Mengenang Sang Kyai - Haul 2 Tahun Kyai Abdullah Syifa Akyas

Mengenang Sang Kyai - Haul 2 Tahun Kyai Abdullah Syifa Akyas

Posted by Unknown  |  at  7:37 AM

Belum habis dari ingatan kita, saat pagi hari yang diwarnai hujan, Kita dikejutkan dengan sebuah kabar yang Kita harap itu tidak benar, entah Kita salah dengar atau apapun. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un, sesepuh Kita, KH. Abdullah Syifa Akyas yang merupakan milikNya dan kekasihNya, telah kembali kepadaNya.

Beliau adalah seorang  ‘alim yang santun,  tawadhu, dan bersahaja.  Dengan Keilmuwan, loyalitas, kepemimpinan, dan jasa-jasa serta banyak hal dari Beliau membuat beliau dipercaya oleh para Kiai menjadi salah satu dari Dewan Sesepuh (Pembina) bersama KH. Hasanudin Kriyani dan KH. Abdul Hamid Anas serta KH. Nahdudin Royandi Abbas selaku Ketua Dewan Sesepuh.

Setiap tahunnya, beliau senantiasa istiqomah memimpin tahlil pada acara Ziarah umum pada haul Buntet Pesantren. Ini merupakan sebuah pengakuan yang luar biasa dari masyarakat Buntet khusunya Para Kiai akan ke'aliman beliau. Sudah belasan atau mungkin puluhan tahun beliau rutin mengimami Tahlil pada Haul termasuk Haul dua tahun lalu, tahun 2013, Beliau masih menjadi Imam dari ribuan peziarah yang hadir di Maqbaroh Buntet Pesantren, dan siapa yang menyangka bahwa Haul tahun itu adalah Haul terakhir kita bersama Beliau.

Rasanya baru kemarin kita masih diayomi oleh sosok yang begitu ikhlas dan tak kenal lelah dalam berdakwah dan beribadah bahkan hingga akhir hayatnya. Menurut salah satu anggota keluarganya, malam hari sebelum wafatnya, beliau masih memimpin tawassul (doa) di salah satu selametan puputan di rumah tetangganya, setelah itu Beliau juga masih sempat berkumpul dan bercengkrama (rapat) dengan sepupunya, Sesepuh Buntet Pesantren, KH. Nahdudin Royandi Abbas beserta para Kyai Buntet yang lain di ndalem Kyai Nahdudin. Subuh keesokan harinya,beliau mengimami sholat di pondoknya, Al Inayah Buntet Pesantren. Tak ada isyarat yang gamblang bahwa Beliau akan “pergi” dari kita. Namun setelah mengimami, Beliau merasakan sesak nafas dan tidak sanggup untuk nguruk ngaji sehingga beliau mengamanahkan kepada salah satu putranya untuk membadalkan Beliau.

Siapa  yang menyangka kalau tahun 2012, saat Kita semua melepas keberangkatan haji beliau adalah momen terakhir kita melepas keberangkatan Haji beliau, hanya beberapa bulan sebelum beliau yang “jujur lan wani” meninggalkan kita.

Kyai Syifa yang sehari-hari lisannya seakan tidak pernah berhenti menyebut nama Allah dan bersholawat, Kyai Syifa yang istiqomah menjalankan puasa sunnah Senin Kamis dan Solat malam serta solat dhuha, Kyai Syifa yang selalu menjaga wudhu, silaturrahim dan ukhuwah,  Kyai Syifa yang begitu telaten mengajari kita Sholawat Fatih, serta amalan-amalan Thoriqoh Tijaniyah, Kyai Syifa yang selalu memimpin harapan-harapan (doa-doa) kita telah kembali kepada yang dikasihinya, Kyai Syifa yang selalu ikhlas ngeladeni semua kalangan tanpa pandang bulu, Kyai Syifa  . . .  Kita semua dan semua amal sholihmu akan menjadi isyhad bahwa Kau adalah benar-benar kekasihNya.
Kurang lebih dua tahun lalu, beberapa saat sebelum Engkau kembali kepadaNya engkau berpesan kepada salah satu anakmu agar selalu menyempatkan “mampir” ke maqbaroh gurumu, KH. M. Ma’shoem Ahmad Lasem setiap kali ziarah  Wali Songo. Kami menganggap pesan itu juga untuk kami semua, para muridmu. Insya Allah Kyai, kami akan sering mengunjungi  tempat peristirahatan terakhirmu...

Mari sama-sama berdoa dan mengirim fatihah untuk beliau . . .

ISTISHAB Bandung Pilih Ketua Baru

ISTISHAB Bandung Pilih Ketua Baru

Posted by Unknown  |  at  6:29 AM

Bandung – Sekelompok alumni Buntet Pesantren Cirebon yang tergabung dalam organisasi alumni di Bandung yakni ISTISHAB (Ikatan Silaturahmi Sahabat dan Alumni Buntet Pesantren), pada hari sabtu melaksanakan Musyawarah Anggota (Musang) di Mes Kang Ahmad Syalabi bin Dzanun, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Bandung (21/03). Kegiatan ini dihadiri sekitar 22 anggota yang berasal dari kampus yang berbeda-beda, diantaranya UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pasundan, Universitas Padjajaran, Universitas Islam Nusantara, dan lainnya, serta dihadiri oleh beberapa senior yang sudah tidak berdomisili di Bandung namun masih memiliki kepedulian terhadap ISTISHAB. Musang ini dilaksanakan tidak lain untuk meregenerasi organisasi, yaitu mendemisionerkan Ketua yang sudah habis masa khidmatnya dan memilih Ketua baru masa khidmat 2015-2016.

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dan diikuti dengan sambutan-sambutan dari Ketua Panitia dan Ketua ISTISHAB yang akan demisioner. Musang kali ini dipimpin oleh tiga presidium yang dipilih oleh anggota yang hadir, yaitu Uwais Al-Qorni, M. Fikri, dan Amir Mahmud Kesuma. Setelah Ketua Panitia menyerahkan palu sidang kepada Presidium I, persidangan pun dimulai. Rangkaian acara dalam persidangan antara lain pembahasan tata tertib persidangan, laporan pertanggungjawaban dari Ketua ISTISHAB, pembahasan AD/ART, serta pemiihan Ketua ISTISHAB periode 2015-2016.

Menginjak acara inti dari Musang, yaitu pemilihan ketua, dari tata tertib persidangan yang sudah disepakati peserta sidang menuliskan maksimal dua nama untuk diajukan menjadi bakal calon ketua. Hasilnya terpilih beberapa nama untuk dijadikan bakal calon ketua antara lain, Uwais Alqorni, Nabila Sophia, Ahmad Faiz, Amir Mahmud, Egy Julianto, Osa, dan Ikhsan. Setelah melalui proses verifikasi, lahirlah dua nama sebagai calon ketua yaitu, Uwais dan Faiz. Sebelum memilih satu nama untuk dijadikan ketua terpilih, kedua calon ketua berhak memaparkan visi dan misi serta melakukan tanya jawab dengan peserta sidang.

Kiri : Gino Rizki Vianto, Alumni Alkhiyaroh, Ketua ISTISHAB Demisioner
Kanan : Uwais Alqorni Akbar, Alumni Darul Amanah, Ketua ISTISHAB 2015-2016
Ahmad Faiz berkata ketika memaparkan visi misinya, “Sudah semestinya kita lebih menggaungkan nama ISTISHAB, namun alangkah lebih baik bila kita memperbaiki kondisi internal organisasi terlebih dahulu.” Saat ditanyakan mengenai skala prioritas, dengan mantap Ahmad Faiz menjawab, “Saya lebih memilih ISTISHAB.” Giliran calon ketua yang kedua, yakni Uwais dengan rendah hati mengatakan bahwa ia belum memiliki gambaran pasti. “Saya cuma punya itikad, ingin membantu ISTISHAB karena saya masuk Bandung juga karena ISTISHAB,” ujarnya sebelum memaparkan visi dan misinya. “Untuk visi dan misi saya ingin ISTISHAB ini dinamis dan berkelanjutan. Maksudnya, saya ingin ISTISHAB bangkit lagi. Berkelanjutan disini maksudnya melanjutkan periode kepengurusan sebelumnya,” tutupnya dalam pemaparan visi misi. Ketika salah satu peserta sidang menanyakan solusi perihal jarak antaruniversitas di Bandung, ia menjawab, “Akan ada koordinator tiap wilayah, ketua akan berkoordinasi dengan koordinator wilayah. Kalau ada kegiatan pelaksanaannya digilir, tidak di satu tempat saja jadi tuan rumahnya bergantian. Untuk sekre mungkin tetap di satu tempat.”

Setelah pemaparan visi misi dan tanya jawab dengan calon ketua, peserta sidang memilih satu nama untuk memimpin ISTISHAB satu tahun ke depan. Pemilihan dengan cara voting ini melahirkan satu nama pada pukul 16.34 WIB, yaitu Uwais Al-Qorni Akbar dengan perolehan suara lebih banyak dibandingkan rivalnya, Ahmad Faiz. Perbedaan perolehan suara diantara keduanya hanya sebanyak enam suara. Sebelum acara ditutup, serah terima jabatan secara simbolis dari ketua demisioner, Rizki Fayruz, kepada ketua ISTISHAB terpilih dilakukan. Pada sambutannya sebagai Ketua ISTISHAB terpilih, Alumni Pondok Darul Amanah yang sekarang tengah menempuh studi di Pendidikan Fisika UPI ini sempat berkata, “Yang saya harapkan pengurus nantinya tidak hanya semangat di awal saja, tapi seterusnya juga, terlalu semangat juga jangan, biasa saja, yang penting konsistenberada di ISTISHAB,” tutupnya.


Sebagian Peserta Musyawarah Anggota ISTISHAB 2015
Selamat, untuk Ketua terpilih, semoga mampu mengeksiskan Buntet Pesantren di Bandung dan ISTISHAB mampu lebih manfaat lagi, umumnya untuk Buntet Pesantren serta khususnya untuk semua anggota ISTISHAB.

Rangkaian Acara Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2015

Rangkaian Acara Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2015

Posted by Unknown  |  at  9:56 PM

Haul Al Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon akan dilaksanakan pada Sabtu, 04 April 2015 M/15 Jumadil Akhir 1436 H, dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut :
1.      Donor Darah bekerjasama dengan PMI Cirebon,yang akan diselenggarakan pada:
hari / tanggal : Senin, 30 Maret 2015
waktu            : Pukul 08.00 WIB s/d selesai
tempat           : Akademi Keperawatan (AKPER) Buntet Pesantren Cirebon

2.      Halaqoh/Seminar, bekerjasama dengan IPNU-IPPNU yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal : Rabu, 1 April 2015
waktu            : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
tempat           : Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buntet Pesantren Cirebon

3.              Khitanan  Massal  dan  Pagelaran  Kesenian  Rakyat,  yang  akan  diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Kamis, 02 April 2015
haktu                           : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
tempat khitan              : Gedung YLPI Buntet Pesantren Cirebon
tempat pagelaran         : Halaman Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon

4.              Seminar Kelestarian Sumber Daya Alam bekerjasama dengan FNKSDA (Forum Nahdliyin untuk Kelestarian Sumber Daya Alam)
hari / tanggal               : Kamis, 02 April 2015
waktu                          : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Aula MANU Putra Buntet Pesantren Cirebon

5.              Bahtsul Masail Diniyah bekerja sama dengan Lembaga Bahtsul Masa’il Diniyah Nahdlatul Ulama Cabang Cirebon, yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Kamis, 02 April 2015
waktu                          : Pukul 20.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon

6.      Pelatihan Jurnalistik bekerjasama dengan IKLAB (Ikatan Keluarga Alumni Pondok Buntet Pesantren) LKBN ANTARA
hari / tanggal               : Jum'at, 03 April 2015 - Sabtu, 04 April 2015
waktu                         : Jum'at Pukul 13.00 WIB s/dSelesai, Sabtu Pukul 08.00 WIB s/d selesai
tempat                         : Aula MAN Buntet Pesantren Cirebon

7.      Sema’an  Al-Qur’an di Makbaroh Pondok Buntet Pesantren Cirebon bersama para Kyai, Santri dan Warga Buntet Pesantren, yang akan diselenggarakan pada dan diisi oleh :
hari / tanggal               : Sabtu, 04 April 2015
waktu                          : Pukul 05.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Maqbaroh Pondok Buntet Pesantren Cirebon
qori                             : Jam’iyah Qurro Wal-Huffadz
do’a  Al Qur’an           : KH. Hasanuddin Kriyani.

8.      Ziarah Qubur, Tahlil Umum dan Pembacaan Tarikh Ta’sis Al Ma’had Buntet Pesantren Cirebon bersama para Masyayikh, Haba’ib dan segenap Ulama /Kyai Buntet Pesantren Cirebon yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Sabtu, 04 April 2015
haktu                           : Pukul 15.00 WIB s/d Selesai
pemimpin Tahlil          : KH. Amiruddin Abkari
pembaca Tarikh           : KH. Ade Nasihul Umam
do’a                             : KH. Hasanuddin Kriyani

9.      Pengajian Umum yang akan diselenggarakan pada :
hari / tanggal               : Sabtu, 04 April 2015
waktu                          : Pukul 20.00 WIB s/d Selesai
tempat                         : Halaman Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon
qori                             : Abdullah Sengkang, Qori Internasional dari Papua
penceramah                 : - KH. M.Ridwan Sururi (Purwokerto Jawa Tengah)
                                      - Prof.Dr.KH. Said Aqiel Sirodj (Ketua Umum PBNU)

Seminggu Berlatih Tanggap Darurat Bencana

Seminggu Berlatih Tanggap Darurat Bencana

Posted by Unknown  |  at  3:48 PM

Apel pelepasan pelatihan MERT 2015, Buntet Pesantren (14/2)
Selama seminggu ke depan, 24 praja Pramuka Ambalan Mbah Muqoyyim, MANU Putra Buntet Pesantren dan tiga praja Pramuka SMK NU Mekanika Buntet Pesantren bakal dibina oleh Tim Merah Putih dan para perintis Pramuka MANU Putra dalam acara pelatihan MANU Emergency Respon Team (MERT) di Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Madinaturrahmah, Gunung Picung, Pamijahan, Kabupaten Bogor (14/2).
“Ini merupakan kegiatan tahunan Pramuka MANU Putra kali kedua. Dan Alhamdulillah, tahun kedua ini diramaikan dengan keikutsertaan Pramuka SMK NU Mekanika”, ujar Kak Ami Dailami selaku Pembina Pramukan Ambalan Mbah Muqoyyim.

Melihat hasil maksimal yang telah diperoleh dalam pelatihan tahun lalu, yakni dapat meraih juara pertama dalam ajang lomba Pramuka tingkat provinsi Jawa Barat, maka pelatihan tanggap darurat bencana ini kembali dilaksanakan. Diharapkan, dari pelatihan tersebut dapat lahir praja yang lebih hebat dari praja sebelumnya.

K.H. Ade M. Nasih, Lc. dalam sambutannya selaku Mabigus pada apel pelepasan mengingatkan kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga kesopanan supaya menjadi tamu yang baik. Beliau juga berpesan untuk senantiasa membaca salawat ketika perjalanan dan menggunakan waktu sebaik mungkin.“Gunakan waktu sebaik mungkin. Karena rekan-rekan sekalian rela meninggalkan pelajaran sekolah”, ujar beliau.

Beberapa hari sebelum pemberangkatan, para peserta telah dibekali dengan latihan fisik, mental, dan yang tak kalah penting lagi adalah materi-materi khusus. Komunitas Falak Buntet Pesantren secara khusus membimbing calon peserta pelatihan tentang bagaimana cara menentukan arah kiblat saat nanti di tengah hutan dan tidak tahu arah kiblat dengan menggunakan alat kompas.
“Sebelum pemberangkatan, kami telah dibekali dengan kegiatan fisik yang cukup berat. Karena katanya di sana akan lebih berat dari pelatihan di sini. Artinya biar kita tidak kaget”, ucap Kak Awaluddin, Pradana Pramuka MANU Putra

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Forsila BPC Jakarta Raya Bekali Santri Buntet Pesantren

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Forsila BPC Jakarta Raya Bekali Santri Buntet Pesantren

Posted by Unknown  |  at  7:18 AM

Tak kurang dari 500 santri ikuti seminar ekonomi yang diselenggarakan Forsila BPC Jakarta Raya di aula MANU Putra Buntet Pesantren. (31/1).
“Acara ini berawal dari obrolan pada kajian mingguan. Berkat niat dan tekad akhirnya acara ini dapat terlaksana. Ini juga merupakan wujud khidmat kami sebagai alumni terhadap almamater sendiri”, ucap Ahmad Fabi Kriyan Ardani, ketua umum Forsila BPC Jakarta Raya pada sambutannya.
Seminar yang bertemakan “membangun santri menjadi bangsa yang kompetitif dalam menghadapi pasar bebas ASEAN” ini diisi oleh K.H. Fahad A. Sadat, S.E., M.E.Sy. Beliau selain seorang kiai dan kepala SMK NU Mekanika Buntet Pesantren, juga sebagai pakar ekonomi syariah. Beliau banyak membahas bagaimana kesepakatan yang terjadi dan apa dampak bagi Indonesia atas adanya kesepakatan ini.
Selain itu, seminar ini juga menghadirkan Forsilawan –sebutan untuk anggota Forsila- Akhmad Ali Hasyim, S.Pd, seorang senior Forsila BPC Jakarta Raya yang kini tengah menyusun tesis s2 di pascasarjana FISIP Universitas Indonesia. Beliau berbicara bagaimana santri harus bertindak menghadapi ini dengan sejarah bagaimana santri dahulu sebagai tolok ukurnya.
Acara seminar ini juga diisi dengan training motivasi oleh kandidat doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, forsilawan M. Sofi Mubarok, S.S.I, M.H.I., seorang alumni MAN Buntet Pesantren yang sejak strata satu hingga strata tiga menerima beasiswa. Beliau memberikan pemahaman bagaimana pentingnya belajar dan berpikir. “dengan seringnya kita berpikir, maka akan timbul pemaham dan pikiran-pikiran baru”, ucap beliau setelah melakukan permainan sebagai analoginya.
Acara ini ditutup dengan pembagian doorprize, pengumuman dan pembagian hadiah perlombaan yang telah dilangsungkan sebelumnya, 21-29 Januari meliputi lomba menulis puisi, cerpen, dan opini. Selain itu juga lomba Miss Forsila dan turnamen futsal yang diikuti oleh santri Buntet Pesantren.

Acara ini didukung oleh IKAPB sebagai organisasi yang menaungi seluruh santri Buntet Pesantren dan juga didukung oleh organisasi alumni serupa yang seluruh anggotanya berdomisili di Semarang, Formasi BPC Semarang. Bersama Formasi BPC Semarang juga, Forsila BPC Jakarta Raya memberikan informasi tentang dunia kampus yang berada di wilayah Jabodetabek dan Semarang kepada seluruh siswa kelas XII Aliyah se-derajat di Buntet Pesantren (28-31/1).

Lebaran Anak Yatim

Lebaran Anak Yatim

Posted by Unknown  |  at  8:59 PM


Bersama Bogor Motor Classic (BOMSIC) dan Anak Nongkrong Komunitas Amal (ANKA), Forum Silaturrahim Buntet Pesantren Cirebon (Forsila BPC) Jakarta Raya turut serta menyelenggarakan acara Lebaran Anak Yatim di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Madinaturrahmah, Pamijahan, Bogor (9/11/14).
Acara yang didasarkan pada kecintaan Nabi Muhammad SAW pada anak Yatim ini diikuti oleh lebih dari 500 anak Yatim se-Kabupaten Bogor dengan diisi berbagai kegiatan menarik yang diikuti oleh wajah-wajah lucu nan ceria khas anak-anak.

Seusai maulidan sebagai pembukaan acara sebelum rangkaian acara lainnya dilaksanakan, para anak yatim tersebut dipersilakan untuk memilih kegiatan yang telah digelar oleh Forsila, BOMSIC, ANKA, dan Posko Merah Putih.

Forsila menyelenggarakan lomba adzan dan lomba mewarnai lafaz Jalalah dan Muhammad. ANKA juga menyelenggarakan beberapa perlombaan. Selain itu, ada out bound yang disiapkan dan dipandu oleh Tim Posko Merah Putih. BOMSIC mengadakan konvoi keliling dengan motor-motor classic. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor pula ikut nongkrong bareng.

Anak-anak Yatim terlihat  begitu antusias memilih dan mengikuti aneka kegiatan. Ada yang bahkan sangat termotivasi hingga ikut dua perlombaan/kegiatan sekaligus. Acara ini juga dihibur dengan dua penari jaipong cilik. Setelah itu, ditutup dengan pemberian hadiah bagi para pemenang lomba, pembagian uang santunan kepada seluruh anak yatim, dan sesi foto bersama.

“Ini ala kadarnya dari kami, Bu. Tolong disampaikan kepada anak-anak. Semoga berkah dan manfaat. Titip mereka, Bu”, ucap Muhammad Syakir Ni’amillah, sekretaris umum Forsila BPC, saat memberikan amplop berisi santunan kepada koordinator anak yatim dari salah satu kampung.


Sebelumnya, Forsila BPC menggalang dana dengan meminta bantuan dari tamu-tamu wisudawan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta saat wisuda ke-94. Pula pada acara Indonesia International Book Fair, Senayan pada minggu lalu. Selain itu, Forsila BPC juga berjualan gorengan untuk sedikit menambah dana. Beberapa anggota yang tidak dapat terlibat langsung juga memberikan bantuan berupa finansial yang tentunya sangat membantu terlaksananya acara tersebut.

IKPB Adakan Workshop Pendidikan Anti Korupsi dan Pendidikan HAM

IKPB Adakan Workshop Pendidikan Anti Korupsi dan Pendidikan HAM

Posted by Unknown  |  at  7:57 PM


Buntet Pesantren- Bertempat di Aula Guest House, Kantor YLPI Buntet Pesantren, Jumat (7/11/14), IKAPB Buntet Pesantren bekerjasama dengan SOFI INSTITUTE menyelenggarakan Workshop Pendidikan Anti Korupsi dan Pendidikan HAM dengan pemateri dari Tim Mata Muda.
 “Mengingat maraknya kasus korupsi dan HAM yang tengah berlangsung hingga kini, pesantren khususnya IKPB yang tujuan didirikannya untuk mengurusi hal-ihwal kegiatan santri (khususnya) merasa perlu membentengi para santri dan siswa yang berada di lingkungan Buntet Pesantren. Dengan kegiatan ini, semoga para santri dan siswa memahami betul bahwa korupsi merugikan semua pihak, termasuk dirinya sendiri sebagai pelakunya”, Ungkap ketua Umum IKPB, Muhammad Majdi (24).
“Selain itu, HAM yang juga seringkali menjadi isu nasional ini perlu juga diketahui oleh kaum para pelajar yang menghuni pondo pesantren ini. Kita tidak boleh acuh atau buta akan hal-hal demikian”, lanjutnya.
Meski menyita cukup banyak waktu, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di Buntet Pesantren ini diikuti dengan sangat antusias dan penuh semangat oleh para delegasi Santri Pondok Buntet Pesantren dan siswa-siswi dari sekolah-sekolah di sekitar Buntet Pesantren. Acara yang diadakan di hari libur yaitu Jum'at dengan dimulai dari pukul 09.00 WIB sampai 15.30 WIB ini tidak mengurangi antusiasme para peserta yang (pastinya) akan berdampak positif ke depan bagi mereka.
“Acara ini dilaksanakan sebagai bukti bahwa santri dan siswa-siswi di kecamatan Astanajapura Cirebon, juga bisa mengungkapkan aspirasinya mengenai kasus korupsi yang sedang hangat diperbincangkan.”ujar Muhammad Abu Dzar Al-Ghiffari selaku ketua pelaksana. (ANM) “Dengan mengikuti kegiatan ini, saya dan teman-teman jadi paham bahwa pemuda juga bisa ikut mengawal program pemerintah dengan mencari tahu informasi yang berkembang di daerahnya”, ungkap salah satu peserta, Budiyanto.


Copyright © 2013 Blog Backup Buntet Pesantren. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top