Muludan di Tiga Keraton Kota Cirebon

Muludan di Tiga Keraton Kota Cirebon

Posted by Unknown  |  at  12:40 AM


Meski hujan mengguyur kota Cirebon, namun ribuan orang memadati Kota Cirebon dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw yang tahun ini digelar  oleh tiga keraton: Kasepuhan, Kanoman, dan Keprabonan.






Pada acara kemarin, meski hujan deras yang mengguyur Kota Cirebon pada Kamis malam, akhirnya
berhenti menjelang dimulainya acara yakni pukul 20.00 WIB, seakan ingin
memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memadati halaman keraton.






Di Keraton Kasepuhan Cirebon, ribuan orang memadati halaman sejak Kamis siang, bahkan sebagian sisi kanan dan kiri dari Bangsal Prabayaksa juga dipenuhi pengunjung yang rela menunggu saatnya acara puncak dimulai.


Seperti acara tahun sebelumnya setelah didahului pembacaan ayat suci
Al-Quran, kemudian dilanjutkan dengan keterangan singkat tentang
Panjang Jimat.


PRA Arief Natadiningrat
, putra mahkota Kesultanan Kasepuhan,
menjelaskan, "Panjang" berarti terus menerus yang ditandai dengan
sederetan iring-iringan berbagai benda pusaka dalam prosesi itu.

Pameran "Panjang Jimat"




Panjang jimat merupakan salah satu rangkaian prosesi muludan
di Creobn. Pengertian "Jimat" yang juga berarti pusaka, berasal dari
kata "siji
kang dirumat" atau satu yang dihormati. Namun dalam prosesi ini, makna
sesungguhnya dari satu yang dihormati adalah kalimat sahadat "La Illa
ha Illahah"
sehingga arti gabungan dua kata itu adalah kalimat sahadat
yang harus terus dipelihara umat Islam.

"Peringatan Maulud Nabi juga harus mengingatkan kita untuk terus meneladani sikap dan perilaku Rosulullah SAW," katanya.

Upacara Panjang Jimat sendiri dimulai tepat pukul 20.30 WIB dipimpin
langsung Sultan Sepuh XIII Maulana Pakuningrat, sementara prosesi
iring-iringan jimat keraton yang dibawa dari Bangsal Prabayaksa Keraton
menuju Langgar Agung dipimpin PRA Arief Natadiningrat SE.

Selanjutnya Sultan menyerahkan payung pusaka kepada PRA Arief
Natadininggrat yang memimpin iring-iringan Panjang Jimat mulai barisan
lilin yang melambangkan kelahiran nabi pada malam hari.

Barisan kedua yang dipimpin Pangeran Raja Gumilar Suryadiningrat
membawa berupa Manggaran, Nagan, dan Jantungan yang lambangkan
kebesaran dan keagungan.

Barisan ketiga, berupa air mawar, pasatan, dan kembang goyang sebagai perlambang air ketuban dan usus atau ari-ari bayi.

Barisan keempat dipimpin PR Nisfudin Adiningrat membawa air serbat dalam empat baki dan dua guci sebagai perlambang kelahiran.

Barisan kelima berupa tumpeng jeneng, 10 nasi uduk, 10 nasi putih
sebagai perlambang seorang bayi harus diberi nama yang baik agar
menjadi orang yang berguna, dan barisan keenam adalah tujuh nasi jimat.

PR Nisfudin Adiningrat juga mewakili Sultan Sepuh memimpin pembacaan
Kitab Barzanji dan salawatan di Langgar Agung yang ada sekitar 300
meter dari Bangsal Prabayaksa.


Upacara di Keraton Kasepuhan juga dihadiri oleh beberapa pejabat
setempat antara lain Kepala Bakorwil Cirebon Drs Nunung Sanuhri, Wakil
Walikota Cirebon Drs Agus Alwafir, mantan Sekda Cirebon Ano Sutrisno, dan Ketua DPRD Kota Cirebon Surayo HW.



Tamu lainnya yang mengundang perhatian yaitu Iwan Sulanjana, calon
Wakil Gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar dan Demokrat, Ahmad
Heriyawan calon Gubernur Jawa Barat dari PKS, serta dua calon Bupati
Cirebon yaitu Sunjaya Purwadi, Dr Djakaria Mahmud.


Acara serupa juga digelar Keraton Kanoman yang terletak di sebelah
utara Kasepuhan dan di Keraton Kacirebon yang terletak sebelah barat
Kasepuhan.

Di Keraton Kanoman upacara dipimpin Pangeran Raja Muhammad (PRM)
Emiruddin sementara Patih Pangeran Qodiran dipercayara untuk mengawal
prosesi arak-arakan Nasi Jimat dari Bangsal Jinem ke Masjid Agung
Kanoman.

Banyak masyarakat yang percaya menyaksikan Muludan yang digelar tiga
keraton di Cirebon memberikan semangat spiritual dalam menempuh
kehidupan, bahkan tidak jarang beberapa orang berusaha menggapai benda
pusaka dengan tujuan mendapatkan berkah pada malam Panjang Jimat itu.

Bahkan usai acara itu sekitar pukul 22.00 WIB, "Nasi Jimat", salah satu
alat prosesi adat yang sebelumnya didoakan di Langgar Agung Kasepuhan,
dan Mesjid Kanoman menjadi rebutan ribuan peziarah yang sengaja
menunggu di halaman keraton.


Pelal Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan dan Kanoman relatif paling
ramai dibandingkan di Kacirebonan dan di Makam Sunan Gunung Djati
karena adanya lapangan besar di depan dua keraton itu yang dipadati
ribuan pedagang kaki lima.



Usai memeriahkan Muludan di Cirebon, para pedagang kaki lima itu akan
mencari tempat Muludan baru dimulai dari Trusmi di Plered, Mata Air Tuk di Kedawung, dan Gegesik, ketiga tempat itu berada di Kabupaten Cirebon dengan jadwal Muludan yang tidak bersamaan.


Pada malam yang bersamaan juga digelar Muludan dengan prosesi Panjang
Jimat di Desa Pekantingan, Klangenan sekitar 10 kilometer sebelah
Barat, Kota Cirebon. (diaolah dari Antara)

Muludan di Tiga Keraton Kota Cirebon

Muludan di Tiga Keraton Kota Cirebon

Posted by Unknown  |  at  12:40 AM


Meski hujan mengguyur kota Cirebon, namun ribuan orang memadati Kota Cirebon dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw yang tahun ini digelar  oleh tiga keraton: Kasepuhan, Kanoman, dan Keprabonan.






Pada acara kemarin, meski hujan deras yang mengguyur Kota Cirebon pada Kamis malam, akhirnya
berhenti menjelang dimulainya acara yakni pukul 20.00 WIB, seakan ingin
memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memadati halaman keraton.






Di Keraton Kasepuhan Cirebon, ribuan orang memadati halaman sejak Kamis siang, bahkan sebagian sisi kanan dan kiri dari Bangsal Prabayaksa juga dipenuhi pengunjung yang rela menunggu saatnya acara puncak dimulai.


Seperti acara tahun sebelumnya setelah didahului pembacaan ayat suci
Al-Quran, kemudian dilanjutkan dengan keterangan singkat tentang
Panjang Jimat.


PRA Arief Natadiningrat
, putra mahkota Kesultanan Kasepuhan,
menjelaskan, "Panjang" berarti terus menerus yang ditandai dengan
sederetan iring-iringan berbagai benda pusaka dalam prosesi itu.

Pameran "Panjang Jimat"




Panjang jimat merupakan salah satu rangkaian prosesi muludan
di Creobn. Pengertian "Jimat" yang juga berarti pusaka, berasal dari
kata "siji
kang dirumat" atau satu yang dihormati. Namun dalam prosesi ini, makna
sesungguhnya dari satu yang dihormati adalah kalimat sahadat "La Illa
ha Illahah"
sehingga arti gabungan dua kata itu adalah kalimat sahadat
yang harus terus dipelihara umat Islam.

"Peringatan Maulud Nabi juga harus mengingatkan kita untuk terus meneladani sikap dan perilaku Rosulullah SAW," katanya.

Upacara Panjang Jimat sendiri dimulai tepat pukul 20.30 WIB dipimpin
langsung Sultan Sepuh XIII Maulana Pakuningrat, sementara prosesi
iring-iringan jimat keraton yang dibawa dari Bangsal Prabayaksa Keraton
menuju Langgar Agung dipimpin PRA Arief Natadiningrat SE.

Selanjutnya Sultan menyerahkan payung pusaka kepada PRA Arief
Natadininggrat yang memimpin iring-iringan Panjang Jimat mulai barisan
lilin yang melambangkan kelahiran nabi pada malam hari.

Barisan kedua yang dipimpin Pangeran Raja Gumilar Suryadiningrat
membawa berupa Manggaran, Nagan, dan Jantungan yang lambangkan
kebesaran dan keagungan.

Barisan ketiga, berupa air mawar, pasatan, dan kembang goyang sebagai perlambang air ketuban dan usus atau ari-ari bayi.

Barisan keempat dipimpin PR Nisfudin Adiningrat membawa air serbat dalam empat baki dan dua guci sebagai perlambang kelahiran.

Barisan kelima berupa tumpeng jeneng, 10 nasi uduk, 10 nasi putih
sebagai perlambang seorang bayi harus diberi nama yang baik agar
menjadi orang yang berguna, dan barisan keenam adalah tujuh nasi jimat.

PR Nisfudin Adiningrat juga mewakili Sultan Sepuh memimpin pembacaan
Kitab Barzanji dan salawatan di Langgar Agung yang ada sekitar 300
meter dari Bangsal Prabayaksa.


Upacara di Keraton Kasepuhan juga dihadiri oleh beberapa pejabat
setempat antara lain Kepala Bakorwil Cirebon Drs Nunung Sanuhri, Wakil
Walikota Cirebon Drs Agus Alwafir, mantan Sekda Cirebon Ano Sutrisno, dan Ketua DPRD Kota Cirebon Surayo HW.



Tamu lainnya yang mengundang perhatian yaitu Iwan Sulanjana, calon
Wakil Gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar dan Demokrat, Ahmad
Heriyawan calon Gubernur Jawa Barat dari PKS, serta dua calon Bupati
Cirebon yaitu Sunjaya Purwadi, Dr Djakaria Mahmud.


Acara serupa juga digelar Keraton Kanoman yang terletak di sebelah
utara Kasepuhan dan di Keraton Kacirebon yang terletak sebelah barat
Kasepuhan.

Di Keraton Kanoman upacara dipimpin Pangeran Raja Muhammad (PRM)
Emiruddin sementara Patih Pangeran Qodiran dipercayara untuk mengawal
prosesi arak-arakan Nasi Jimat dari Bangsal Jinem ke Masjid Agung
Kanoman.

Banyak masyarakat yang percaya menyaksikan Muludan yang digelar tiga
keraton di Cirebon memberikan semangat spiritual dalam menempuh
kehidupan, bahkan tidak jarang beberapa orang berusaha menggapai benda
pusaka dengan tujuan mendapatkan berkah pada malam Panjang Jimat itu.

Bahkan usai acara itu sekitar pukul 22.00 WIB, "Nasi Jimat", salah satu
alat prosesi adat yang sebelumnya didoakan di Langgar Agung Kasepuhan,
dan Mesjid Kanoman menjadi rebutan ribuan peziarah yang sengaja
menunggu di halaman keraton.


Pelal Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan dan Kanoman relatif paling
ramai dibandingkan di Kacirebonan dan di Makam Sunan Gunung Djati
karena adanya lapangan besar di depan dua keraton itu yang dipadati
ribuan pedagang kaki lima.



Usai memeriahkan Muludan di Cirebon, para pedagang kaki lima itu akan
mencari tempat Muludan baru dimulai dari Trusmi di Plered, Mata Air Tuk di Kedawung, dan Gegesik, ketiga tempat itu berada di Kabupaten Cirebon dengan jadwal Muludan yang tidak bersamaan.


Pada malam yang bersamaan juga digelar Muludan dengan prosesi Panjang
Jimat di Desa Pekantingan, Klangenan sekitar 10 kilometer sebelah
Barat, Kota Cirebon. (diaolah dari Antara)

Alumni Buntet Kehilangan Ketua Masjid yang Murah Senyum

Alumni Buntet Kehilangan Ketua Masjid yang Murah Senyum

Posted by Unknown  |  at  3:22 PM


H. Harmadi Meninggal DuniaInnalillahi wainna ilaihi Rojiun, telah berpulang ke rahmatullah Ir. H. Harmadi, mantan ketua Masjid Istiqomah Tn. Kusir Jakarta pada hari ini, Minggu, 20 Januari 2008 pukul 7.30 WIB di rumah duka, Kapling Tn. Kusir, Keb. Lama Jakarta Selatan. Para alumni Buntet Pesantren yang berkecimpung di Masjid ini begitu kehilangan sosok beliau.



 






Baik keluarga maupun para alumni Buntet Pesantren Cirebon khususnya
yang ada di Masjid Istiqomah tentu sangat kehilangan sosok beliau yang
penuh vitalitas, murah senyum dan tegas dalam mengemban misi umat di
lingkungan dan di Masjid Istiqomah.



 



Pagi hari pukul 9.00 WIB rumah beliau penuh dengan para pelayat.
Satu-persatu warga sekitar juga pengurus masjid bedatangan untuk
bertaziah.



 



Namun bertepatan dengan meninggalnya beliau, di masjid yang pernah di
pimpinnya, tengah mengakan peringatan 10 Muharam dan santunan untuk 106
anak yatim di lingkungan masjid ini. Bahkan setiap bulan santunan itu
pun diberikan kepada ratusan fakir miskin. Dua peristiwa ini, cukup
meramaikan lingkungna perumahan di Kav. Tanah Kusir Jakarta Selatan.



 



"Sejarah yang Baik"


Dalam kalangan alumni Buntet Pesantren yang merantau ke Jakarta, sosok
H. Harmadi adalah orang yang telah banyak menorehkan "sejarah yang
baik" sangat berjasa dalam mengembangkan potensi keilmuan bagi lulusan
pesantren.



 



Tecatat dalam sejarah, sejak tahun 1980-an H. Dhabas Rakhmat bersama H.
Ilham dan lainya adalah orang yang pertama kali bersama beliau menjadi
pengurus masjid dan bersama-sama pengurus Yayasan Istiqomah membantu
masyarakat dan membangun sarana pendidikan yang bisa menjembatani
kepentingan antara dua strata masyarakat.



 



Perhatian H. Harmadi bersama jajarannya terhadap para alumni Buntet
yang mengurus masjid istiqomah itu sangat besar. Misalnya disamping
diberikan intensif bulanan, para pengurus harian itu diberangkatkan
haji ke tanah suci. Tercatat lebih dari 6 orang telah diberangkatkan
haji ke Baitullah yang terakhir adalah H. Hanif dan sebelumnya H.
Bahron Fatin.



 



Namun tugas para pengemban dakwah dari Buntet Pesantren Cirebon ini
tidak ringan. Disamping harus mendirikan shalat jamaah mereka pun
terlibat dalam pengajaran keagamaan bagi anak-anak dan orang dewasa.



 



Hingga saat ini, majlis pendidikan formal dan informal di Masjid
Istiqomah cukup berkembang di masjid ini. Misalnya TK umum dan TPA juga
Diniyah dan Majlis untuk orang tua yang dikelola oleh lulusan Buntet
Pesantren.



Perkembangan yang cukup pesat dalam bidang dakwah ini tidak lepas dari peran Ir. H. Harmadi dalam mengurus Masjid.



 




Peduli Lingkungan

Di mata keluarga beliau adalah sosok orang tua yang sangat peduli
dengan lingkungan. Di samping itu bersikap tegas, teliti dan terencana.
Karenanya, saat mendengar mantan pegawai Pemda Jakarta Barat ini
meninggal, banyak yang merasa kehilangan terutama keluarga, lingkungan
dan bagi para santri Buntet yang aktif di Istiqomah.



 



Bagi anggota keluarganya, tokoh yang murah senyum ini, orangnya sangat
peduli terhadap lingkungan, sayang pada keluarga, taat dalam beribadah,
cukup disiplin dan rajin mengemban tugas sebagai ketua RT dan penggerak
senam kesehatan bagi lingkungannya. Kata Gatot (33 th.) salah satu
menantu beliau.



 



Karenanya, Mas Gatot begitu sedih sepeninggal beliau, sebab dalam
kenangannya, sang mertua ini selalu mengajarkan bagaimana dalam setiap
aktivitas kehidupan itu harus memiliki visi. Sebab visi ini ibarat
sebuah niat yang dicanangkan sejak awal.



 



Kedisiplinan dan ketegasan beliau diakui oleh H. Muslim Khasani, salah
satu pengurus Majid, alumni Buntet Pesantren ini. Menurut H. Muslim,
Pak Harmadi itu orangnya, sangat teliti dan tanggung jawab. Karenanya,
peran beliau di masjid Istiqomah ini terlihat nyata baik fisik bangunan
juga dari manajemen aktivitas sosialnya. Semua ini tidak bisa lepas
dari peran beliau. Katanya.



 



Ketegasan beliau pun sangat diterima akal dan benar adanya. Beliau itu
menurut istilah orang Buntet adalah orang yang rewel tapi benar. Rewel
dalam istilah ini berarti menggambarkan sosok orang tua yang peduli dan
tanggung jawab terhadap kepemimpinannya. Kata H. Ifroyim.



 



Akhirnya, kami seluruh sivitas akademi dan Alumni Buntet Pesantren
Cirebon turut berbela sungkawa atas wafatnya beliau. Semoga Allah swt
memaafkan segala dosa-dosa beliau dan ditempatkan di sisiNya dalam
Rakhmat dan InayahNya. Amin. (M. Kurtubi)



 



Simak berita bergambar lainnya

Alumni Buntet Kehilangan Ketua Masjid yang Murah Senyum

Alumni Buntet Kehilangan Ketua Masjid yang Murah Senyum

Posted by Unknown  |  at  3:22 PM


H. Harmadi Meninggal DuniaInnalillahi wainna ilaihi Rojiun, telah berpulang ke rahmatullah Ir. H. Harmadi, mantan ketua Masjid Istiqomah Tn. Kusir Jakarta pada hari ini, Minggu, 20 Januari 2008 pukul 7.30 WIB di rumah duka, Kapling Tn. Kusir, Keb. Lama Jakarta Selatan. Para alumni Buntet Pesantren yang berkecimpung di Masjid ini begitu kehilangan sosok beliau.



 






Baik keluarga maupun para alumni Buntet Pesantren Cirebon khususnya
yang ada di Masjid Istiqomah tentu sangat kehilangan sosok beliau yang
penuh vitalitas, murah senyum dan tegas dalam mengemban misi umat di
lingkungan dan di Masjid Istiqomah.



 



Pagi hari pukul 9.00 WIB rumah beliau penuh dengan para pelayat.
Satu-persatu warga sekitar juga pengurus masjid bedatangan untuk
bertaziah.



 



Namun bertepatan dengan meninggalnya beliau, di masjid yang pernah di
pimpinnya, tengah mengakan peringatan 10 Muharam dan santunan untuk 106
anak yatim di lingkungan masjid ini. Bahkan setiap bulan santunan itu
pun diberikan kepada ratusan fakir miskin. Dua peristiwa ini, cukup
meramaikan lingkungna perumahan di Kav. Tanah Kusir Jakarta Selatan.



 



"Sejarah yang Baik"


Dalam kalangan alumni Buntet Pesantren yang merantau ke Jakarta, sosok
H. Harmadi adalah orang yang telah banyak menorehkan "sejarah yang
baik" sangat berjasa dalam mengembangkan potensi keilmuan bagi lulusan
pesantren.



 



Tecatat dalam sejarah, sejak tahun 1980-an H. Dhabas Rakhmat bersama H.
Ilham dan lainya adalah orang yang pertama kali bersama beliau menjadi
pengurus masjid dan bersama-sama pengurus Yayasan Istiqomah membantu
masyarakat dan membangun sarana pendidikan yang bisa menjembatani
kepentingan antara dua strata masyarakat.



 



Perhatian H. Harmadi bersama jajarannya terhadap para alumni Buntet
yang mengurus masjid istiqomah itu sangat besar. Misalnya disamping
diberikan intensif bulanan, para pengurus harian itu diberangkatkan
haji ke tanah suci. Tercatat lebih dari 6 orang telah diberangkatkan
haji ke Baitullah yang terakhir adalah H. Hanif dan sebelumnya H.
Bahron Fatin.



 



Namun tugas para pengemban dakwah dari Buntet Pesantren Cirebon ini
tidak ringan. Disamping harus mendirikan shalat jamaah mereka pun
terlibat dalam pengajaran keagamaan bagi anak-anak dan orang dewasa.



 



Hingga saat ini, majlis pendidikan formal dan informal di Masjid
Istiqomah cukup berkembang di masjid ini. Misalnya TK umum dan TPA juga
Diniyah dan Majlis untuk orang tua yang dikelola oleh lulusan Buntet
Pesantren.



Perkembangan yang cukup pesat dalam bidang dakwah ini tidak lepas dari peran Ir. H. Harmadi dalam mengurus Masjid.



 




Peduli Lingkungan

Di mata keluarga beliau adalah sosok orang tua yang sangat peduli
dengan lingkungan. Di samping itu bersikap tegas, teliti dan terencana.
Karenanya, saat mendengar mantan pegawai Pemda Jakarta Barat ini
meninggal, banyak yang merasa kehilangan terutama keluarga, lingkungan
dan bagi para santri Buntet yang aktif di Istiqomah.



 



Bagi anggota keluarganya, tokoh yang murah senyum ini, orangnya sangat
peduli terhadap lingkungan, sayang pada keluarga, taat dalam beribadah,
cukup disiplin dan rajin mengemban tugas sebagai ketua RT dan penggerak
senam kesehatan bagi lingkungannya. Kata Gatot (33 th.) salah satu
menantu beliau.



 



Karenanya, Mas Gatot begitu sedih sepeninggal beliau, sebab dalam
kenangannya, sang mertua ini selalu mengajarkan bagaimana dalam setiap
aktivitas kehidupan itu harus memiliki visi. Sebab visi ini ibarat
sebuah niat yang dicanangkan sejak awal.



 



Kedisiplinan dan ketegasan beliau diakui oleh H. Muslim Khasani, salah
satu pengurus Majid, alumni Buntet Pesantren ini. Menurut H. Muslim,
Pak Harmadi itu orangnya, sangat teliti dan tanggung jawab. Karenanya,
peran beliau di masjid Istiqomah ini terlihat nyata baik fisik bangunan
juga dari manajemen aktivitas sosialnya. Semua ini tidak bisa lepas
dari peran beliau. Katanya.



 



Ketegasan beliau pun sangat diterima akal dan benar adanya. Beliau itu
menurut istilah orang Buntet adalah orang yang rewel tapi benar. Rewel
dalam istilah ini berarti menggambarkan sosok orang tua yang peduli dan
tanggung jawab terhadap kepemimpinannya. Kata H. Ifroyim.



 



Akhirnya, kami seluruh sivitas akademi dan Alumni Buntet Pesantren
Cirebon turut berbela sungkawa atas wafatnya beliau. Semoga Allah swt
memaafkan segala dosa-dosa beliau dan ditempatkan di sisiNya dalam
Rakhmat dan InayahNya. Amin. (M. Kurtubi)



 



Simak berita bergambar lainnya

Awan Berlafal Allah Hebohkan Tablig Akbar Maulid di Monas

Awan Berlafal Allah Hebohkan Tablig Akbar Maulid di Monas

Posted by Unknown  |  at  2:12 PM






Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang
diselenggarakan di Monas Kamis siang (20/3) sempat dihebohkan oleh
munculnya awan bertuliskan lafadh Allah tepat diatas lokasi pengunjung.



 



Fenomena ini membuat sebagian peserta yang
membawa kamera tak mensia-siakan kesempatan langka ini. Langit cerah
namun tidak panas cukup membantu puluhan ribu massa yang mengikuti
kegiatan bertema Jadikan Sayyidina Muhammad Sebagai Idola Pemuda dan
Pemudi Masa Kini yang digagas oleh Majelis Rasulullah pimpinan Habib
Munzir Al Musawwa. Hadir juga dalam acara ini Rais Syuriyah PBNU KH
Ma’ruf Amin.





Banyak jamaah yang menggunakan jaket hitam
dengan tulisan dan simbol Majelis Rasulullah. Sebagian peserta tabligh
akbar dari Jabodetabek dan Jawa Barat. Namun ada juga yang berasal Jawa
Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan bahkan juga dari
Malaysia .



 



Selain ceramah, bacaan sholawat untuk memuji
rasulullah juga berkumandang di panggung yang terletak di sisi selatan
tugu monas. Sebuah pagar menjadi pembatas antara jamaah laki-laki dan
perempuan.



 



Acara ini berakhir sekitar pukul 11.30 WIB,
selanjutnya panitia langsung merapikan peralatannya. Sayangnya, banyak
copet berkeliaran, terbukti dari banyaknya HP yang hilang yang
diumumkan oleh panitia. (mkf)



 



Fenomena lain bertuliskan Allah:




Timeline kemunculan lafadz Allah
image image image image image
1) Gelombang Tsunami 26 Desember 2004 (laut)
2) Wedhus Gembel di Gunung Merapi, Yogyakarta 8 Juni 2006 (Gunung Merapi)
3) Ledakan di pipa gas milik Pertamina di lokasi lumpur Lapindo 22 November 2006 (api)
4) Sekerat daging sapi kurban Tasikmalaya 31 Desember 2006 (Hewan Qurban)
5) Diatas langit Legoso Indah, Ciputat, 17 Februari 2007(Awan)

Awan Berlafal Allah Hebohkan Tablig Akbar Maulid di Monas

Awan Berlafal Allah Hebohkan Tablig Akbar Maulid di Monas

Posted by Unknown  |  at  2:12 PM






Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang
diselenggarakan di Monas Kamis siang (20/3) sempat dihebohkan oleh
munculnya awan bertuliskan lafadh Allah tepat diatas lokasi pengunjung.



 



Fenomena ini membuat sebagian peserta yang
membawa kamera tak mensia-siakan kesempatan langka ini. Langit cerah
namun tidak panas cukup membantu puluhan ribu massa yang mengikuti
kegiatan bertema Jadikan Sayyidina Muhammad Sebagai Idola Pemuda dan
Pemudi Masa Kini yang digagas oleh Majelis Rasulullah pimpinan Habib
Munzir Al Musawwa. Hadir juga dalam acara ini Rais Syuriyah PBNU KH
Ma’ruf Amin.





Banyak jamaah yang menggunakan jaket hitam
dengan tulisan dan simbol Majelis Rasulullah. Sebagian peserta tabligh
akbar dari Jabodetabek dan Jawa Barat. Namun ada juga yang berasal Jawa
Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan bahkan juga dari
Malaysia .



 



Selain ceramah, bacaan sholawat untuk memuji
rasulullah juga berkumandang di panggung yang terletak di sisi selatan
tugu monas. Sebuah pagar menjadi pembatas antara jamaah laki-laki dan
perempuan.



 



Acara ini berakhir sekitar pukul 11.30 WIB,
selanjutnya panitia langsung merapikan peralatannya. Sayangnya, banyak
copet berkeliaran, terbukti dari banyaknya HP yang hilang yang
diumumkan oleh panitia. (mkf)



 



Fenomena lain bertuliskan Allah:




Timeline kemunculan lafadz Allah
image image image image image
1) Gelombang Tsunami 26 Desember 2004 (laut)
2) Wedhus Gembel di Gunung Merapi, Yogyakarta 8 Juni 2006 (Gunung Merapi)
3) Ledakan di pipa gas milik Pertamina di lokasi lumpur Lapindo 22 November 2006 (api)
4) Sekerat daging sapi kurban Tasikmalaya 31 Desember 2006 (Hewan Qurban)
5) Diatas langit Legoso Indah, Ciputat, 17 Februari 2007(Awan)

Tarif Puskesmas di Cirebon Naik 100%

Tarif Puskesmas di Cirebon Naik 100%

Posted by Unknown  |  at  10:03 AM


TARIF
pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Cirebon naik 100% dari
semula Rp 2.000/pasien rawat jalan jadi Rp4.000. Kenaikan tarif
puskesmas dan tarif pelayanan kesehatan lainnya itu terungkap dalam
rapat paripurna pembahasan dan pengesahan Peraturan Daerah (Perda)
tentang Perubahan atas Perda No 4/2001 tentang Retribusi Pelayanan
Kesehatan.



 



Dalam rapat paripurna tersebut, seluruh fraksi di
DPRD Kota Cirebon telah menyepakati atas laporan hasil panitia khusus
dalam pembahasan Raperda No 4/2001 yang menyatakan tarif puskesmas di
Kota Cirebon harus naik hingga 100%.



 



Wali Kota
Cirebon Subardi mengungkapkan, kenaikan retribusi merupakan langkah
yang tidak populer, tapi hal itu tidak bisa dihindari. Sebab, objeknya
sangat berkaitan dengan komoditas barang dan jasa yang harganya
mengikuti fluktuasi pasar.



 



’’Kami menyadari
sepenuhnya segmen pelayanan kesehatan di puskesmas dan Dinas Kesehatan
(Dinkes) sebagian besar adalah warga masyarakat menengah ke bawah.
Karena itu, penentuan retribusi yang baru harus menjadi tolok ukur
perhitungan kemampuan masyarakat,’’ jelas Subardi.



 



Sementara
itu, Ketua Pansus Perubahan Perda Retribusi Pelayanan Kesehatan DPRD
Kota Cirebon Ali Rachman menegaskan, raperda tentang kenaikan tarif
retribusi puskesmas sudah melalui proses kajian dan konsultasi dengan
pemerintah pusat, dalam hal ini Depkes. (ant) 

Copyright © 2013 Blog Backup Buntet Pesantren. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top