah yang merupakan salah satu kelebihan manusia. Seperti
yang diulas dengan bagus oleh Bintu Syathi Aisyah Abdurrahman dalam bukunya
Istri-istri Nabi, kehidupan istri-istri Nabi saja tak sepenuhnya harmonis,
malah cenderung penuh intrik dan saling cemburu karena mereka saling bersaing
untuk memperebutkan perhatian Nabi. Untuk sekualitas lelaki seperti Nabi saja,
yang banyak diberi kelebihan oleh Allah, Beliau cukup kerepotan mengelola
perasaan dan menghadapi isteri-isterinya. Apalagi untuk manusia biasa seperti
kita semua. Karena itu kata penulis, kita ini bukan Nabi, isteri kita pun bukan
Aisyah. Makanya jangan coba-coba berpoligami. (hal 238)

Ada
juga yang berargumen berpoligami itu karena untuk menghindari zina. Istilahnya,
dari pada selingkuh kan lebih
baik poligami. Menurut penulis, kok bisa poligami dibandingkan dan disejajarkan
dengan zina (selingkuh). Penyejajaran seperti ini kata penulis, merupakan cara
berpikir yang tak nyambung, dan ungkapan tersebut tidak pada tempatnya sebagai
alasan untuk melakukan poligami. Ia menyodorkan beberapa pilihan selain
poligami. Misalnya dari pada suami berpoligami lebih baik berpuasa untuk
menjaga diri atau konsentrasi dan fokus ke isteri atau onani dan masturbasi
atau berkebiri atau berlari-lari untuk membuang energi atau bertobat setiap
hari atau aktif dalam kegiatan berorganisasi atau segera naik haji atau banyak
pilihan perbuatan yang lebih baik dan positif. Jadi bagi penulis, suami tak
mesti berpoligami, atau lebih ekstrim lagi berselingkuh, karena pilihan untuk
tetap beristri satu tetap yang paling realistis. (hal.99)

Di tengah komunitas yang menjadikan poligami
sebagai praktek yang lazim, penulis mengakui, banyak yang bertanya kenapa ia
tak berpoligami. Dengan memarodikan lagu Aa Gym, penulis menjawab:

Jagalah istri, jangan kau sakiti Sayangi
istri, amanah ilahi Bila diri kian bersih, satu isteri terasa lebih Bila bisa
jaga diri, tidak perlu menikah lagi


Bila suami berpoligami Dakwah akan terbebani
Demarketing menjadi jadi Dakwah bisa dibenci


Jagalah istri, jangan khianati Jagalah diri,
tak perlu poligami


Buku ini jelas-jelas diperuntukkan untuk suami
baik yang punya niat berpoligami atau tetap monogami. Bagi yang berniat
poligami, setelah membaca buku ini pasti tak akan jadi menambah istrinya. Bagi
yang setia dengan satu istri, pasti akan semakin membahagiakan istrinya. Bagi
yang sudah berpoligami, ada dua kemungkinan: membenarkan atau menolak
mentah-mentah isi buku ini. Yang pasti buku ini jelas pesannya seperti
kelihatan dari judulnya: "Bahagiakan Diri dengan Satu Istri".

Tentu saja buku ini tak hanya layak dibaca para
suami atau lelaki meski isinya memang lebih banyak diperuntukkan untuk kaum
Adam. Bagi perempuan pun, buku ini sangat bermanfaat karena banyak kiat dan
nasihat agar para istri tidak dipoligami. Sayang sekali, bukunya sangat sulit
untuk didapatkan sekarang. Salut untuk Ustadz Cahyadi... []

Penulis Resensi: Nong Darol Mahmada
Sumber: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1298

Hidup Bahagia dengan Satu Isteri

Hidup Bahagia dengan Satu Isteri

Posted by Unknown  |  at  2:17 PM


Satu Isteri
Judul : Bahagiakan Diri dengan Satu Istri
Penulis : Cahyadi Takariawan
Penerbit : Era Intermedia, 2007
Tebal : xxxi + 278 halaman

Terbitnya buku
ini tak kalah kontroversialnya dengan poligami Aa Gym beberapa waktu lalu yang
berakibat pesantren dan usaha bisnisnya makin sepi.

Meski penulisnya menolak
kalau ia menulis buku ini bukan lah karena faktor itu. Konon saking
kontroversinya, buku ini sempat ditarik dari peredaran karena membuat gerah
aktivis dan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski yang memberi
pengantar buku ini adalah istri pertama Presiden partai tersebut, Sri Rahayu
Tifatul Sembiring.


Wajar saja karena buku ini ditulis oleh Ustadz Cahyadi
Takariawan yang merupakan salah seorang anggota Majelis Syuro PKS. Majelis ini
menempati posisi tertinggi dalam struktur partai yang berideologi Islam ini.
Sementara sudah jadi rahasia umum kalau ikhwan partai ini lazim melaksanakan
praktek poligami dengan tujuan untuk perluasan dakwah Islam. Mereka juga
meyakini bila poligami merupakan solusi ideal relasi suami istri bila sang
suami "tergoda."

Di sinilah menarik dan beraninya buku ini. Isinya
memang benar-benar menelanjangi praktek poligami yang banyak menyengsarakan
kaum istri dan anak serta lebih khusus lagi kata penulis, berakibat buruk pada
dakwah Islam. Artinya penulis mendekonstruksi pemahaman dan keyakinan sebagian
besar koleganya di partai. Dalam pendahuluannya, penulis mengakui bahwa
sebenarnya tema ini merupakan tema yang selalu dia hindari karena supersensitif
bahkan hipersensitif. Menurutnya, menulis masalah poligami bukanlah wilayah
aman untuk mengungkapkannya. Keputusan penulis untuk tetap menulis tema ini,
tentulah sangat tidak populer. Bahkan cenderung menentang arus, atau mungkin
juga menentang policy partai.

Sedari awal penulis menekankan bahwa ia menulis
buku ini bukan dalam rangka menolak hukum atau ajaran Islam tentang poligami.
Yang ia tolak adalah praktek poligami itu sendiri. Hal ini dikarenakan banyak
fakta dan kasus yang akhirnya ia sendiri punya kesimpulan kalau poligami itu
bukanlah solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan keluarga tapi malah
menghancurkan institusi keluarga khususnya perempuan dan anak. Meski penulis
mengakui pada kasus-kasus tertentu seperti menolong janda dan anak korban
konflik, poligami tetaplah menjadi solusi. Tapi kenyataannya sangat jarang
suami yang berpoligami karena alasan tersebut. Mayoritas berpoligami karena
perempuan yang akan dijadikan istri selanjutnya itu lebih muda, lebih menarik,
lebih pintar dan lebih segalanya dibanding istri terdahulunya. Buku ini banyak
mengungkap data dan fakta yang didasarkan pada kasus-kasus praktek poligami
yang memang menjadi kecenderungan partai dimana penulis terlibat dan dari
pengaduan para kliennya karena profesinya sebagai konsultan pernikahan dan keluarga
di Jogja Family Center (JFC).

Karena itulah penulis menyarankan agar suami
membahagiakan dan memaksimalkan diri dengan satu istri. Dari situ, penulis
mengeksplorasi argumen-argumen doktrin Islam tentang monogami yang menurut saya
argumen tersebut mendekonstruksi argumen tentang poligami dalam Islam.

Seperti diketahui, biasanya para pelaku poligami
membenarkan perbuatannya tersebut pada dua hal: Alquran surat
al-Nisa ayat 3 yang membolehkan poligami sampai empat dan mengikuti Sunnah
Nabi. Padahal kata penulis, bila kita melihat kehidupan keluarga Nabi secara
cermat, sesungguhnya Nabi itu melakukan monogami. Karena dalam kurun waktu
kehidupan rumah tangga Nabi, Nabi itu sangat monogami. Kehidupan rumah tangga
Nabi dengan Khadijah itu berlangsung 25 tahun, sementara Nabi mempraktekan
poligami itu hanya 10 tahun. Itu pun setelah Khadijah wafat dan kebanyakan
pernikahannya itu lebih dikarenakan menolong janda-janda sahabat beliau yang
meninggal akibat perang untuk membela Islam. (hal xviii)

Sementara ayat Alquran yang menjadi acuan
poligami itu pun titik tekannya pada sikap suami yang bisa berlaku adil, bukan
pada bolehnya praktek poligami tersebut. Sikap adil susah sekali ukurannya
karena sangat melibatkan perasaan, tidak hanya kepuasan materi dan seksual semata.
Anugerah perasaan inilah yang merupakan salah satu kelebihan manusia. Seperti
yang diulas dengan bagus oleh Bintu Syathi Aisyah Abdurrahman dalam bukunya
Istri-istri Nabi, kehidupan istri-istri Nabi saja tak sepenuhnya harmonis,
malah cenderung penuh intrik dan saling cemburu karena mereka saling bersaing
untuk memperebutkan perhatian Nabi. Untuk sekualitas lelaki seperti Nabi saja,
yang banyak diberi kelebihan oleh Allah, Beliau cukup kerepotan mengelola
perasaan dan menghadapi isteri-isterinya. Apalagi untuk manusia biasa seperti
kita semua. Karena itu kata penulis, kita ini bukan Nabi, isteri kita pun bukan
Aisyah. Makanya jangan coba-coba berpoligami. (hal 238)

Ada
juga yang berargumen berpoligami itu karena untuk menghindari zina. Istilahnya,
dari pada selingkuh kan lebih
baik poligami. Menurut penulis, kok bisa poligami dibandingkan dan disejajarkan
dengan zina (selingkuh). Penyejajaran seperti ini kata penulis, merupakan cara
berpikir yang tak nyambung, dan ungkapan tersebut tidak pada tempatnya sebagai
alasan untuk melakukan poligami. Ia menyodorkan beberapa pilihan selain
poligami. Misalnya dari pada suami berpoligami lebih baik berpuasa untuk
menjaga diri atau konsentrasi dan fokus ke isteri atau onani dan masturbasi
atau berkebiri atau berlari-lari untuk membuang energi atau bertobat setiap
hari atau aktif dalam kegiatan berorganisasi atau segera naik haji atau banyak
pilihan perbuatan yang lebih baik dan positif. Jadi bagi penulis, suami tak
mesti berpoligami, atau lebih ekstrim lagi berselingkuh, karena pilihan untuk
tetap beristri satu tetap yang paling realistis. (hal.99)

Di tengah komunitas yang menjadikan poligami
sebagai praktek yang lazim, penulis mengakui, banyak yang bertanya kenapa ia
tak berpoligami. Dengan memarodikan lagu Aa Gym, penulis menjawab:

Jagalah istri, jangan kau sakiti Sayangi
istri, amanah ilahi Bila diri kian bersih, satu isteri terasa lebih Bila bisa
jaga diri, tidak perlu menikah lagi


Bila suami berpoligami Dakwah akan terbebani
Demarketing menjadi jadi Dakwah bisa dibenci


Jagalah istri, jangan khianati Jagalah diri,
tak perlu poligami


Buku ini jelas-jelas diperuntukkan untuk suami
baik yang punya niat berpoligami atau tetap monogami. Bagi yang berniat
poligami, setelah membaca buku ini pasti tak akan jadi menambah istrinya. Bagi
yang setia dengan satu istri, pasti akan semakin membahagiakan istrinya. Bagi
yang sudah berpoligami, ada dua kemungkinan: membenarkan atau menolak
mentah-mentah isi buku ini. Yang pasti buku ini jelas pesannya seperti
kelihatan dari judulnya: "Bahagiakan Diri dengan Satu Istri".

Tentu saja buku ini tak hanya layak dibaca para
suami atau lelaki meski isinya memang lebih banyak diperuntukkan untuk kaum
Adam. Bagi perempuan pun, buku ini sangat bermanfaat karena banyak kiat dan
nasihat agar para istri tidak dipoligami. Sayang sekali, bukunya sangat sulit
untuk didapatkan sekarang. Salut untuk Ustadz Cahyadi... []

Penulis Resensi: Nong Darol Mahmada
Sumber: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1298

Pemerintah Ditantang Gus Dur untuk Berlaku Jujur

Pemerintah Ditantang Gus Dur untuk Berlaku Jujur

Posted by Unknown  |  at  1:59 PM

Oleh: Redaksi
“Kita harus berani. Kita tidak boleh
takut pada siapapun. Yang patut kita takuti hanya satu, Allah SWT,” Tegas Gus Dur dalam sambutan MLB PKB di Ponpes al-Ashriyyah
Nurul Iman Parung Bogor Jawa Barat, Rabu (30/04/2008).






“Saya tantang pemerintah SBY untuk
jujur dan terbuka. Kita harus berani menyuarakan ini. Kita menghendaki
pemerintahan yang berlandaskan kejujuran dan keterbukaan. Ini yang akan
menjadi pegangan kita,” tegas Gus Dur seperti dikutip situs gusdur.net







Gus Dur meminta
pemerintah berlaku jujur dan terbuka dalam setiap kebijakannya. Dua hal
ini, imbuhnya, telah hilang dari pemerintah. Makanya negara ini porak
poranda. Efeknya, antara lain, melambungnya harga kebutuhan pokok
karena para spekulan yang menguasai ekonomi negeri ini seenaknya
sendiri menaikkan harga.










“Sekarang orang yang tidak jujur
inilah yang sedang kita bersihkan,” kata Gus Dur  saat memberi
sambutan.  MLB sendiri seperti berlangsung selama dua hari, 30 Mei s.d.
1 April 2008.










Kendati banyak tentangan dan
tantangan, PKB harus berani menegakkan dua prinsip ini. “Kita harus
berani. Kita tidak boleh takut pada siapapun. Yang patut kita takuti
hanya satu, Allah SWT,” pesan mantan Ketua PBNU ini. (Diolah dari gusdur.net)

Pemerintah Ditantang Gus Dur untuk Berlaku Jujur

Pemerintah Ditantang Gus Dur untuk Berlaku Jujur

Posted by Unknown  |  at  1:59 PM

Oleh: Redaksi
“Kita harus berani. Kita tidak boleh
takut pada siapapun. Yang patut kita takuti hanya satu, Allah SWT,” Tegas Gus Dur dalam sambutan MLB PKB di Ponpes al-Ashriyyah
Nurul Iman Parung Bogor Jawa Barat, Rabu (30/04/2008).






“Saya tantang pemerintah SBY untuk
jujur dan terbuka. Kita harus berani menyuarakan ini. Kita menghendaki
pemerintahan yang berlandaskan kejujuran dan keterbukaan. Ini yang akan
menjadi pegangan kita,” tegas Gus Dur seperti dikutip situs gusdur.net







Gus Dur meminta
pemerintah berlaku jujur dan terbuka dalam setiap kebijakannya. Dua hal
ini, imbuhnya, telah hilang dari pemerintah. Makanya negara ini porak
poranda. Efeknya, antara lain, melambungnya harga kebutuhan pokok
karena para spekulan yang menguasai ekonomi negeri ini seenaknya
sendiri menaikkan harga.










“Sekarang orang yang tidak jujur
inilah yang sedang kita bersihkan,” kata Gus Dur  saat memberi
sambutan.  MLB sendiri seperti berlangsung selama dua hari, 30 Mei s.d.
1 April 2008.










Kendati banyak tentangan dan
tantangan, PKB harus berani menegakkan dua prinsip ini. “Kita harus
berani. Kita tidak boleh takut pada siapapun. Yang patut kita takuti
hanya satu, Allah SWT,” pesan mantan Ketua PBNU ini. (Diolah dari gusdur.net)

Kepada Siapakah PBNU Mendukung PKB?

Kepada Siapakah PBNU Mendukung PKB?

Posted by Unknown  |  at  1:29 PM


Banyaknya tokoh NU yang datang ke acara Muhaimin Iskandar ini
menimbulkan kesan bahwa PBNU lebih condong ke fihak PKB versi Muhaimin.
Lalu bagaimana sikap yang PBNU sebenarnya?



Banyaknya tokoh NU yang datang ke acara Muhaimin Iskandar ini
menimbulkan kesan bahwa PBNU lebih condong ke fihak PKB versi Muhaimin.
Lalu bagaimana sikap yang PBNU sebenarnya?

“NU tidak memihak, kita tidak menilai mana yang sah dan mana yang
tidak. Kedatangan kita ya seperti kedatangan Pak Masdar dalam acara PKB
versi Gus Dur di Parung,” tutur Sekjen PBNU Endang Turmudi

Yang jelas, PBNU sangat berharap partai yang didirikannya ini bisa utuh
kembali seperti semula.  Ini sudah mau pemilu, sayang banget, captive marketnya sudah ada. Sambil tidur saja dapat suara,” ujarnya.

Dua kubu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berseteru, kubu Gus Dur
dan Muhaimin Iskandar dalam Muktamar Luar Biasa (MLB) yang mereka
selenggarakan mengklaim sebagai satu-satunya yang sah dan paling
memperhatikan massa NU.

Klaim sebagai partai yang paling didukung NU tampaknya penting
mengingat yang punya umat adalah NU, apalagi PBNU dalam sejarahnya yang
mendirikan partai ini.

Dalam pembukaan MLB versi Gus Dur yang diselenggarakan 30 April lalu di
PP Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor, Ketua PBNU KH Masdar F Mas’udi
dan Dr. Andi Jamaro Dulung datang ke acara tersebut.

Ketua umum terpilih Ali Maskur Musa mengklaim kedatangan kedua tokoh NU
tersebut merupakan bentuk perhatian dan harapan terhadap PKB yang
dipimpin oleh Gus Dur.

Pada pembukaan MLB versi Muhaimin yang diselenggarakan di Ancol Jum’at
(2/5), sejumlah pengurus PBNU juga hadir. Mereka di antaranya KH
Saifuddin Amsir (Rais Syuriyah), KH Said Agil Siradj (Ketua
Tanfidziyah), H Ahmad Bagja (Ketua Tanfidziyah) KH Masyhuri Naim (Rais
Syuriah), Dr. Endang Turmudzi (Sekretaris Jenderal), Taufiq R. Abdullah
(Wakil Sekretaris Jenderal), Anas Thahir (Wakil Sekretaris Jenderal),
dan Saiful Bahri Ansori (Wakil Sekretaris Jenderal). 

Menurut Endang Turmudzi, Doktor lulusan Australia ini menjelaskan berdasarkan riset yang
dilakukan untuk disertasinya tentang hubungan kiai dan masyarakat,
Diketahui bahwa afiliasi masyarakat di bawah kepada kiai atau tokoh
panutannya. Jika para tokohnya terpecah belah, tentu suara masyarakat
juga akan terpecah mengikuti pimpinannya. “Orang di bawah bukan memilih
partai, tetapi mengikuti anjuran figur,” ujarnya. (diolah dari NU online).

Kepada Siapakah PBNU Mendukung PKB?

Kepada Siapakah PBNU Mendukung PKB?

Posted by Unknown  |  at  1:29 PM


Banyaknya tokoh NU yang datang ke acara Muhaimin Iskandar ini
menimbulkan kesan bahwa PBNU lebih condong ke fihak PKB versi Muhaimin.
Lalu bagaimana sikap yang PBNU sebenarnya?



Banyaknya tokoh NU yang datang ke acara Muhaimin Iskandar ini
menimbulkan kesan bahwa PBNU lebih condong ke fihak PKB versi Muhaimin.
Lalu bagaimana sikap yang PBNU sebenarnya?

“NU tidak memihak, kita tidak menilai mana yang sah dan mana yang
tidak. Kedatangan kita ya seperti kedatangan Pak Masdar dalam acara PKB
versi Gus Dur di Parung,” tutur Sekjen PBNU Endang Turmudi

Yang jelas, PBNU sangat berharap partai yang didirikannya ini bisa utuh
kembali seperti semula.  Ini sudah mau pemilu, sayang banget, captive marketnya sudah ada. Sambil tidur saja dapat suara,” ujarnya.

Dua kubu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berseteru, kubu Gus Dur
dan Muhaimin Iskandar dalam Muktamar Luar Biasa (MLB) yang mereka
selenggarakan mengklaim sebagai satu-satunya yang sah dan paling
memperhatikan massa NU.

Klaim sebagai partai yang paling didukung NU tampaknya penting
mengingat yang punya umat adalah NU, apalagi PBNU dalam sejarahnya yang
mendirikan partai ini.

Dalam pembukaan MLB versi Gus Dur yang diselenggarakan 30 April lalu di
PP Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor, Ketua PBNU KH Masdar F Mas’udi
dan Dr. Andi Jamaro Dulung datang ke acara tersebut.

Ketua umum terpilih Ali Maskur Musa mengklaim kedatangan kedua tokoh NU
tersebut merupakan bentuk perhatian dan harapan terhadap PKB yang
dipimpin oleh Gus Dur.

Pada pembukaan MLB versi Muhaimin yang diselenggarakan di Ancol Jum’at
(2/5), sejumlah pengurus PBNU juga hadir. Mereka di antaranya KH
Saifuddin Amsir (Rais Syuriyah), KH Said Agil Siradj (Ketua
Tanfidziyah), H Ahmad Bagja (Ketua Tanfidziyah) KH Masyhuri Naim (Rais
Syuriah), Dr. Endang Turmudzi (Sekretaris Jenderal), Taufiq R. Abdullah
(Wakil Sekretaris Jenderal), Anas Thahir (Wakil Sekretaris Jenderal),
dan Saiful Bahri Ansori (Wakil Sekretaris Jenderal). 

Menurut Endang Turmudzi, Doktor lulusan Australia ini menjelaskan berdasarkan riset yang
dilakukan untuk disertasinya tentang hubungan kiai dan masyarakat,
Diketahui bahwa afiliasi masyarakat di bawah kepada kiai atau tokoh
panutannya. Jika para tokohnya terpecah belah, tentu suara masyarakat
juga akan terpecah mengikuti pimpinannya. “Orang di bawah bukan memilih
partai, tetapi mengikuti anjuran figur,” ujarnya. (diolah dari NU online).

Menyokong Pluralisme Gus Dur Mendapat Penghargaan

Menyokong Pluralisme Gus Dur Mendapat Penghargaan

Posted by Unknown  |  at  1:20 PM


Setelah sukses menyelenggarakan MLB PKB versi Gus Dur, dan MLB versi Muhaimin Iskandar tengah berlangsung di Ancol, kini justru KH. Abdurrahman Wahid akan menerima penghargaan dari luar negeri.








Penghargaan terhadap Gus Dur itu berasal dari luar negeri dan terus
mengalir. Gus Dur akan menerima penghargaan dari Simon Wiesenthal
Centre, terkait pandangan ajakan pluralismenya selama ini di Indonesia.
Tulis portal berita detik.com.

Penghargaan yang diberikan oleh LSM internasional tersebut
menjadi salah satu pencapaian Gus Dur selama ini. "Sebelumnya ada 12
aktivis yang menerima. 6 Di antaranya memperoleh Nobel perdamaian di
kemudian hari," kata Gus Dur dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jl Kramat
Raya, Jakarta, Sabtu (3/5/2008).

Untuk menerima penghargaan ini,
Gus Dur akan segera terbang ke AS. Di sela-sela lawatannya, Gus Dur
akan singgah juga di Universitas George Washington dan bertemu sejumlah
senator di AS. Agenda utamanya adalah membincangkan situasi keagamaan
terkini di Indonesia.

"Bukan mencari dukungan. Ah kalian bisa
saja. Ya ngomongin kondisi Indonesia sekarang ini," tepis Gus Dur
ketika disinggung mengenai alasan lawatannya ke AS tersebut terkait
pencarian dukungan untuk Pemilu 2009.

Kunjungan itu berakhir di
New York pada pertemuan Asosiasi NGO sedunia yang dulu sempat diketuai
oleh Gus Dur ketika menjabat sebagai presiden RI. Selain itu Gus Dur
juga akan bertemu tokoh Islam setempat seperti Irshad Manji.

Gus
Dur akan meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Minggu
(4/5/2008). Direncanakan, Gus Dur akan berada di negeri Paman Sam itu
selama satu minggu. Selamat Gus!

Copyright © 2013 Blog Backup Buntet Pesantren. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top