Akhirnya Fathi Royyani - Solehah Menikah

Akhirnya Fathi Royyani - Solehah Menikah

Posted by Unknown  |  at  9:50 AM


Oleh: Redaksi

KABAR yang beredar secara diam-diam di Buntet Pesantren yang
membicarakan bakal ada pernikahan antara Solehah, putri Kyai Fakhruddin dengan
Fathi Royyani, putra alm Kyai Amak terkuak sudah. Malam nanti
tepatnya ba'da Isya, perhelatan pernikahan itu bakal dilangsungkan di
rumah KH. Hasanuddin Busyorol Karim (asrama Al Firdaus). Selamat ya
kang Fathi...





Besar kemungkinan menurut keluarga KH. Fahruddin Mulyono, yang akan
menikahkan adalah KH. AbduL Hamid Anas sedangkan KH. Adib Rofiuddin yang
akan membacakan khutbah nikah. Sementara itu, paman kang Fathi, KH. Mahfudz Bakri ketua MUI Cirebon dan KH.
Abdullah Syifa Akyas akan memimpin doa. Setelah itu, tawasul akan dipimpin oleh KH.
Hasanuddin Kriyani. Tentu saja masing-masing keluarga akan ikut menyaksikan proesesi penting ini.

Pernikahan yang dilangsungkan nanti malam itu adalah acara inti saja
yaitu mengesahkan kedua calon memepelai menjadi sepasang suami isteri.
Adapun walimahannya atau pesta pernikahan belum ada kabar.

Memang begitulah tradisi di Buntet Pesantren dalam masalah pernikahan
itu dijadikan sebagai acara yang sakral dan penting. Sementara walimah
jarang sekali ditemui digabung sekaligus dengan akad nikah. Karenanya,
tidak heran jika ada saja sepasang pengantin yang wanitanya hamil
duluan ketika dilangsungkan pesta. Tapi coba-coba di kota besar, jika
pengantin wanita saat pesta terlihat hamil lebih dulu, maka akan
dicurigai. Namun di Buntet wanita "hamil duluan" itu sudah biasa,
karena sebelum pacaran mereka sudah dinikahkan terlebih dahulu.

Unik dan Menggemparkan
Pernikahan ala keluarga kyai di Buntet Pesantren itu memang unik.
Singkat, sederhana dan menggemparkan. Unik karena berbeda dengan
tradisi pernikahan di tempat lain. Jika di tempat lain, sepasang calon
mempelai itu didahului perkenalan yang lama sekali, mengenal satu sama
lain dengan nama pacaran. Namun di sini masing-masing keluarga kyai
sudah saling mengenal satu sama lain sehingga saat si calon dijodohkan
atau dimaui itu menjawab okeh, maka prosesi pengucapan kata "QOBILTU"
itu bisa dilangsungkan tidak lama setelah si calon menerima
pasangannya.

Dikatakan singkat, karena kapanpun jika sang pasangan mau dijodohkan
atau mau dinikahkan dengan pilihannya sendiri dan sang pilihan
menyatakan iya, atau diam saja, maka malamnya bisa saja dilangsungkan
prosesi pernikahan. Begitu singkat tanpa tirakat, begitu cepat seperti
kain dilipat.

Sedangkan disebut menggemparkan karena selalu saja yang namanya proses
pernikahan itu membuat perhatian publik di kampung pesantren tua ini.
Buktinya setiap ada acara pernikahan hampir semua penduduk tumplek
melihat iring-iringan penganten. Terlebih bila pengantin itu adalah
putra kyai otomatis orang-orang akan melihat arak-arakan hingga
selesai.


Kebetulan putri Kyai Fakhruddin Mulyono (alm) bernama Solehah ini
memang disamping cantik, sarjana bahasa Inggris dan sedikit pendiam itu
akan disandingkan dengan Fathi Royyani, putra Kyai Amak (alm) yang
sarjana S2 Antropologi Budaya, pegawai Negeri LIPI, yang berasal dari
Buntet bagian barat. Keduanya sama-sama anak yatim namun keduanya sudah
mandiri.

Dan disebut pernikahan di Buntet itu sederhana, karena tidak
mensyaratkan mas kawin yang besar, tidak banyak macam-macam aksesoris
juga tidak adanya syarat adat macam-macam. Bahkan saking gampangnya
menikah di Buntet Pesantren itu, tidak perlu memikirkan mas kawin. Yang
dipikirkan adalah bagaimana keduanya mau dinikahkan lalu terjadilah
proses akad nikah. Apalagi jika kedua keluarga saling menerima, maka
biasanya pernikahan itu menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan bagi
kedua belah pihak. Saking bahagianya, sering terlihat para nyai
menangis saat berdoa untuk mereka.

Adapun pesta pernikahan yang banyak memakan biaya biasanya
dilangsungkan jauh hari setelah mereka menikah. Tidak jarang ada yang
sampai satu tahun baru melangsungkannya.

Begitulah para kyai mengajarkan bahwa sunnah Rasulullah saw itu harus
dikerjakan dengan penuh rasa cinta, suka sama suka dan tidak
memberatkan.

Akhirnya, kami krue website mengucapkan selamat menempuh hidup baru, buat Fathi Royyani, salah satu krue website ini dan buat kang Enta, semoga menemukan sejatine urip dalam bingkai mahligai  rumah tangga. Separuh agama akan dirahnya, karenanya kenikmatan  hidup dan ibadah akan bersinergi di sana.  Semoga bahagia!. (kurt)




Akhirnya Fathi Royyani - Solehah Menikah

Akhirnya Fathi Royyani - Solehah Menikah

Posted by Unknown  |  at  9:50 AM


Oleh: Redaksi

KABAR yang beredar secara diam-diam di Buntet Pesantren yang
membicarakan bakal ada pernikahan antara Solehah, putri Kyai Fakhruddin dengan
Fathi Royyani, putra alm Kyai Amak terkuak sudah. Malam nanti
tepatnya ba'da Isya, perhelatan pernikahan itu bakal dilangsungkan di
rumah KH. Hasanuddin Busyorol Karim (asrama Al Firdaus). Selamat ya
kang Fathi...





Besar kemungkinan menurut keluarga KH. Fahruddin Mulyono, yang akan
menikahkan adalah KH. AbduL Hamid Anas sedangkan KH. Adib Rofiuddin yang
akan membacakan khutbah nikah. Sementara itu, paman kang Fathi, KH. Mahfudz Bakri ketua MUI Cirebon dan KH.
Abdullah Syifa Akyas akan memimpin doa. Setelah itu, tawasul akan dipimpin oleh KH.
Hasanuddin Kriyani. Tentu saja masing-masing keluarga akan ikut menyaksikan proesesi penting ini.

Pernikahan yang dilangsungkan nanti malam itu adalah acara inti saja
yaitu mengesahkan kedua calon memepelai menjadi sepasang suami isteri.
Adapun walimahannya atau pesta pernikahan belum ada kabar.

Memang begitulah tradisi di Buntet Pesantren dalam masalah pernikahan
itu dijadikan sebagai acara yang sakral dan penting. Sementara walimah
jarang sekali ditemui digabung sekaligus dengan akad nikah. Karenanya,
tidak heran jika ada saja sepasang pengantin yang wanitanya hamil
duluan ketika dilangsungkan pesta. Tapi coba-coba di kota besar, jika
pengantin wanita saat pesta terlihat hamil lebih dulu, maka akan
dicurigai. Namun di Buntet wanita "hamil duluan" itu sudah biasa,
karena sebelum pacaran mereka sudah dinikahkan terlebih dahulu.

Unik dan Menggemparkan
Pernikahan ala keluarga kyai di Buntet Pesantren itu memang unik.
Singkat, sederhana dan menggemparkan. Unik karena berbeda dengan
tradisi pernikahan di tempat lain. Jika di tempat lain, sepasang calon
mempelai itu didahului perkenalan yang lama sekali, mengenal satu sama
lain dengan nama pacaran. Namun di sini masing-masing keluarga kyai
sudah saling mengenal satu sama lain sehingga saat si calon dijodohkan
atau dimaui itu menjawab okeh, maka prosesi pengucapan kata "QOBILTU"
itu bisa dilangsungkan tidak lama setelah si calon menerima
pasangannya.

Dikatakan singkat, karena kapanpun jika sang pasangan mau dijodohkan
atau mau dinikahkan dengan pilihannya sendiri dan sang pilihan
menyatakan iya, atau diam saja, maka malamnya bisa saja dilangsungkan
prosesi pernikahan. Begitu singkat tanpa tirakat, begitu cepat seperti
kain dilipat.

Sedangkan disebut menggemparkan karena selalu saja yang namanya proses
pernikahan itu membuat perhatian publik di kampung pesantren tua ini.
Buktinya setiap ada acara pernikahan hampir semua penduduk tumplek
melihat iring-iringan penganten. Terlebih bila pengantin itu adalah
putra kyai otomatis orang-orang akan melihat arak-arakan hingga
selesai.


Kebetulan putri Kyai Fakhruddin Mulyono (alm) bernama Solehah ini
memang disamping cantik, sarjana bahasa Inggris dan sedikit pendiam itu
akan disandingkan dengan Fathi Royyani, putra Kyai Amak (alm) yang
sarjana S2 Antropologi Budaya, pegawai Negeri LIPI, yang berasal dari
Buntet bagian barat. Keduanya sama-sama anak yatim namun keduanya sudah
mandiri.

Dan disebut pernikahan di Buntet itu sederhana, karena tidak
mensyaratkan mas kawin yang besar, tidak banyak macam-macam aksesoris
juga tidak adanya syarat adat macam-macam. Bahkan saking gampangnya
menikah di Buntet Pesantren itu, tidak perlu memikirkan mas kawin. Yang
dipikirkan adalah bagaimana keduanya mau dinikahkan lalu terjadilah
proses akad nikah. Apalagi jika kedua keluarga saling menerima, maka
biasanya pernikahan itu menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan bagi
kedua belah pihak. Saking bahagianya, sering terlihat para nyai
menangis saat berdoa untuk mereka.

Adapun pesta pernikahan yang banyak memakan biaya biasanya
dilangsungkan jauh hari setelah mereka menikah. Tidak jarang ada yang
sampai satu tahun baru melangsungkannya.

Begitulah para kyai mengajarkan bahwa sunnah Rasulullah saw itu harus
dikerjakan dengan penuh rasa cinta, suka sama suka dan tidak
memberatkan.

Akhirnya, kami krue website mengucapkan selamat menempuh hidup baru, buat Fathi Royyani, salah satu krue website ini dan buat kang Enta, semoga menemukan sejatine urip dalam bingkai mahligai  rumah tangga. Separuh agama akan dirahnya, karenanya kenikmatan  hidup dan ibadah akan bersinergi di sana.  Semoga bahagia!. (kurt)




Dakwah Ramadhan ala Muslim Inggris

Dakwah Ramadhan ala Muslim Inggris

Posted by Unknown  |  at  3:02 PM

BERDAKWAH dengan cara berkata-kata memang sudah biasa, namun jika negara-negara Barat mungkin kurang menarik. Tapi bila dengan  cara unik seperti bermain musik akan mendapat apresiatif. Hal inilah yang dikembangkan oleh sekelompok muslim di Inggris dalam mengemas dakwah bil hal. Setidaknya  stigma negatif sebagian kalangan di Barat yang masih keliru memandang Islam sebagai terorisme dan fundamentalisme bisa terkisis.

Komunitas muslim di Inggris itu kemudian terpanggil untuk meluruskan kesalahan itu lewat media seni budaya. Salah satu upaya mengikis kekeliruan itu dengan menggelar Festival Ramadan. Festival ini berusaha menciptakan keharmonisan di antara agama dan budaya yang berbeda- beda di Inggris melalui pertunjukan budaya. 

Mereka pun berkeliling ke 1.600 masjid di seluruh penjuru Inggris Raya serta organisasi keagamaan dan budaya. Festival Ramadan digelar bukan hanya di masjid, melainkan juga di tempat-tempat umum untuk mengundang orang dari beragam kepercayaan dan latar belakang. Melalui Festival Ramadan itulah, umat muslim di Inggris berteriak lantang menentang semua bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama. 

Mereka menyampaikan pesan perdamaian untuk mengampanyekan pemahaman yang saling menguntungkan tentang Islam dan Barat. Harapan misi mulia ini ialah tercapainya kesamaan persepsi meski membutuhkan waktu yang cukup lama. Festival Ramadan yang pertama kali digelar di Inggris menampilkan keunikan budaya muslim dari seluruh penjuru dunia. Salah satunya pengenalan akan seni musik tradisional Islami dari berbagai negara, seperti Pakistan, Maroko, Lebanon,dan Mesir. Tak kalah, tarian Sufi yang terkenal juga dipertunjukkan. 

Parade baca puisi dan pementasan drama yang berkisah tentang cerita-cerita Islami bakal menghibur seluruh pengunjung. Tidak ketinggalan juga digelar pagelaran busana muslim. Direktur Festival Ramadan Syed Mohsin Abbas mengatakan, FestivalRamadanitumenjadi penyambung komunitas antara muslim dengan berbagai kalangan. Bulan Ramadan dapat menjadi kendaraan yang positif untuk membuka dialog dengan semua kalangan.” Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan kontribusi yang positif dan keberagaman muslim di Inggris,” katanya.

”Puasa juga menunjukkan kedermawanan, keramahan, dan perayaan,” ungkap Mohsin Abbas. Abbas optimistis Festival Ramadan akan bisa digelar dalam jangka panjang.Ini karena sambutan dari umat muslim dan warga Inggris lainnya cukup meriah. Festival Ramadan juga menunjukkan bahwa muslim juga mampu berkontribusi bagi komunitas lain. Umat muslim di Inggris menyiapkan dan menyediakan makanan cuma-cuma bagi jutaan penduduk asli Inggris yang membutuhkan. 

Dalam tema kampanye ”Beri Makan Teman”, sekitar 20.000 muslim membantu para tunawisma di Inggris. Bahkan, restoran yang dimiliki warga muslim di seluruh penjuru Inggris Raya juga memberikan diskon khusus menu makanan selama Ramadan. Khusus untuk menu buka puasa, pemilik restoran pun memberikan diskon spesial.Hal itu dilakukan bukan untuk kepentingan bisnis, melainkan sematamata sebagai aksi sosial. 

Sementara itu, komunitas muslim d Birmingham, Inggris, secara khusus merayakan Ramadan dengan membaca kita suci Alquran setiap malam. Menurut Asisten Sekretaris Umum Masjid Jamia diAlbert Road, Stechford, Birmingham, pada bulan yang diberkahi Allah ini, sudah selayaknya umat muslim berpuasa dan beramal sosial.”Ketika muslim berpuasa dan merasakan lapar, kita akan ingat pada orang-orang yang kelaparan,” katanya. 

Festival Ramadan adalah momen kultural transnasional pertama di Inggris. Sebelumnya kelompok seni budaya seperti The Barbican, The Victor & Albert Museum, dan St Ethelburgas juga bergabung dengan komunitas masjid untuk meramaikan acaraacara serupa seperti Malam Ramadan, Perjalanan Ramadan, dan Refleksi Ramadan. (BBC/The Asian News/sindo/kurt)


Dakwah Ramadhan ala Muslim Inggris

Dakwah Ramadhan ala Muslim Inggris

Posted by Unknown  |  at  3:02 PM

BERDAKWAH dengan cara berkata-kata memang sudah biasa, namun jika negara-negara Barat mungkin kurang menarik. Tapi bila dengan  cara unik seperti bermain musik akan mendapat apresiatif. Hal inilah yang dikembangkan oleh sekelompok muslim di Inggris dalam mengemas dakwah bil hal. Setidaknya  stigma negatif sebagian kalangan di Barat yang masih keliru memandang Islam sebagai terorisme dan fundamentalisme bisa terkisis.

Komunitas muslim di Inggris itu kemudian terpanggil untuk meluruskan kesalahan itu lewat media seni budaya. Salah satu upaya mengikis kekeliruan itu dengan menggelar Festival Ramadan. Festival ini berusaha menciptakan keharmonisan di antara agama dan budaya yang berbeda- beda di Inggris melalui pertunjukan budaya. 

Mereka pun berkeliling ke 1.600 masjid di seluruh penjuru Inggris Raya serta organisasi keagamaan dan budaya. Festival Ramadan digelar bukan hanya di masjid, melainkan juga di tempat-tempat umum untuk mengundang orang dari beragam kepercayaan dan latar belakang. Melalui Festival Ramadan itulah, umat muslim di Inggris berteriak lantang menentang semua bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama. 

Mereka menyampaikan pesan perdamaian untuk mengampanyekan pemahaman yang saling menguntungkan tentang Islam dan Barat. Harapan misi mulia ini ialah tercapainya kesamaan persepsi meski membutuhkan waktu yang cukup lama. Festival Ramadan yang pertama kali digelar di Inggris menampilkan keunikan budaya muslim dari seluruh penjuru dunia. Salah satunya pengenalan akan seni musik tradisional Islami dari berbagai negara, seperti Pakistan, Maroko, Lebanon,dan Mesir. Tak kalah, tarian Sufi yang terkenal juga dipertunjukkan. 

Parade baca puisi dan pementasan drama yang berkisah tentang cerita-cerita Islami bakal menghibur seluruh pengunjung. Tidak ketinggalan juga digelar pagelaran busana muslim. Direktur Festival Ramadan Syed Mohsin Abbas mengatakan, FestivalRamadanitumenjadi penyambung komunitas antara muslim dengan berbagai kalangan. Bulan Ramadan dapat menjadi kendaraan yang positif untuk membuka dialog dengan semua kalangan.” Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan kontribusi yang positif dan keberagaman muslim di Inggris,” katanya.

”Puasa juga menunjukkan kedermawanan, keramahan, dan perayaan,” ungkap Mohsin Abbas. Abbas optimistis Festival Ramadan akan bisa digelar dalam jangka panjang.Ini karena sambutan dari umat muslim dan warga Inggris lainnya cukup meriah. Festival Ramadan juga menunjukkan bahwa muslim juga mampu berkontribusi bagi komunitas lain. Umat muslim di Inggris menyiapkan dan menyediakan makanan cuma-cuma bagi jutaan penduduk asli Inggris yang membutuhkan. 

Dalam tema kampanye ”Beri Makan Teman”, sekitar 20.000 muslim membantu para tunawisma di Inggris. Bahkan, restoran yang dimiliki warga muslim di seluruh penjuru Inggris Raya juga memberikan diskon khusus menu makanan selama Ramadan. Khusus untuk menu buka puasa, pemilik restoran pun memberikan diskon spesial.Hal itu dilakukan bukan untuk kepentingan bisnis, melainkan sematamata sebagai aksi sosial. 

Sementara itu, komunitas muslim d Birmingham, Inggris, secara khusus merayakan Ramadan dengan membaca kita suci Alquran setiap malam. Menurut Asisten Sekretaris Umum Masjid Jamia diAlbert Road, Stechford, Birmingham, pada bulan yang diberkahi Allah ini, sudah selayaknya umat muslim berpuasa dan beramal sosial.”Ketika muslim berpuasa dan merasakan lapar, kita akan ingat pada orang-orang yang kelaparan,” katanya. 

Festival Ramadan adalah momen kultural transnasional pertama di Inggris. Sebelumnya kelompok seni budaya seperti The Barbican, The Victor & Albert Museum, dan St Ethelburgas juga bergabung dengan komunitas masjid untuk meramaikan acaraacara serupa seperti Malam Ramadan, Perjalanan Ramadan, dan Refleksi Ramadan. (BBC/The Asian News/sindo/kurt)


Dakwah Ramadhan ala Muslim Inggris

Dakwah Ramadhan ala Muslim Inggris

Posted by Unknown  |  at  3:00 PM

BERDAKWAH dengan cara berkata-kata memang sudah biasa, namun jika negara-negara Barat mungkin kurang menarik. Tapi bila dengan  cara unik seperti bermain musik akan mendapat apresiatif. Hal inilah yang dikembangkan oleh sekelompok muslim di Inggris dalam mengemas dakwah bil hal. Setidaknya  stigma negatif sebagian kalangan di Barat yang masih keliru memandang Islam sebagai terorisme dan fundamentalisme bisa terkisis.

Komunitas muslim di Inggris itu kemudian terpanggil untuk meluruskan kesalahan itu lewat media seni budaya. Salah satu upaya mengikis kekeliruan itu dengan menggelar Festival Ramadan. Festival ini berusaha menciptakan keharmonisan di antara agama dan budaya yang berbeda- beda di Inggris melalui pertunjukan budaya. 

Mereka pun berkeliling ke 1.600 masjid di seluruh penjuru Inggris Raya serta organisasi keagamaan dan budaya. Festival Ramadan digelar bukan hanya di masjid, melainkan juga di tempat-tempat umum untuk mengundang orang dari beragam kepercayaan dan latar belakang. Melalui Festival Ramadan itulah, umat muslim di Inggris berteriak lantang menentang semua bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama. 

Mereka menyampaikan pesan perdamaian untuk mengampanyekan pemahaman yang saling menguntungkan tentang Islam dan Barat. Harapan misi mulia ini ialah tercapainya kesamaan persepsi meski membutuhkan waktu yang cukup lama. Festival Ramadan yang pertama kali digelar di Inggris menampilkan keunikan budaya muslim dari seluruh penjuru dunia. Salah satunya pengenalan akan seni musik tradisional Islami dari berbagai negara, seperti Pakistan, Maroko, Lebanon,dan Mesir. Tak kalah, tarian Sufi yang terkenal juga dipertunjukkan. 

Parade baca puisi dan pementasan drama yang berkisah tentang cerita-cerita Islami bakal menghibur seluruh pengunjung. Tidak ketinggalan juga digelar pagelaran busana muslim. Direktur Festival Ramadan Syed Mohsin Abbas mengatakan, FestivalRamadanitumenjadi penyambung komunitas antara muslim dengan berbagai kalangan. Bulan Ramadan dapat menjadi kendaraan yang positif untuk membuka dialog dengan semua kalangan.” Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan kontribusi yang positif dan keberagaman muslim di Inggris,” katanya.

”Puasa juga menunjukkan kedermawanan, keramahan, dan perayaan,” ungkap Mohsin Abbas. Abbas optimistis Festival Ramadan akan bisa digelar dalam jangka panjang.Ini karena sambutan dari umat muslim dan warga Inggris lainnya cukup meriah. Festival Ramadan juga menunjukkan bahwa muslim juga mampu berkontribusi bagi komunitas lain. Umat muslim di Inggris menyiapkan dan menyediakan makanan cuma-cuma bagi jutaan penduduk asli Inggris yang membutuhkan. 

Dalam tema kampanye ”Beri Makan Teman”, sekitar 20.000 muslim membantu para tunawisma di Inggris. Bahkan, restoran yang dimiliki warga muslim di seluruh penjuru Inggris Raya juga memberikan diskon khusus menu makanan selama Ramadan. Khusus untuk menu buka puasa, pemilik restoran pun memberikan diskon spesial.Hal itu dilakukan bukan untuk kepentingan bisnis, melainkan sematamata sebagai aksi sosial. 

Sementara itu, komunitas muslim d Birmingham, Inggris, secara khusus merayakan Ramadan dengan membaca kita suci Alquran setiap malam. Menurut Asisten Sekretaris Umum Masjid Jamia diAlbert Road, Stechford, Birmingham, pada bulan yang diberkahi Allah ini, sudah selayaknya umat muslim berpuasa dan beramal sosial.”Ketika muslim berpuasa dan merasakan lapar, kita akan ingat pada orang-orang yang kelaparan,” katanya. 

Festival Ramadan adalah momen kultural transnasional pertama di Inggris. Sebelumnya kelompok seni budaya seperti The Barbican, The Victor & Albert Museum, dan St Ethelburgas juga bergabung dengan komunitas masjid untuk meramaikan acaraacara serupa seperti Malam Ramadan, Perjalanan Ramadan, dan Refleksi Ramadan. (BBC/The Asian News/sindo/kurt)


Dakwah Ramadhan ala Muslim Inggris

Dakwah Ramadhan ala Muslim Inggris

Posted by Unknown  |  at  3:00 PM

BERDAKWAH dengan cara berkata-kata memang sudah biasa, namun jika negara-negara Barat mungkin kurang menarik. Tapi bila dengan  cara unik seperti bermain musik akan mendapat apresiatif. Hal inilah yang dikembangkan oleh sekelompok muslim di Inggris dalam mengemas dakwah bil hal. Setidaknya  stigma negatif sebagian kalangan di Barat yang masih keliru memandang Islam sebagai terorisme dan fundamentalisme bisa terkisis.

Komunitas muslim di Inggris itu kemudian terpanggil untuk meluruskan kesalahan itu lewat media seni budaya. Salah satu upaya mengikis kekeliruan itu dengan menggelar Festival Ramadan. Festival ini berusaha menciptakan keharmonisan di antara agama dan budaya yang berbeda- beda di Inggris melalui pertunjukan budaya. 

Mereka pun berkeliling ke 1.600 masjid di seluruh penjuru Inggris Raya serta organisasi keagamaan dan budaya. Festival Ramadan digelar bukan hanya di masjid, melainkan juga di tempat-tempat umum untuk mengundang orang dari beragam kepercayaan dan latar belakang. Melalui Festival Ramadan itulah, umat muslim di Inggris berteriak lantang menentang semua bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama. 

Mereka menyampaikan pesan perdamaian untuk mengampanyekan pemahaman yang saling menguntungkan tentang Islam dan Barat. Harapan misi mulia ini ialah tercapainya kesamaan persepsi meski membutuhkan waktu yang cukup lama. Festival Ramadan yang pertama kali digelar di Inggris menampilkan keunikan budaya muslim dari seluruh penjuru dunia. Salah satunya pengenalan akan seni musik tradisional Islami dari berbagai negara, seperti Pakistan, Maroko, Lebanon,dan Mesir. Tak kalah, tarian Sufi yang terkenal juga dipertunjukkan. 

Parade baca puisi dan pementasan drama yang berkisah tentang cerita-cerita Islami bakal menghibur seluruh pengunjung. Tidak ketinggalan juga digelar pagelaran busana muslim. Direktur Festival Ramadan Syed Mohsin Abbas mengatakan, FestivalRamadanitumenjadi penyambung komunitas antara muslim dengan berbagai kalangan. Bulan Ramadan dapat menjadi kendaraan yang positif untuk membuka dialog dengan semua kalangan.” Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan kontribusi yang positif dan keberagaman muslim di Inggris,” katanya.

”Puasa juga menunjukkan kedermawanan, keramahan, dan perayaan,” ungkap Mohsin Abbas. Abbas optimistis Festival Ramadan akan bisa digelar dalam jangka panjang.Ini karena sambutan dari umat muslim dan warga Inggris lainnya cukup meriah. Festival Ramadan juga menunjukkan bahwa muslim juga mampu berkontribusi bagi komunitas lain. Umat muslim di Inggris menyiapkan dan menyediakan makanan cuma-cuma bagi jutaan penduduk asli Inggris yang membutuhkan. 

Dalam tema kampanye ”Beri Makan Teman”, sekitar 20.000 muslim membantu para tunawisma di Inggris. Bahkan, restoran yang dimiliki warga muslim di seluruh penjuru Inggris Raya juga memberikan diskon khusus menu makanan selama Ramadan. Khusus untuk menu buka puasa, pemilik restoran pun memberikan diskon spesial.Hal itu dilakukan bukan untuk kepentingan bisnis, melainkan sematamata sebagai aksi sosial. 

Sementara itu, komunitas muslim d Birmingham, Inggris, secara khusus merayakan Ramadan dengan membaca kita suci Alquran setiap malam. Menurut Asisten Sekretaris Umum Masjid Jamia diAlbert Road, Stechford, Birmingham, pada bulan yang diberkahi Allah ini, sudah selayaknya umat muslim berpuasa dan beramal sosial.”Ketika muslim berpuasa dan merasakan lapar, kita akan ingat pada orang-orang yang kelaparan,” katanya. 

Festival Ramadan adalah momen kultural transnasional pertama di Inggris. Sebelumnya kelompok seni budaya seperti The Barbican, The Victor & Albert Museum, dan St Ethelburgas juga bergabung dengan komunitas masjid untuk meramaikan acaraacara serupa seperti Malam Ramadan, Perjalanan Ramadan, dan Refleksi Ramadan. (BBC/The Asian News/sindo/kurt)


Tirakat Mbah Muqoyyim saat Hijrah ke Buntet

Tirakat Mbah Muqoyyim saat Hijrah ke Buntet

Posted by Unknown  |  at  3:18 PM

Oleh: Redaksi
NAMA Buntet Pesantren sudah cukup dikenal. Setidaknya oleh kebanyakan masyarakat pesantren di Indonesia. Bahkan pesantren besar di Jawa Barat jika ditelusuri terkait dengan Buntet. Padahal jika mau jujur Buntet itu sendiri sebuah tempat yang sangat kecil, sebuah dusun bahkan bukan desa seperti disangka orang. Ada sebuah tirakat yang dilakukan oleh pendiri Buntet saat hijrah ke tanah ini dan diduga kuat berusaha meniru hijrah Rasulullah saw dalam membangun kota Madinah. Masa sih?


Sebelum penulis membahas tirakat Mbah Muqoyyim, kita perlu mengingat kembali sejarah dua kota yang paling banyak dikunjungi karena kemuliaannya: Makkah dan Madinah. Nabi Muhammad saw menyebut dua kota ini dengan sebutan "tanah haram" seperti ditulis Syekh Maliki Al Husaini, mengutip hadits Rasulullah saw: Inna ibrahim harrama makkah wainni harromal madinah. " Sesungguhnya, Nabi Ibrahim A.S. memiliki Mekkah sebagai tanah haramnya, dan Madinah sebagai tanah haramku (Nabi saw).  Jadi tanah haram itu bukan bikinan atau sebutan orang belakangan tetapi dari sabda Rasul saw. Baru kemudian orang menyebutkan dua tanah mulia itu dengan sebutan haromain.

Yastrib  bermakna fasad (rusak)
Menurut penuturan Habib Maliki (ibid), dunia itu ada tiga titik. Satu titik ada di Madinah yang dulunya disebut Yatsrib.  Rasulullah saw bersabda: "Orang yang sekarang menyebut kata Yatsrib harus istighfar kepada Allah. (al-hadits riwayat Imam Ahmad ). Karenanya penyebutan Yatsrib itu tidak dikehendaki oleh Rasulullah. Sebab Yatsrib searti dengan rusak, celaka, caci maki." Karenannya digantilah Yatsirb itu dengan Madinah. Kota agama, kota hijrah dan lain-lain.

Ketika Nabi hijrah ke sana, ada dua kelompok:
  1. Orang yang hijrah ke Madinah karena menghindar
  2. Karena mencari wanita. (ada yang cari wanita ada yang dunia dll)

Dari hal itu kemudian Nabi saw "menyindir" seperti dalam hadis yang sangat tenar, innamal a'malu binniyatiwaman kanat hijrotuhu … Lahirnya hadits ini, konon, karena ketka itu di Madinah ada seorang janda yang cantik sekali. Kemasyhurannya itu hingga ke Makkah. Makanya rame sekali saat Nabi Hijrah. Namanya adalah Umruul Qois.

Barang siapa yang datang di Madinah. Kemudian banyak memakan makanan di sana, banyak minum maka ia mendapatkah keberkahan. Makanya bagi yang berkunjung ke Kota Madinah sebaiknya nikmatilah makan-makanan di sana. Sebab berkah sekali produk yang berasal dari tanah di situ. Salah satu yang adalah korma ajwah. Orang yang makan hingga 7 butir maka dijamin. (tesebut dalam kitab ajwa atau nadiroh).

Kenapa berkah
Karena Nabi saw secara khusus berdoa untuk "keberkahan" kota Madinah sendiri secara langsung.

والمدينة المنورة بلدة مباركة الطعام والشراب، لأن النبي صلى الله عليه وسلم دعا لاهلها بالبركة في صاعهم ومدهم ومكيالهم، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الدجال لا يطاء مكة ولا المدينة وأنه يجيء ينزل في ناحية المدينة، فترجف ثلاث رجفات، فيخرج إليه كل كافر ومنافق"

Buntet Pesantren
Mbah Muqoyim salah satu ulama Cirebon yang tidak lagi berdakwah di kalangan kerjaaan Cirebon, akhirnya mendirikan pesantren Buntet. Salah satu upaya yang dilakukan beliau saat hijrah ke buntet adalah mirip seperti yang dilakukan oleh Nabi saw. Jika Nabi saw berdoa untuk Madinah, maka Mbah Muqoyim bertirakat dengan berpuasa 9 tahun.

Tentu saja karena Mbah Muqoyim merasa doif dibanding Nabi saw. Karenanya, puasa 9 tahun dijalani sebagai tirakat doa. Masing-masing tiga tahun itu terdiri dari : puasa 3 tahun untuk memuasai para santri Buntet, 3 tahun berikutnya untuk keluarga dan tanah Buntet sendiri.

Yang menarik dari cerita yang berkembang dikalangan kyai Buntet adalah Mbah Muqoyim, sahurnya  "sega aking" nasi yang dikeringkan. Caranya cukup unik, beliau kalau mau sahur, mendekati sega aking yang ditempatkan dalam sebuah wadah yang terbuat dari kantong. Lalu dengan menggunakan pena cocor bebak, pena khas santri zaman dahulu, dimasukkanlah pena cocor bebek itu ke dalam wadah untuk mengambil nasi aking. Dalam satu kali mengambil berapapun yang didapatnya itulah yang dipakai untuk berbuka.

Dalam pandangan kyai Buntet, perbuatan Mbah Muqoyim ini konon untuk meghilangkan rasa nikmatnya nasi sehingga menggunakan sega aking yang kering. Karena beliau tidak mau memanjakan jasad. Tapi dalam rangka memanjakan ruh.

Jika dalam kitaba ajwa dikatakan apabila memakan 7 butir qorma ajwa, sihir pun tidak bakal mempan, maka begitulah mbah Muqoyim hanya memakan segelintir nasi aking sehingga ruhnya yang lebih sehat ketimbang jasadnya. Namun jangan heran, jika sihirpun juga tidak mempan.

Kehebatan lain dari madinah
Inna daajjala la yaqou ilaa makkah wamadinah: Dajjal tidak akan berani menginjak Makkah dan Madinah.

Karenanya, orang yang belum pernah ke sana diharapkan pergi ke madinah saat haji. Sebab di sana kita akan setor muka dengan kanjeng Nabi Muhammad saw. Insya Allah pasti mendapat syafaat.

Kedua, Madinah itu tidak akan terkena wabah yang ditakutkan di dunia. Misalnya kalau dulu orang menyebut cacar sekarang bernama AIDS/HIV.  Tidak bakal ada … Laa yadhuluhaa at to'uun, penyakit toun tidak akan samapi di sana.  

Menurut catatan  di kitab, penyakit-penyakit  itu keluarnya dari kawah-kawah gunung. Makanya gunung-gunung  di sekitar Madinah sudah dijamin tidak menyebarkan penyakit sebab sudah ditongkrongi oleh malaikat. Sampai kapanpn tidak akan pernah menjamah kota madinah.

Hal ini karena Nabi saw secara langsung berdoa agar gunung itu tidak mengeluarkan penyakit dan menyebarkan penyakit kepada penduduk madinah:  Allahumma….. hai penyakit jauhlah kamu hingga 7 kilo.

Keistimewaan lain kota Madinah adalah Nabi saw suka sekali pergi ke kubah. Kata Nabi: assolatu fi masjidi qSuba ka umroh. Solat di masjid quba laksana umroh.

Singkatnya, jika ada orang yang digandrungi oleh masyarakat, tentunya tokoh ini benar-benar peduli terhadap lingkungannya. Bukan saja kepada personal penduduknya tetapi juga kepada struktur geogolisnya. Seperti Nabi saw berdoa untuk keberkahan kota Madihan sebagai pusat penyebaran agama kala itu.

Dan begitulah yang dilakukan oleh Mbah Muqoyim di Buntet Pesantren. Beliau berodoa hingga 9 tahun demi tanahnya, santrinya, keluarganya. Dugaan penulis, semata-mata lillahi ta'ala dengan mengikuti cara-cara Nabi dalam mengembangkan sebuah struktur organisasi keagamaan.

Karennaya, jika ada orang alim di suatu wilayah lalu wilayah sekitarnya itu tidak ada apa-apa dalam hal bahaya dan segala macam gangguan bagi pendudduknya, itu kita harus yakin, bahwa ulama di wilayah itu sudah mendoakannya seperti yang dilakukan Nabi saw. Namun jika ulama (pemimpin) itu tidak mendoakan wilayah sekitarnya maka tentu derajatnya belum mencapai sebutan ustadz/kyai/ulama. Justru kalau bisa mereka itu hendaknya mau meniru akhlaq rosululllah saw.

Tentu bukan bermaksud menamakan Buntet dengan Madinah, namun kata kunci dari tulisan ini adalah seorang alim yang berada dalam satu wilayah maka ia akan peduli pada lingkungannya. Semata-mata untuk keselmatan umatnya. Karenanya kita berhadap orang yang memasuki Buntet Pesantren menjadi aman, damai dan tentram. Disamping itu, berkat doa-doa para ulama di sana, diharapkan tidak ada penyakit berhaya yang menyebar ke pesantren tercinta kita. Wallahu a'alam.

Referensi:
Adz Dzakhooir Muhammadiyah, lil alim al Fadil Sayid bin Alawy Al Maliky Al Husaini khodimul Haromain Assyarif bil baladil Haram. Halaman 96-97

من الكتاب الذ خائر المحمدية  للعالم الفاضل السيد بن علوي الماليكي الحسني خاد العلم الشريف بالبلد الحرام. صفحة: 96 - 97

Copyright © 2013 Blog Backup Buntet Pesantren. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top